• Editor

Godaan Mesin 273,8 cc Vespa GTS Super 300

"Tenaga berasa ngisi terus dari putaran bawah sampai atas, Putar gas, tau-tau sudah 100 km/jam. Asyik buat turing..."
  • Mesin berkapasitas bersih 273,8 cc menggoda untuk digas pol.

GTS Super 300 yang diperkenalkan akhir September 2017 merupakan pendahulu Vespa GTS Super Tech 300 yang kami coba Januari lalu (https://www.otoplus-online.com/post/ulas-tuntas-vespa-gts-super-tech-300).

  • Dipasarkan dengan harga Rp 129.000.000 (OTR Surabaya).

Skuter yang merupakan flagship model Piaggio Indonesia ini masih dipasarkan dengan harga Rp 129.000.000 (OTR Surabaya). Dengan selisih harga lebih terjangkau nyaris Rp 30 juta, tentu GTS Super 300 dapat menjadi alternatif buat yang lagi mengincar Vespa GTS Super Tech 300 tapi merasa banderolnya kemahalan. Mengapa layak dipertimbangkan?

Detail Bodi Klasik

  • Overall terlihat lebih klasik dibandingkan penerusnya.

Sebelum ngomongin mesin yang jadi selling point utamanya, kita bahas dulu bodinya. Soal platform, tidak ada yang berbeda karena improvement dilakukan Piaggio pada GTS Super Tech sebatas improvement pada mesin dan fitur.

  • Bentuk crest (jengger) tanpa celah seperti kepunyaan GTS Super Tech 300.

  • Horn cover terlihat terbenam ke dalam bodi, lebih klasik.

  • Palang pelek terlihat polos tanpa lekukan.

  • Kisi pada kempol menguatkan aksen Vespa klasik.

Untuk membedakan bisa kita lihat dari detail bodi seperti desain crest alias jengger, panel bodi depan atau horn cover, bentuk rumah spion, desain cover panel radiator dan bentuk bilah palang pada pelek. Overall GTS Super 300 masih terlihat klasik dengan dominasi bentuk membulat.

Fitur Masih Mumpuni

  • Fitur masih tergolong update.

Kalau diibaratkan ponsel, Vespa GTS Super 300 ibarat ponsel Samsung seri S. Meski rakitan 2017 fitur-fitur yang menyertainya masih tergolong update untuk saat ini.

  • Positioning light mengandalkan LED.

Skuter yang dirakit di Vietnam ini dianugerahi LED Front Positioning Light, layar LCD di panel meter yang menunjukkan informasi volume bahan bakar, tripmeter, odometer dan jam.

  • Kunci bagasi bisa dibuka menggunakan remote.

  • Tombol MODE ini tidak ada di GTS Super Tech 300 lantaran digantikan toggle switch yang diletakkan di sisi kiri setang.

GTS Super 300 juga dibekali Electric Remote Opening System on Saddle, Bike Finder, USB Port, Tilt Sensor, Immobilizer, Anti-lock Braking System (ABS) dan Anti Slip Regulation (ASR).

  • Headlight masih mengandalkan bohlam halogen.

  • Instrument meter model analog dengan LCD display yang menampilkan informasi bahan bakar, tripmeter, odometer dan waktu.

Hanya saja GTS Super 300 belum mengadopsi teknologi LED pada headlight dan taillight. Instrument panelnya pun masih model analog dengan jarum spidometer fisikal bersatuan km/jam dan mil/jam bernuansa klasik.


Impresi Berkendara

  • OTOPLUS-ONLINE mengajak para sobat untuk merasakan performa GTS Super 300.

Kami mengajak beberapa sobat, Mimid, Bryan dan Reza untuk mencicipi performa mesin GTS Super 300. Ketiganya sepakat kalau performa mesin berteknologi QUASAR (QUArter litre Smooth Augmented Range) berkapasitas bersih 278,3 cc-nya dahsyat.

  • Bryan, “Tenaga berasa ngisi terus dari putaran bawah sampai atas.”

“Tenaga berasa ngisi terus dari putaran bawah sampai atas,” tutur Bryan. “Putar gas, tau-tau sudah 100 km/jam,” timpal Reza. “Asyik nih buat turing jarak jauh,” imbuh Mimid.

  • Mimid, “Asyik nih buat turing jarak jauh.”

OTOPLUS-ONLINE pun sepakat, meski belum dibekali teknologi HPE (High Performance Engine) seperti halnya di GTS Super Tech 300, kemampuan GTS Super 300 terasa lebih dari cukup dan sungguh menggoda untuk melaju kencang.

  • Reza, “Putar gas, tau-tau sudah 100 km/jam.”

Tenaganya, 20,9 dk. Memang tidak sebesar GTS Super Tech 300 yang mencapai 23,8 dk tapi rasanya more controllable. Sementara torsinya lebih kecil 4 Nm dibandingkan GTS Super Tech 300 yang menyentuh 26 Nm.

  • Karakter penyaluran tenaga smooth.

Limpahan tenaganya terasa merata di semua rentang putaran mesin, hanya karakter power delivery-nya lebih smooth di putaran rendah, sementara di putaran menengah dan atas, nyaris gak berbeda dengan GTS Super Tech 300. Kami sempat mencoba hingga 120 km/jam dan masih menyisakan pelintiran di grip gas.

  • Dikawal sistem ABS untuk keamanan pengereman.

Tapi harus diakui, di putaran atas mesin HPE dengan tenaga lebih besar memang terasa lebih powerful. GTS Super 300 paling nikmat diajak cruising saat mesin mulai berkitir mendekati puncak torsi di 5.000 rpm, itu pada kecepatan 60-70 km/jam.

  • Sementara teknologi ASR akan mengontrol putaran roda belakang agar terhindar dari selip akibat terlalu besar membuka throttle gas.

Mengenai karakter pengendalian, posisi berkendara dan segi kepraktisan tidak ada bedanya dengan GTS Super Tech 300 ( baca : https://www.otoplus-online.com/post/ulas-tuntas-vespa-gts-super-tech-300 ).


Unit Sangat Terbatas

  • Unit terbatas karena sudah digantikan oleh GTS Super Tech 300.

Lantaran sejatinya produk ini sudah digantikan oleh GTS Super Tech 300, stok yang tersisa tak lagi banyak. “Masih ada di beberapa dealer, tapi quantity-nya sangat terbatas,” info Ramon Christian, Deputy Director Satya Mandiri Motors (SMM).

  • Warna Giallo Gelosia Matt seperti ini belum tentu masih tersedia.

Artinya jangan berharap untuk bisa memilih pilihan warna Montre Bianco, Verde Speranza atau Giallo Gelosia Matt seperti unit tes yang kami pinjam dari Vespa SMM Tegalsari Surabaya ini.


Teks: Nugroho Sakri Yunarto

Foto: Hendra Sonie, Nugroho Sakri Yunarto

S U B S C R I B E

© 2019 - 2020 otoplus-online