BYD Pamerkan Teknologi Terbaru di IIMS 2026: Mobil Listrik Sekarang Nggak Lagi Ribet Buat Harian
- Editor

- 4 hari yang lalu
- 4 menit membaca

Di IIMS 2026, BYD menunjukkan bagaimana teknologi terbaru ini membuat mobil listrik kini semakin praktis dan relevan untuk aktivitas sehari-hari lewat pengalaman langsung, edukasi teknologi, dan portofolio produk yang matang.
OTOPLUS ONLINE I Bagi banyak orang, mobil listrik masih identik dengan kata āribetā. Waktu pengisian daya yang lama, kekhawatiran soal jarak tempuh, hingga pertanyaan sederhana seperti āaman nggak dipakai tiap hari?ā kerap menjadi alasan untuk menunda beralih ke EV. Keraguan ini wajar, terutama bagi konsumen yang mengandalkan kendaraan sebagai alat mobilitas utama dalam rutinitas harian.

BYD memanfaatkan ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 sebagai momentum untuk memperlihatkan bahwa mobil listrik kini tidak lagi berhenti pada konsep, tetapi diarahkan menjadi kendaraan yang benar-benar siap digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Karena itu, di IIMS 2026, BYD tidak sekadar memajang kendaraan di atas panggung. Yang dipamerkan adalah teknologi terbaru yang membuat mobil listrik sekarang nggak lagi ribet buat harian.
Inovasi teknologi terbaru BYD tercermin pada pengembangan infrastruktur pengisian daya melalui Megawatt Charging System. Teknologi ini didukung oleh Super e-Platform dengan arsitektur tegangan tinggi hingga 1.000V serta penggunaan chip daya Silicon Carbide (SiC) 1.500V.
Dengan kemampuan pengisian daya ultra-cepat, sistem ini memungkinkan pengisian energi hingga sekitar 400 kWh hanya dalam waktu sekitar lima menit, sehingga secara signifikan mengurangi waktu tunggu dan mendukung penggunaan kendaraan listrik yang semakin praktis dalam aktivitas sehari-hari.

Seluruh pengembangan teknologi tersebut diperkuat melalui BYD Zhengzhou Mega Factory, yang mencerminkan kekuatan rantai nilai terintegrasi dan skala manufaktur BYD secara global. Proses produksi di fasilitas ini didukung oleh ribuan robot industri berstandar global dengan tingkat otomatisasi yang sangat tinggi, mencapai lebih dari 98%. Sistem manufaktur berbasis digital ini memungkinkan setiap tahapan produksi dipantau secara presisi untuk memastikan konsistensi kualitas, akurasi perakitan, serta keselamatan struktural di setiap unit kendaraan.

Komitmen BYD terhadap edukasi publik diwujudkan melalui BYD Di-Space, sebuah ruang yang dirancang untuk menjembatani kompleksitas teknologi kendaraan energi baru dengan pemahaman masyarakat. Melalui pendekatan interaktif dan berbasis pengalaman, teknologi BYD tidak hanya ditampilkan, tetapi juga dijelaskan dan dikaitkan langsung dengan skenario penggunaan sehari-hari, mulai dari aspek keselamatan, efisiensi energi, hingga kenyamanan berkendara.
āPenguasaan teknologi inti dan integrasi sistem dari hulu ke hilir, mulai dari platform kendaraan, sistem penggerak, hingga manufaktur, menjadi dasar BYD dalam menghadirkan kendaraan listrik yang aman, andal, dan siap digunakan di pasar internasional termasuk pasar,ā ujar Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia.


Pengunjung dapat merasakan langsung manfaat teknologi terbaru ini pada berbagai model BYD dan DENZA di Indonesia. Model seperti BYD Seal, Sealion 7, ATTO 3, Dolphin, hingga DENZA D9 diapresiasi karena dinilai tidak hanya canggih, tetapi juga matang dan siap digunakan dalam kondisi nyata.

BYD juga memperkenalkan BYD ATTO 3 Advanced Plus di IIMS 2026 sebagai pilihan kendaraan listrik yang semakin relevan dengan kebutuhan pasar Indonesia.
Kehadiran ATTO 3 Advanced Plus menjadi contoh konkret bagaimana teknologi BYD diterjemahkan ke kebutuhan harian. Dengan jarak tempuh hingga 410 km, fitur kenyamanan yang fungsional, serta kelengkapan sistem keselamatan aktif, varian ini menunjukkan bahwa mobil listrik kini dapat digunakan dengan nyaman tanpa menuntut penyesuaian besar dari penggunanya.


Pendekatan yang berfokus pada kepraktisan ini tercermin dari kinerja BYD di Indonesia. Sepanjang 2025, BYD mencatatkan penjualan lebih dari 54.000 unit dan menguasai sekitar 52% pangsa pasar EV nasional. Angka tersebut menunjukkan bahwa mobil listrik yang mudah digunakan bukan sekadar wacana, melainkan sudah diterima luas oleh konsumen.


āPencapaian BYD di Indonesia mencerminkan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap teknologi kendaraan listrik yang matang dan siap digunakan dalam aktivitas sehari-hari,ā ujar Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia.
Dengan portofolio produk yang mencakup hampir seluruh segmen pasar, BYD memperlihatkan bahwa EV kini bukan lagi produk niche, tetapi pilihan transportasi yang semakin masuk akal bagi berbagai kebutuhan mobilitas.
Teks: Indramawan
Foto: BYD Indonesia




Komentar