• Editor

Gerry Salim Jelaskan, Kenapa Pakaian Bersepeda Dibuat Ketat


“Semua kembali ke selera. Waktu riding bisa pakai pakaian apa aja. Apalagi kalau tujuannya hanya sekedar fun. Paling tidak, usahakan pakai pakaian berbahan dry-fit." (Gerry Salim - Professional Road Racer)

Itulah pertanyaan sekaligus komentar yang banyak muncul, ketika seseorang hendak membeli jersey atau pakaian khusus bersepeda.


Ya, bisa dipahami karena tidak semua orang memiliki tubuh atletis atau ramping seperti atlet atau pesepeda profesional. Jadi agak mukir-mikir juga ketika harus memakai jersey ketat.


Tapi paling tidak dengar komentar Gerry Salim berikut ini. Dia adalah pembalap motor professional asal Surabaya yang sudah malang melintang berkompetisi di kejuaraan Asia, dan bahkan tingkat dunia.

Gerry Salim, road racer kebanggaan Surabaya dengan segudang prestasi dunia rajin latihan fisik dengan bersepeda untuk menjaga tubuhnya tetap prima.


Sebut saja, seperti Asia Dream Cup (2013), All Japan Championship (2014 - 2015), Asia Talent Cup (2015), Asia Road Racing Championship SuperSport 600cc (2016) dan Asia Road Racing Championship AP 250cc, FIM CEV Moto3 Junior World Championship dan Red Bull Rookies Cup (2018), FIM CEV Moto2 (2019).


Nah, kegiatan bersepeda ini adalah salah satu menu latihan fisik yang dilakukan Gerry untuk menjaga stamina tubuhnya selalu prima. Lantas apa komentar Gerry soal kenapa pakaian bersepeda itu harus ketat?


“Seharusnya pakaian bersepeda itu enggak harus ketat. Tapi kalau sudah kebiasaan, pasti lebih nyaman dengan pakaian ketat,” buka arek Suroboyo kelahiran 19 April 1997 ini.

Sama dengan pakaian ketat, sepeda balap (road bike) dirancang dengan setang menunduk sehingga posisi berkendara jadi membungkuk rata, karena bertujuan mengeliminir hambatan angin dari depan (aerodinamika).


Labih lanjut Gerry menjelaskan, saat bersepeda, badan kita ini menahan angin. “Jadi kalau pakai pakaian atau apparel yang longgar, angin justru akan ngendap. Sehingga akan lebih berat,” tutur jawara Asia Road Racing Championship (ARRC) 2017 di kelas Asia Production (AP) 250 ini. Itulah kenapa, resleting pakaian pun harus terkunci rapat. Supaya angin tidak mengendap tadi.

Banyak jersey kualitas bagus, tapi harga terjangkau, asal jangan cari model atau motif yang lagi nge-trend.


Ditambahkan pula oleh Gerry, meski didesain ketat, pakaian bersepeda cukup nyaman dipakai karena bahan yang dipakai kebanyakan bisa melar ngikutin bentuk badan. “Walaupun keliatan ketat, tapi engggak neken kalau dipakai,” tukas Gerry.


Soal pilihan dan harga pun beragam. “Banyak juga yang jual jersey dengan kualitas bagus, tapi harganya tetap terjangkau. Tapi kalau patokannya ngikutin yang lagi ngetrend sih bisa jadi mahal,” senyum Gerry.


Balik lagi ke pertanyaan, apakah pakaian bersepeda harus ketat? Gerry menjawab, “Semua sesuai selera sih. Waktu riding bisa pakai pakaian apa aja. Apalagi kalau tujuannya hanya sekedar untuk fun saja. Tapi paling tidak usahakan pakai pakaian berbahan dry-fit (cepat kering). Sebab waktu riding pasti panas dan banyak keluar keringat. Entar malah masuk angin jadinya. Hahaha,” kelakar Gerry.

Gerry Salim mengingatkan, justru perangkat safety seperti sepatu, helm, kacamata jauh lebih penting diperhatikan.


Justru paling penting menurut Gerry adalah mengedepankan safety atau keselamatan. “Selalu pakai apparel atau perlengkapan berkendara yang lengkap, termasuk helm. Patuhi lalu lintas, dan hargai sesama pengguna jalan yang lain,” pesan Gerry.


Teks: Indramawan

Foto: Istimewa

© 2021 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.