• Editor

Awas, Cedera Punggung Saat Angkat Moge!


Honda CB500X punya bobot 198 kg, atau lebih berat 63 kg dibandingkan New MegaPro, sehingga butuh teknik untuk mendirikannya bila roboh.


Meski bukan kejadian yang diinginkan, tapi karena satu atau dua hal, bisa saja moge (motor gede) yang kita besut roboh. Dengan bodinya yang bongsor, tentu moge memiliki bobot yang jauh lebih berat ketimbang motor bermesin kecil. Sebagai gambaran Honda CB500X punya bobot 198 kg. Bandingkan dengan Honda New MegaPro yang 135 kg .


Jika pemilik moge atau motor di atas 400cc tidak paham cara mendirikan tunggangannya saat roboh. Maka hal tersebut tentu bisa membahayakan dirinya. Dampak terberatnya, alami cedera otot punggung.


Kebanyakan, cara pengguna ketika mendirikan moge mereka yang terjatuh hanya mengandalkan kedua otot tangan, dan yang dominan menggunakan otot punggung.


Sebenernya, porsi otot yang paling besar kerjanya ketika mendirikan moge rebah adalah bertumpu pada kedua otot paha.


“Sangat berbahaya bila mengangkat andalkan otot punggung. Bisa sebabkan cedera punggung. Di sini, otot tangan harusnya sekadar membantu,” ujar Ludhy Kusuma, Safety Riding Dev. Section Head PT Daya Adicipta Motora (DAM).


Langkah pertama yang harus dilakukan pengendara tadi adalah tetap tenang. Kemudian ia harus memastikan kunci kontak dalam keadaan off.


Apabila posisi moge terjatuh di tengah jalan, hendaknya pastikan dahulu kalau kendaraan tersebut benar-benar aman dari lalu lalang pengguna jalan lain.


Jika moge terjatuh ke sebelah kanan pengendara, turunkan standar samping yang berada di sebelah kiri. Fungsi standar itu sebagai tumpuan saat mendirikan moge.


Jika motor sudah dalam posisi 90 derajat, selanjutnya masukan gigi satu. Hal itu dilakukan demi mencegah gerakan liar pada motor.


Seandainya moge tersebut tipe fairing, posisi setang motor hendaknya di tekuk ke arah kanan, dimana handle bar atau throttle bar melekat ke tangki.

Sangat berbahaya bila mengangkat andalkan otot punggung. Bisa sebabkan cedera punggung.


Saat akan mendirikan motor, bagian punggung bawah pengangkat harus menempel ke jok, dan ia harus dalam posisi setengah jongkok.


“Punggung bagian bawah fungsinya sebagai sandaran jok, bukan untuk mendorong. Bila punggung bagian bawah sudah merapat ke jok, posisikan tubuh setengah jongkok, mata harus sejajar garis mata,” kata Ludhy.


Pastikan tangan kiri memegang handle bar, dan tangan kanan mencari sisi jok belakang yang relatif kuat. Di samping itu, kedua siku tangan ditekuk kurang lebih 160 derajat.


Lalu bangkitkan motor secara perlahan. Kekuatan mendirikannya harus dirasakan dari kedua otot paha. Jelang 90 derajat motor berdiri, titik 90 derajat motor rebahkan ke sisi kiri.


Berikutnya, posisi pengangkat langsung berbalik memegang motor, dan melepaskan motor secara bertahap supaya motor bertumpu kepada standar di kiri. Stang motor ditekuk ke kiri, ke arah gravitasi.


“Apabila moge terjatuh ke bagian kiri, secara garis besar langkahnya sama dengan ketika moge jatuh ke kanan,” ucapnya.


Hanya saja lanjut Ludhy, jelang posisi 90 derajat, tubuh pengangkat perlahan memutar balik dan bobot moge ditahan paha kanan. Saat pengangkat memutar kaki kiri, lakukan gerakan mengungkit standar kiri bersamaan.


Teks: Setiawan AS

Foto: DAM

S U B S C R I B E

© 2019 - 2020 otoplus-online