• Editor

6 Alasan Mesin Megapro Disukai Off-Roader

Banyak dipasangkan dengan rangka dan bodi motor merek lain.

Di kalangan penggemar off-road, mesin Honda MegaPro banyak dipakai untuk dipasangkan dengan rangka dan bodi motor merek lain. “Bahkan pernah kapan hari, kami dikumpulkan orang Honda, dan diminta komentar soal motor terbaru mereka, Honda CRF 150L. Waktu itu beberapa rekan off-roader, termasuk kakak saya menjawab, CRF mantap di suspensi. Tapi untuk mesin, kami yakin seandainya yang dipasang punya Megapro, pasti bakal lebih jos lagi tenaganya dan banyak peminatnya,” buka Didik Sukamto, mekanik bengkel Suzuki, Kiki Motor yang ada di Jl. Tanjung, Kedamean – Gresik.


Selain itu, menurut mantan mekanik di bengkel balap ternama, Star Motor Jakarta milik Benny Djati Utomo, tuner kondang Tanah Air ini, di beberapa komunitas yang dijumpainya, mesin Megapro kerap terlihat nempel di motor sejenis yang sudah lama eksis.

“Mesin Megapro semua tahun semakin banyak peminatnya, asal yang pakai double starter. Sebab ketika jatuh di spectacle menantang seperti tanjakan curam berlumpur, kadang tenaga terkuras sehingga susah kalau harus engkol mesin. Dari sini kami sangat mengandalkan electric starter,” kata Didik yang sekarang sedang semangat-semangatnya ikutan trabas.

Didik Sukamto, mekanik bengkel Suzuki, Kiki Motor & mantan mekanik Tim Suzuki Indonesia Challenge (SIC).

Lalu apa saja alasan mesin Megapro disukai off-roader untuk trabasan? Berikut ini 6 alasan, kenapa mesin Megapro disukai, menurut mekanik yang pernah tergabung dalam tim mekanik Suzuki pada gelaran Suzuki Indonesia Challenge (SIC) di Surabaya ini.


1. Gampang Dibore-Up. Sebenarnya mesin 160cc Megapro tenaganya kurang. Tapi mudah dibore-up karena spare parts yang dibutuhkan gampang cocok.

2. Biaya Upgrade Murah. Sebagai gambaran, Didik membandingkan biaya upgrade mesin Megapro dengan KLX150. “Dengan biaya lebih mahal sekitar Rp 5 juta, upgrade tenaga KLX masih kalah dibanding Megapro yang cuma habis Rp 3 juta.”

3. Muat Piston 76mm. Crankcase Megapro muat dijejali piston diameter 76mm dengan kondisi tetap aman dari kemungkinan jebol. “Biasanya dipasangi piston Scorpio yang punya diameter 70mm sehingga kapasitas mesin naik di atas 200cc.”

4. Gampang Stroke Up. Begitu pula untuk urusan naik langkah. Bisa pakai setang piston mulai 8,5mm hingga 12mm seperti punya RX-Z. “Bahkan sebenarnya bisa naik lagi, tapi saya belum pernah coba.”

5. Perawatan Mudah & Murah. Karena spare parts banyak dijumpai dan murah, maka biaya yang dikeluarkan untuk merawat mesin Megapro murah. “Apalagi banyak sekali mekanik yang paham mesin Megapro, sehingga gampang dirawat.

6. Harga Motor Murah. Populasi Megapro sangat banyak, sehingga mudah dibeli. “Dari sini kita enggak merasa eman-eman mengkanibal motor itu. Apalagi harga sekennya juga terjangkau. Modal Rp 5 – 6 juta sudah dapat motor.”


Naskah & Foto: Indramawan