• Editor

Begini Lho Cara AHM Menangani Motor-motor Peserta Mudik-Balik Bareng Honda


PT Astra Honda Motor (AHM) telah ke-14 kalinya sukses, memberangkatkan unit motor para peserta Mudik-Balik Bareng Honda (MBBH), dengan menggunakan truk ekspedisi.


Pada MBBH 2019 ini PT Astra Honda Motor (AHM) memberangkatkan 1120 unit motor. Dengan perincian 560 unit motor tujuan Yogyakarta, 320 unit motor tujuan Solo, dan 240 unit motor tujuan Semarang.


Lantas mungkin saja para pemilik motor, atau masyarakat luas ingin tahu, seperti apa standar PT Astra Honda Motor (AHM), dalam menangani pengiriman unit-unit motor peserta MBBH tersebut ke kota tujuan masing-masing?


Irwan Wibisono, Department Head Customer Service AHM menjelaskan, unit-unit motor Honda peserta MBBH tadi ditangani sama seperti ketika AHM mengirim unit - unit motor baru ke tangan konsumen.

  • Registrasi ulang motor peserta MBBH 2019

Tahap awal, pemilik motor harus registrasi ulang. "Pada MBBH 2019, pemilik motor melakukan registrasi ulang di Bhanda Ghara Reksa, Kelapa Gading, Jakarta Timur, Rabu pagi, 29 Mei 2019, pukul 06.00 WIB," ucap Irwan di lokasi pemberangkatan.


Peserta dipersilahkan menuju loket registrasi, sesuai kota tujuan, yakni Yogyakarta, Solo dan Semarang. Di depan loket, peserta wajib menunjukkan kuitansi pembayaran Rp150 ribu, sebagai bukti keikutsertaan program MBBH 2019, dan STNK motornya.


"Supaya sama-sama enak, selesai registrasi, motor peserta di foto dari berbagai sisi oleh tim kami di depan pemiliknya. Lalu pemiliknya diminta tanda tangan form perjanjian, agar tak terjadi komplain di belakang dengan berbagai alasan," ucap Irwan.

  • Spion dicopot, bahan bakar dikosongkan, sesuai syarat standar pengangkutan kendaraan.

Nyoman Kesawa, Manager Honda Customer Care Center (HC3) AHM yang menemani Irwan menambahkan, usai foto, motor didorong ke dekat truk masing-masing kota tujuan. Spion dicopot, bahan bakar dikosongkan, sesuai syarat standar pengangkutan kendaraan.


"Makanya sebelum sampai di lokasi, kami sudah menghimbau pemilik motor, agar mengisi bahan bakar motornya seminimal mungkin. Paling tidak sekadar cukup sampai di lokasi pemberangkatan saja," lanjut Nyoman.


Selanjutnya helm yang digunakan oleh peserta mudik dimasukkan ke dalam kardus yang telah disiapkan AHM. Masing-masing helm tersebut diletakkan di bagian belakang truk sesuai dengan letak motornya.


"Makanya saat registrasi di pemberangkatan sudah kita tandai, seperti kita kasih nomer. Agar helm, kaca spion dan motornya tidak tertukar satu sama lain," sambung Irwan.


Mengenai helm ini, Istiyani Susriyati, selaku General Manager HC3 AHM memberi catatan. "Helm harus yang berstandar SNI. Jadi kami tak mau melihat peserta MBBH menggunakan helm yang tidak ber-SNI," tegasnya.

  • Bodi motor dikelilingi matras, dan di atas truk diikat rapi dan kuat agar tahan goncangan.

Sesampainya di atas truk, motor-motor tersebut di packing dengan rapi. Bodi motor dikelilingi matras, diikat rapi dan kuat agar tahan goncangan, semua benar-benar dalam kondisi terlindungi.


"Nanti setibanya di kota tujuan motor akan diturunkan dari truk, lalu diisikan bensin secukupnya, kira-kira 1 liter, untuk sekadar sampai lokasi SPBU terdekat. Kaca spion dipasang, helm diletakkan di motor masing-masing," tukas Nyoman.


Namun sebelumnya dilakukan pengecekan oleh mekanik Honda di sana. Dihidupkan motornya, atau diperiksa sampai mesin motor nyala. "Jadi kalau kemudian ada kendala teknis, kita servis dulu sampai benar-benar 'sehat'," kata Irwan.


Saat pemberangkatan pun, pengecekan dan persiapan loading motor peserta MBBH dilakukan para mekanik AHM. "Jadi mohon maaf, motor modifikasi tak bisa ikut MBBH 2019. Kecuali motor itu sudah distandarkan kembali seperti semula," tutup Irwan.


Naskah & Foto: Wave