• Editor

Daihatsu Astec Open 2019 Kini Berstatus Turnamen Internasional


Dari kiri: Rudi dari PBSI Pengprov Jatim, Viyanthi Silvana, Communication Manager PT Frisian Flag Indonesia, Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, Alan Budikusuma, Founder Astec; Hendrayadi Lastiyoso, Domestic Marketing & CR Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation, Tunjung Pramusinto, Regional Head Jawa Timur-Bali Daihatsu Sales Operation

Di Indonesia, Daihatsu ingin berkontribusi positif dengan melakukan CSR untuk meningkatkan kemakmuran Indonesia. Dari empat pilar CSR Daihatsu yaitu Pintar bersama Daihatsu, Sehat Bersama Daihatsu, Hijau Bersama Daihatsu dan Sejahtera Bersama Daihatsu.


Pada pilar CSR kedua, Sehat Bersama Daihatsu diwujudkan dengan membina olahraga. “Mulanya kami masuk ke sepakbola namun karena beberapa hal kami pindah ke bulutangkis yang merupakan olahraga favorit kedua di Indonesia,” ungkap Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor menjelaskan sekilas mulai bergulirnya kejuaraan Daihatsu Astec Open.


Turnamen Daihatsu Astec Open 2019 diselenggarakan dari bulan Maret hingga November di 7 kota besar dan terdaftar dalam agenda Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Kalau sebelumnya hanya menyandang status turnamen nasional, mulai tahun ini statusnya menjadi turnamen internasional.


“Menyelenggarakan turnamen ini selama 4 tahun bersama Astec (Alan & Susy Technology) menunjukkan komitmen Daihatsu terhadap perkembangan olahraga bulutangkis di Indonesia,” kata Hendrayadi Lastiyoso, Domestic Marketing & CR Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation.


Surabaya menjadi lokasi ke-6 penyelenggaraan turnamen Daihatsu Astec Open 2019. Acara ini diadakan di GOR Bulutangkis Soedirman Surabaya pada tanggal 7 - 12 Oktober 2019. Sebelumnya Surabaya pernah menjadi tuan rumah turnamen serupa tepatnya tahun 2016 silam.

Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, “Kami berharap Daihatsu Astec Open dapat menjadi satu jawaban untuk berkontribusi pada prestasi Indonesia di olahraga tingkat dunia.”

“Banyak kota yang ingin menjadi tuan rumah kejuaraan Daihatsu Astec Open. Surabaya terpilih karena kotanya layak, memiliki fasilitas untuk bermain, arenanya dapat digunakan dari pagi sampai malam dan dapat menampung jumlah peserta yang banyak,” tutur Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor.


Persyaratan itu dibutuhkan lantaran berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, seperti disinggung di atas, Daihatsu Astec Open 2019 kali ini kualitasnya sudah meningkat menjadi kejuaraan level internasional. “5 dari 7 kota lokasi penyelenggaraan diakui oleh Badminton Asia Confederation (BAC),” tambah Hendrayadi. Sehingga pesertanya tak hanya berasal dari Indonesia saja namun juga diikuti oleh pemain-pemain asing.

Alan Budikusuma, Founder Alan Susy Technology (Astec), “Daihatsu Astec Open diselenggarakan dengan tujuan mencari kader, bibit atlet bulu tangkis terbaik di kota Surabaya khususnya dan Jawa Timur pada umumnya.”

“Daihatsu Astec Open diselenggarakan dengan tujuan mencari kader, bibit atlet bulu tangkis terbaik di kota Surabaya khususnya dan Jawa Timur pada umumnya. Kader tersebut diharapkan dapat mewakili Indonesia di kejuaraan Asia Junior, Olympic Youth dan Kejuaraan Dunia Yunior. Sistem yang dimiliki PBSI saat ini sudah baik. Usia 15 tahun dipantau, 16 tahun masuk pelatnas dan diharapkan usia 18 tahun sudah menjadi juara dunia junior,” terang Alan Budikusuma, Founder Astec.


Alan menambahkan, “Karena levelnya internasional, untuk dapat mengikuti Daihatsu Astec Open 2019 peserta wajib mempunyai ID Badminton World Federation (BWF). Kelebihan dengan diakuinya turnamen ini sebagai turnamen internasional adalah peserta tidak perlu pergi keluar negeri untuk mendapatkan poin internasional, cukup di Indonesia saja. Ini sangat membantu klub-klub bulutangkis di Indonesia.”


Akibatnya antusiasme masyarakat untuk mengikuti kejuaraan ini sangat tinggi. Target Daihatsu Astec untuk tahun ini minimal 5.200 peserta tapi hingga kemarin (26/9) sudah tercatat 4.600-4.800 peserta. Waiting list di Surabaya saja sudah 600 orang. “Kami mohon maaf apabila ada calon peserta yang belum dapat mengikuti turnamen ini karena keterbatasan jumlah peserta,” tutur Hendrayadi.


Tingginya antusiasme masyarakat rupanya juga mengundang Frisian Flag Indonesia untuk ikut berpartisipasi memajukan olah raga bulu tangkis dengan mendukung Daihatsu Astec Open mulai tahun ini. “Bulutangkis adalah olahraga pemersatu bangsa. Frisian Flag Indonesia merasa bangga bisa berpartisipasi menjadi minuman susu resmi di Daihatsu Astec Open 2019,” tegas Viyanthi Silvana, Manager Communication PT Frisian Flag Indonesia.


Sementara itu, Rudi mewakili pengurus PBSI provinsi Jawa Timur menuturkan, “Saat ini kejuaraan bulu tangkis tingkat junior di Indonesia terbatas. Kami berterima kasih kepada Daihatsu Astec Open yang memberikan kesempatan kepada PBSI untuk mencari bibit-bibit baru pebulu tangkis Jawa Timur penerus atlit senior.”


Melalui Daihatsu Astec Open 2019, “Harapan kami sumbangsih Daihatsu Astec dan Frisian Flag bisa menjadi satu jawaban untuk berkontribusi pada prestasi Indonesia di olahraga tingkat dunia,” tutup Amelia.


Naskah & Foto: Nugroho Sakri Yunarto

© 2021 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.