• Editor

Hadapi Musim Hujan, Pilih dan Rawat Ban Motor Dengan Benar



Pemilihan ban saat musim hujan sangat berpengaruh terhadap keselamatan di jalan. “Jangan pilih ban dari modelnya. Tapi pakailah ban yang cocok untuk kondisi jalan basah, atau dapat digunakan untuk berkendara sehari-hari,” buka Naim Muhdori selaku Technical Development Area Head MPM Honda Jatim.


Untuk itu, Naim Muhdori menjelaskan ciri ban yang cocok dipakai untuk berkendara sehari-hari, termasuk ketika saat hujan.


“Pilih ban yang memiliki ciri alur yang menjangkau hingga tepi ban. Tujuan dari alur ini adalah untuk membuang air ke samping (melalui alur), saat ban melewati jalanan yang tergenang,” lanjut Naim Muhdori.


Paling penting, segera ganti ban jika sudah botak dan terasa licin. Itu jadi pertanda ban telah melewati batas keausan karena sudah tidak bisa mencengkeram jalan dengan baik. “Tanda keausan ban (thread wear indicator atau TWI) dapat di lihat di indikator yang terdapat di dinding ban," tunjuk Naim Muhdori sambil tetap menyarankan agar pemilihan ukuran ban disesuaikan dengan standar ukuran ban motor yang ditentukan pabrik pembuatnya.


Untuk tipe cub atau bebek disarankan ukuran 70/90 untuk ban depan, dan 80/90 untuk ban belakang. Sementara tipe skuter otomatik atau skutik ukuran 80/90 untuk ban depan, dan 90/90 untuk ban belakang.

Beberapa motor model tertentu memiliki spesifikasi ban yang khusus. Konsultasikan dengan bengkel resmi jika akan lakukan penggantian atau perubahan.


“Dan ada juga ukuran ban yang didesain khusus untuk motor tertentu, misalnya tipe big scooter seperti Honda PCX dan Honda ADV, yang memakai ukuran ban depan 100/90, dan ukuran ban belakang 120/70,” imbuh Naim Muhdori sambil menambahkan ban dengan ukuran standar ini membuat kinerja motor optimal dari segi safety, kenyamanan, dan konsumsi bahan bakarnya.


Selain itu, agar ban awet, maka perlu juga dirawat. Caranya dengan rajin mencuci dan membersihkan ban dari kerikil atau pasir yang menempel, karena akan mengakibatkan ban gampang bocor dan terkikis.


“Perhatikan tekanan angin ban dan sesuaikan tekanan yang disarankan. Tidak kurang dan tidak kelebihan karena akan mengakibatkan ban menjadi keras, benjol atau keausan tidak merata dan cepet habis,” kata Naim Muhdori sambil menginfokan, bengkel AHASS memberikan layanan pit express, ganti ban hanya 15 menit sehingga konsumen tidak perlu menunggu lama untuk mengganti ban motornya.


Selain itu, hindari membawa beban melebihi kapasitas motor. Hal tersebut juga akan mengakibatkan ban cepat aus.

Teks: Indramawan

Foto: MPM Honda Jatim