Dari Mobil ke Robot: Ketika AI dan Humanoid Menjadi Wajah Baru IIMS 2026
- Editor

- 37 menit yang lalu
- 4 menit membaca
Dari AiMOGA hingga XPENG IRON, robot humanoid dan kecerdasan buatan tampil sebagai wajah baru industri otomotif di Indonesia International Motor Show 2026.

OTOPLUS ONLINE I Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menandai pergeseran menarik dalam wajah pameran otomotif nasional. Di tengah sorotan terhadap kendaraan listrik, teknologi hybrid, dan model-model terbaru, perhatian pengunjung justru banyak tertuju pada kehadiran robot humanoid dan kecerdasan buatan (AI). Pameran ini tidak lagi semata menampilkan kendaraan, tetapi juga menghadirkan gambaran bagaimana manusia akan berinteraksi dengan teknologi mobilitas di masa depan.

Salah satu sorotan datang dari booth JAECOO. Brand SUV ini tidak hanya memamerkan lini kendaraan berbasis Super Hybrid System (SHS) dan EV, tetapi juga menghadirkan robot humanoid AiMOGA (Mornine) yang berinteraksi langsung dengan pengunjung. Robot ini tampil menyapa, merespons, serta hadir di berbagai aktivitas booth, menciptakan pengalaman pameran yang lebih personal dan interaktif.


Dalam konteks global OMODA & JAECOO, AiMOGA diposisikan sebagai bagian dari pengembangan ekosistem layanan masa depan. Robot humanoid ini merepresentasikan peran AI sebagai antarmuka baru antara brand otomotif dan konsumenāmulai dari penyampaian informasi hingga pengalaman showroom yang lebih imersif. Kehadirannya memberi sinyal bahwa teknologi tidak lagi hanya tertanam di kendaraan, tetapi juga hadir secara fisik di ruang interaksi publik.

Pendekatan serupa juga terlihat dari Chery Group melalui brand iCAR. Di IIMS 2026, iCAR menghadirkan AiMOGA MOI, robot humanoid berbasis AI yang dirancang sebagai asisten interaktif di area pameran. AiMOGA MOI menyapa pengunjung, berkomunikasi secara natural, serta menjadi bagian dari konsep booth yang menekankan kreativitas dan pengalaman berbasis teknologi.

Bagi Chery Group, kehadiran AiMOGA MOI sejalan dengan visi pengembangan AI sebagai bagian integral dari ekosistem mobilitas. Robot ini bukan sekadar daya tarik visual, tetapi simbol bagaimana AI dapat menjembatani komunikasi antara produk, brand, dan konsumen. Dengan menempatkan robot humanoid di ruang pameran, iCAR menegaskan bahwa pengalaman otomotif masa depan akan semakin mengedepankan interaksi manusia dan teknologi cerdas.

Sementara itu, XPENG juga menghadirkan pendekatan yang lebih teknologis melalui XPENG IRON, robot humanoid yang menggambarkan penerapan AI dalam bentuk fisik. IRON dirancang untuk dapat berkomunikasi, bergerak, serta berinteraksi secara lebih alami dengan lingkungan sekitarnya, sekaligus memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan dapat diterapkan di luar konteks kendaraan.

Dari sisi teknologi, XPENG menampilkan keseriusan pengembangan AI melalui integrasi sistem komputasi yang sama pada kendaraan dan robot humanoidnya. Baik XPENG P7 maupun XPENG IRON dibekali tiga chip Turing AI dengan total kemampuan komputasi hingga 2.250 TOPs. Secara sederhana, angka ini menggambarkan kapasitas sistem dalam memproses data kecerdasan buatan dalam jumlah besar dan waktu singkatākebutuhan utama untuk pengambilan keputusan secara real time, baik pada kendaraan cerdas maupun robot humanoid.

Khusus pada IRON generasi terbaru, XPENG memperkenalkan model AI dunia fisik generasi pertama yang dikembangkan secara mandiri. Model ini mengombinasikan pemrosesan bahasa, visual, dan aksi, sehingga interaksi antara robot dan manusia terasa lebih natural. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana AI tidak lagi terbatas pada sistem digital, tetapi mulai beroperasi di dunia nyata dengan respons yang kontekstual.
Selain JAECOO, iCAR, dan XPENG, kehadiran AI dan robotik juga tercermin di sejumlah booth lain di IIMS 2026 melalui asisten virtual, sistem interaksi cerdas, hingga demonstrasi teknologi otonom. Meski tidak selalu hadir dalam bentuk humanoid, benang merahnya tetap sama: AI kini menjadi elemen penting dalam membangun pengalaman pengunjung dan narasi mobilitas masa depan.
Fenomena ini menegaskan bahwa robot humanoid dan AI mulai berperan sebagai āwajahā baru industri otomotif. Jika sebelumnya teknologi canggih tersembunyi di balik mesin atau perangkat lunak kendaraan, kini AI tampil ke depanāberdialog, bergerak, dan berinteraksi langsung dengan manusia. Bagi pengunjung, robot menjadi pintu masuk yang lebih mudah untuk memahami teknologi kompleks. Sementara bagi brand, kehadirannya menjadi medium komunikasi yang relevan dengan generasi konsumen digital.
Pada akhirnya, kehadiran robot humanoid dan AI di IIMS 2026 mempertegas satu pesan penting: industri otomotif tengah bergerak melampaui kendaraan. Mobilitas masa depan bukan hanya soal mesin dan baterai, tetapi juga tentang hubungan antara manusia dan teknologi cerdas. Dan di panggung IIMS 2026, robot humanoid telah mengambil peran penting dalam menceritakan masa depan tersebut.
Teks: Indramawan
Foto: JAECOO Indonesia, Ā iCAR, dan XPENG Indonesia




Komentar