Chery J6 RWD: SUV Perkotaan Bergaya Offroad yang Bikin Macet Jadi Lebih Seru

Kami ingin tahu gimana rasanya kalau Chery J6 RWD dipakai harian, dari macet pagi sampai pulang malam.

OTOPLUS-ONLINE I Konsep Fashion Cube Box Design yang diusung Chery terasa timeless, dan di tengah lautan SUV yang bentuknya itu-itu saja, J6 tampil beda tanpa harus teriak-teriak. Jujur aja, begitu pertama kali lihat Chery J6 RWD, reaksi spontan kebanyakan orang pasti akan menoleh.
Tapi desain keren aja nggak cukup, kan? Makanya kami ingin tahu gimana rasanya kalau mobil ini dipakai harian, dari macet pagi sampai pulang malam.

Sebelum masuk ke sensasi berkendara, ada satu hal yang bikin kami langsung tenang: J6 RWD dibanderol mulai Rp570.500.000 OTR Surabaya. Lebih terjangkau dibanding varian iWD yang ada di angka Rp635.500.000, dan buat penggunaan kota, varian ini sebenarnya sudah lebih dari cukup.

Begitu duduk di kabin, kesan pertama yang terasa adalah posisi duduknya yang commanding alias tinggi. Pilar A-nya tidak terlalu rebah dan kap mesinnya kelihatan jelas dari balik kemudi, jadi pandangan ke depan lega banget dan blind spot-nya minim.
Buat kamu yang sering deg-degan waktu nyelip di jalan sempit atau parkir paralel, fitur visibilitas ini jadi penyelamat yang nyata.

Urusan setir, J6 RWD ini ringan banget. Muter-muter di area parkir mal atau gang perumahan terasa enteng, nggak perlu tenaga ekstra. Radius putarnya cuma 5,7 meter, jadi U-turn di jalan kota yang padat bisa dilakukan tanpa drama.
Dengan panjang 4.406 mm dan wheelbase 2.715 mm, bodi yang kelihatan besar ini ternyata lincah dan gampang diajak bermanuver.
Nah, di kecepatan tinggi ceritanya agak beda. Setirnya terasa kurang direct dan feedback-nya hambar, khas mobil bergaya offroad. Buat yang suka sensasi berkendara sporty dengan setir yang āngomongā, mungkin akan merasa kurang. Tapi kalau kamu lebih sering main di dalam kota, karakter ini justru jadi nilai plus karena bikin capek di tangan berkurang.

Soal tenaga dan efisiensi, J6 RWD mengandalkan satu motor listrik penggerak roda belakang yang lebih hemat energi. Baterai LiFePO4 berkapasitas 65,69 kWh menjanjikan jarak tempuh hingga 426 km sekali isi meski real life dari pengetesan kami selama 3 hari, range-nya berkisar 370 km. Itu artinya kamu bisa bolak-balik kantor beberapa hari tanpa buru-buru cari charger, dan anxiety soal baterai habis pun jauh berkurang.
Kalau urusan ngecas, ada dua opsi. Pakai DC fast charging dengan daya maksimal 85 kW, pengisian dari 30% ke 80% butuh sekitar 30 menit, pas buat sambil ngopi atau makan siang. Sedangkan di rumah, AC charger 6,6 kW single-phase butuh sekitar 9 sampai 10 jam untuk full, jadi tinggal colok pas tidur dan paginya siap jalan.
Kenyamanan kabin juga jadi andalan. Ada ventilated seat di depan dan belakang, kursi pijat untuk penumpang depan, audio premium, panoramic roof, dan ambient light 64 warna yang bikin suasana malam jadi estetik.

Baris kedua punya ruang kaki dan kepala yang lega dengan lantai rata, plus bagasi 450 liter yang bisa melebar sampai lebih dari 1.000 liter kalau jok dilipat.

Namun, ada beberapa catatan yang perlu kamu tahu. Sasis aluminium berbasis platform IMS memang bikin bodi terasa kokoh dan stabil, tapi bantingannya cenderung kaku.

Gelombang jalan terasa di kabin dan suasananya agak noisy. Jok belakang juga terlalu tegak dan nggak bisa reclining, jadi buat perjalanan jauh penumpang belakang mungkin akan minta pindah posisi.

Kekurangan lain datang dari sisi praktis. Hampir semua fungsi, termasuk AC, ada di layar sentuh 15,6 inci tanpa tombol fisik, jadi agak ribet kalau lagi nyetir.

Klaster instrumennya sederhana dan minim info seperti trip meter, pengereman terasa agak grabby (mungkin imbas regenerative braking), kap mesin masih pakai penopang manual, nggak ada frunk, dan ban serep diganti tire repair kit.

Kesimpulannya, Chery J6 RWD adalah pilihan menarik buat kamu yang mau SUV listrik dengan karakter kuat tapi tetap ramah dompet dan gampang dipakai di kota.

Dengan ground clearance 190 mm, mobil ini sebenarnya cukup tinggi tapi ia lebih cocok buat aspal dan light offroad ketimbang jalur ekstrem. Kalau kamu bisa berdamai dengan beberapa kekurangannya, mobil ini bukan cuma alat transportasi, tapi juga statement gaya hidup yang bikin tiap perjalanan terasa lebih seru.
Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto



