• Editor

Bagaimana Cara Isi Bensin Yang Benar?

Isi separuh kurang baik, full tank juga berisiko. Lantas?

Meski terdengar sepele, namun pengisian bensin yang kurang benar bisa menimbulkan kerugian atau masalah gawat. Widijanto, Technical Instructor PT MPM Surabaya mengatakan, kadang ditemukan air di dalam tangki karena waktu isi bensin cuma separuh saja.


“Sehingga separuhnya lagi terisi udara sehingga terjadilah kondensasi yang bisa membuat tangki karatan atau keropos,” kata Widijanto.


Namun demikian, isi full tank sampai bensin luber pun bisa membawa masalah lain yang lebih serius. Selain sirkulasi udara dan bahan bakar terganggu, bisa juga jadi pemicu bahaya kebakaran!


“Ketika bensin ini meluber ke bawah, bisa saja mengenai kabel-kabel kelistrikan di bawah tangki. Ini bisa menjadi pemicu kebakaran, sebab kabel kelistrikan ini sudah dialiri listrik oleh aki, meskipun motor dalam keadaan statis (mesin mati),” buka Supriyono dari bagian teknikal bengkel resmi Suzuki Indrapura, Surabaya. Lha terus yang benar seperti apa?


Supriyono kembali menjelaskan, “Isi bensin dengan menyisakan sedikit ruang hingga batas bibir tangki supaya masih ada udara yang masuk untuk sirkulasi.” Karena alasan itulah, pada tutup tangki terdapat ventilasi atau lubang kecil dengan letak variatif. Tujuannya ya supaya ada udara masuk sehingga bahan bakar bisa bersirkulasi dengan baik. Suplai bahan bakar ke mesin pun normal.


Pada kesempatan ini Supriyono juga menyalahkan sebagian pemilik motor yang melakukan ritual menggoyang-goyang motor supaya tangki terisi penuh.


“Kadang ada juga yang secara tidak sadar memasang standar tengah. Meski saat diisikan bensin tidak sampai luber, tapi ketika standar tengah ini diturunkan dan kedua roda kembali menapak tanah, maka besar kemungkinan bensin akan luber. Sebab ketika standar tengah dipasang, posisi motor biasanya jomplang ke depan. Posisi kedua roda tidak sejajar,” terang Supriyono.


Foto: Indramawan


S U B S C R I B E

© 2019 - 2020 otoplus-online