• Editor

Ada Apa Di Balik Kehadiran Mick Doohan & Alex Criville?

Peresmian Tim Repsol Honda MotoGP
Mantan pembalap juara dunia Honda di GP500, Mick Doohan dan Alex Criville turut hadir pada acara launching.

Ada yang menarik pada acara pengenalan motor 2019 tim Repsol Honda MotoGP yang digelar di markas Respol di Madrid , 23 Januari lalu. Selain dihadiri Marc Marquez dan Jorge Lorenzo sebagai pembalap 2019 – 2020, serta para petinggi Honda dan Repsol, saat itu tampak hadir juga juara dunia 5 kali, Mick Doohan bersama dengan Alex Criville. Apa di balik kehadiran dua pembalap veteran Honda di era GP500 itu?

25th Anniversary menandai kerjasama Honda dan Repsol mulai 1995 - 2020.

Pertama, Honda dan Repsol tampaknya ingin bernostalgia sekaligus menunjukkan bahwa kerjasama mereka di arena balap sejak 1995 sampai 2020 nanti (25 tahjun), telah menghasilkan prestasi membanggakan. Perlu dicatat, Doohan dan Criville adalah line up pembalap Honda, pada tahun pertama tim pabrikan ini bekerja sama dengan Repsol. Dan pada tahun itu pula Doohan berhasil menjadi juara dunia.

Turut dihadiri petinggi Honda dan Repsol.

Kedua, OTOPLUS-ONLINE melihat kehadiran Doohan dan Criville ini adalah untuk menyemangati Marquez dan Lorenzo, yang menjelang dimulainya musim kompetisi 2019 ini sama-sama berada pada masa pemulihan akibat cedera yang mereka alami.

Marquez cedera pada bahu kiri hingga terpaksa harus menjalani operasi bulan Desember lalu dengan estimasi waktu pemulihan 3 – 4 bulan. Sementara Lorenzo baru-baru ini alami cedera pada pergelangan tangan sebelah kiri saat latihan, hingga diperkirakan tak bisa mengikuti tes di Sepang bulan Februari mendatang.

Marquez dan Lorenzo sama-sama ambisi juara dunia namun berada dalam kondisi sama-sama cedera jelang awal musim.

Melihat situasi ini, Doohan pun bercerita masa-masa sulit akibat cedera pada kaki yang sempat mengancam karier balapnya di akhir musim 1992.


“Kaki saya waktu itu belum pulih benar. Tapi di awal 1993, sebelum musim balap dimulai, saya sudah mengalami kecelakaan lagi, hingga alami cedera pada pergelangan tangan yang retak,” kenang Doohan. “Waktu itu di sirkuit Shah Alam, kami sedang mencoba fuel injection, dan ternyata ada kebocoran sehingga terbakar, dan saya terlempar dari motor,” kata Doohan.


Meski tulang pergelangannya bisa disatukan lagi, namun Doohan butuh bersabar untuk pemulihan. Ditambah lagi dengan pemulihan cedera pada kaki yang butuh waktu lama.

Lorenzo gantikan Dani Pedrosa bisa jadi kawan sekaligus lawan bagi Marquez.

“Kalian tak harus mengawali musim dengan agresif seperti yang kalian inginkan. Paling tidak, itu yang saya lakukan dulu,” pesan Doohan pada Marquez dan Lorenzo. “Tunggu sampai momentum itu tiba. Yang penting adalah bagaimana untuk mendapat poin. Itu prinsip saya dulu.”

Tampilan motor terbaru Honda tidak banyak berubah.

Pesan atau petuah ini sangat penting sebab mungkin saja Honda khawatir melihat persaingan dua pembalapnya (Marquez dan Lorenzo), yang sama-sama ambisi juara dunia, dan membuktikan siapa yang terbaik. Bisa dibayangkan, apa yang akan terjadi dika keduanya terpancing untuk saling fight dalam kondisi fisik seperti ini.

Honda inginkan tim yang solid dan tangguh seperti tahun 1997 silam.

“Yang penting untuk kalian lakukan adalah jalani dulu beberapa race yang pertama, dan dari sini kalian harus lihat di mana posisi kalian. Baru setelah itu buat rencana apa yang mesti dilakukan,” tutup Doohan yang pernah menjadi salah satu skuad terhebat Honda di GP500, ketika dia bersama dengan rekan timnya, Alex Criville dan Tady Okada berbagi podium pertama dan menyapu bersih kemenangan di 15 seri yang dipertandingkan pada musim 1997 tersebut. Dan sepertinya, skenario inilah yang diinginkan Honda saat ini.


Naskah: Indramawan

Foto: MOTOGP.COM