DENZA Pamerkan Kemewahan Audio Visual D9 dan B8 di ArtMoments 2026 Jakarta
- Editor

- 2 jam yang lalu
- 3 menit membaca
Usung tema Art in Motion, DENZA hadirkan instalasi visual dan audio pada D9 dan B8 yang dikembangkan bersama dua orang seniman.

OTOPLUS-ONLINE I DENZA tampil berbeda dalam ajang ArtMoments 2026 yang berlangsung di AGORA Mall, Jakarta, pada 4–7 Juni 2026.
Dalam pameran seni tersebut, merek premium di bawah naungan BYD ini tidak hanya memamerkan kendaraan listrik, tetapi juga menghadirkan pengalaman kabin mewah dan teknologi audio premium melalui DENZA D9 serta DENZA B8.
Lewat konsep “Art in Motion”, DENZA mencoba menggabungkan desain, teknologi, dan pengalaman berkendara premium dalam satu ruang interaktif.

Menurut Luther T. Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Indonesia, DENZA ingin menghadirkan kendaraan yang tidak hanya menawarkan inovasi dan kemewahan, tetapi juga mampu menjadi medium ekspresi kreatif melalui perpaduan desain, craftsmanship, dan teknologi.
The Mallacan Leisure: Sebuah Ekspresi Artistik tentang Eksplorasi dan Elegansi pada DENZA D9

Sorotan utama hadir melalui DENZA D9 yang diubah menjadi instalasi seni bergerak karya seniman Indonesia Arief Witjaksana.
MPV listrik premium tersebut tampil dengan balutan visual artistik bertajuk The Mallacan Leisure yang menggambarkan eksplorasi, kebebasan, dan imajinasi modern.
DENZA D9 pun tidak hanya diposisikan sebagai kendaraan, tetapi juga medium ekspresi kreatif.

“Melalui karya ini, saya ingin menghadirkan sebuah ruang yang mendorong audiens untuk mengeksplorasi imajinasi dan menemukan perspektif baru dalam keseharian mereka. Ketika dihadirkan pada DENZA D9, karya ini menjadi sebuah dialog antara ekspresi artistik dan inovasi, memperlihatkan bagaimana teknologi dan kreativitas dapat berjalan berdampingan untuk menciptakan pengalaman yang lebih bermakna,” ujar Arief Witjaksana.
HEAD IN THE CLOUDS: Seni Suara oleh Gabriel Cheah, Dihadirkan melalui DENZA B8

Sementara itu, DENZA B8 menghadirkan pengalaman berbeda lewat instalasi audio bertajuk HEAD IN THE CLOUDS karya seniman asal Malaysia, Gabriel Cheah.






Instalasi tersebut memanfaatkan sistem audio premium Devialet untuk menciptakan pengalaman suara imersif di dalam kabin.
Karya audio ini direkam memberikan pengalaman pendengar seakan-akan berada didalam pesawat yang melaju di ketinggian 40.000 kaki, menghadirkan suara perjalanan di antara awan sebagai metafora mengenai aspirasi, refleksi, dan perjalanan menuju tujuan.
Baca juga: Denza Z9 GT Resmi Tercatat sebagai Mobil Listrik dengan Jangkauan Terjauh di Dunia, Tembus 1.036 Km!
Atmosfer suara yang tenang dan meditatif menciptakan ruang emosional yang mempertemukan ambisi dengan ketenangan, sekaligus merefleksikan filosofi Gabriel mengenai keseimbangan antara pengalaman yang menyenangkan dan tujuan hidup yang bermakna.

“Bagi saya, kebahagiaan bukan sekadar absennya emosi negatif, melainkan keseimbangan antara pengalaman yang menyenangkan dengan pertumbuhan dan makna hidup. Melalui HEAD IN THE CLOUDS, saya ingin menghadirkan ruang emosional yang memadukan harapan, energi positif, serta refleksi personal; sebuah pengalaman audio yang intim dan imersif, di mana ambisi dan ketenangan dapat hadir secara bersamaan,” ujar Gabriel Cheah.
DENZA sebagai VIP Mobility Partner ArtMoments 2026

Selain tampil sebagai instalasi seni, DENZA D9 juga digunakan sebagai VIP shuttle selama penyelenggaraan ArtMoments 2026. Mobil ini mengantar para kolektor, seniman, galeris, media, hingga tamu undangan menuju area acara.
Kehadiran D9 sekaligus memperlihatkan karakter kabin premium yang menjadi salah satu nilai jual utama MPV listrik tersebut.

DENZA menghadirkan nuansa interior lapang dengan pendekatan layaknya lounge berjalan, dipadukan teknologi modern untuk menunjang kenyamanan perjalanan.

Melalui ArtMoments 2026, DENZA ingin memperlihatkan bahwa kendaraan premium tidak hanya berfungsi sebagai alat mobilitas, tetapi juga dapat menghadirkan pengalaman gaya hidup modern yang lebih emosional dan berkelas.
Teks: Indramawan
Foto: DENZA Indonesia




Komentar