top of page

Half Steering Tak Diizinkan dalam Standar Baru China, Bagaimana Negara Lain?

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 23 jam yang lalu
  • 3 menit membaca
Revisi standar keselamatan kendaraan oleh Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) mensyaratkan metode uji dengan lingkar kemudi penuh, sehingga model kemudi half steering tak diizinkan dalam standar baru di China.

Half-Circle Steering Wheel yang banyak digunakan pada kendaraan berkonsep sport dan futuristik seperti pada produk Tesla, tidak diizinkan di China mulai 1 Januari 2027. Foto: Tesla Motors Club
Half-Circle Steering Wheel yang banyak digunakan pada kendaraan berkonsep sport dan futuristik seperti pada produk Tesla, tidak diizinkan di China mulai 1 Januari 2027. Foto: Tesla Motors Club

OTOPLUS ONLINE I Mulai 1 Januari 2027, desain kemudi kendaraan di China berpotensi berubah signifikan.


Draf revisi standar nasional yang diterbitkan oleh Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) memperbarui ketentuan perlindungan pengemudi terhadap sistem kemudi dalam benturan frontal melalui revisi standar GB 11557.


Dokumen tersebut tidak menyebutkan larangan eksplisit terhadap desain tertentu. Namun metode pengujian yang ditetapkan mensyaratkan titik-titik uji yang terdistribusi pada rim kemudi berbentuk lingkar penuh (continuous circular rim).


Dengan konfigurasi uji tersebut, desain half steering tidak memenuhi skema pengujian sebagaimana dirumuskan dalam revisi standar.


Metode pengujian yang ditetapkan MIIT mensyaratkan titik-titik uji yang terdistribusi pada rim kemudi berbentuk lingkar penuh (continuous circular rim). Foto: Astra Otoparts
Metode pengujian yang ditetapkan MIIT mensyaratkan titik-titik uji yang terdistribusi pada rim kemudi berbentuk lingkar penuh (continuous circular rim). Foto: Astra Otoparts

Dalam draf GB 11557, pengujian dilakukan pada sejumlah titik tertentu di sepanjang lingkar kemudi untuk mengukur parameter perlindungan pengemudi saat benturan frontal.


Struktur metode ini secara teknis mengasumsikan keberadaan rim berbentuk utuh.


Revisi ini disebutkan bertujuan meningkatkan perlindungan keselamatan serta menyelaraskan standar nasional dengan praktik internasional.


Lalu bagaimana pendekatan negara lain terhadap desain kemudi?


Amerika Serikat: Berbasis Parameter Energi dan Displacement


HTSA berkantor di markas besar USDOT di Navy Yard (Washington, D.C.) di Washington, D.C. Foto: Wikipedia
HTSA berkantor di markas besar USDOT di Navy Yard (Washington, D.C.) di Washington, D.C. Foto: Wikipedia

Di Amerika Serikat, standar keselamatan kendaraan ditetapkan oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) melalui Federal Motor Vehicle Safety Standards (FMVSS).


Dua regulasi utama yang relevan adalah:


  1. FMVSS No. 203 — Impact Protection for the Driver from the Steering Control System:

    Standar ini menetapkan batas energi dan gaya yang ditransmisikan dari sistem kemudi kepada pengemudi saat uji benturan frontal. Fokusnya adalah perlindungan kepala dan kemampuan sistem kemudi menyerap energi.


  2. FMVSS No. 204 — Steering Control Rearward Displacement:

    Regulasi ini menetapkan batas maksimum pergeseran ke belakang (rearward displacement) sistem kemudi saat uji benturan frontal, dengan parameter kuantitatif dalam milimeter.


Dalam kedua standar tersebut tidak terdapat ketentuan yang menentukan bentuk geometri steering wheel harus berbentuk lingkar penuh.


Kepatuhan ditentukan berdasarkan pemenuhan parameter keselamatan yang terukur dalam pengujian.


Eropa: UN Regulation No. 12


Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Eropa (UNECE) bermarkas di Palais des Nations di Jenewa, Swiss. Foto: UNECE
Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Eropa (UNECE) bermarkas di Palais des Nations di Jenewa, Swiss. Foto: UNECE

Di Eropa dan sejumlah negara lain, sistem homologasi kendaraan mengacu pada regulasi yang dikeluarkan oleh United Nations Economic Commission for Europe (UNECE).


Regulasi yang relevan adalah UN Regulation No. 12 (UN R12), yang mengatur perlindungan pengemudi terhadap sistem kemudi dalam peristiwa benturan frontal.


UN R12 menetapkan:

  • Metode pengujian benturan

  • Batas gaya dan energi yang ditransmisikan

  • Parameter deformasi dan displacement sistem kemudi


Regulasi ini tidak memuat ketentuan yang mensyaratkan steering wheel berbentuk lingkar penuh.


Implementasinya di Uni Eropa dikoordinasikan melalui sistem type approval oleh European Commission.


Pendekatan ini berfokus pada hasil parameter keselamatan, bukan konfigurasi geometris rim kemudi.


Jepang dan Korea Selatan: Harmonisasi dengan UNECE


Jepang mengharmonisasikan standar nasionalnya dengan regulasi UNECE. Foto: unsplash.com
Jepang mengharmonisasikan standar nasionalnya dengan regulasi UNECE. Foto: unsplash.com

Di Jepang, regulasi keselamatan kendaraan berada di bawah otoritas Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT).


Jepang mengharmonisasikan standar nasionalnya dengan regulasi UNECE, termasuk UN R12.


Kerangka regulasi Jepang menetapkan parameter gaya, energi, dan kinerja sistem kemudi saat benturan frontal. Tidak terdapat ketentuan eksplisit yang mewajibkan bentuk lingkar penuh pada steering wheel.


Di Korea Selatan, regulasi keselamatan kendaraan diatur melalui Korean Motor Vehicle Safety Standards (KMVSS) oleh Ministry of Land, Infrastructure and Transport.


KMVSS mengatur perlindungan pengemudi terhadap sistem kemudi dalam benturan frontal dengan pendekatan berbasis parameter keselamatan dan displacement kolom kemudi.


Regulasi tersebut juga tidak menetapkan bentuk geometris tertentu pada rim kemudi.



Catatan: Seluruh uraian dalam artikel ini merujuk pada dokumen regulasi resmi yang diterbitkan oleh MIIT (China), NHTSA melalui FMVSS 203 dan 204 (Amerika Serikat), UNECE melalui UN Regulation No. 12 (Eropa), MLIT (Jepang), serta KMVSS Korea Selatan.


Artikel ini membandingkan redaksi regulasi sebagaimana tertulis dalam dokumen resmi tersebut, tanpa penambahan interpretasi di luar teks normatif yang berlaku.


Kesimpulan


Chery Tiggo 9 menjalani uji tabrakan tumpang tindih kecil di Tiongkok. Foto: Chery Malaysia
Chery Tiggo 9 menjalani uji tabrakan tumpang tindih kecil di Tiongkok. Foto: Chery Malaysia

Dari uraian regulasi di atas, terlihat bahwa China melalui revisi standar GB 11557 mengatur sistem kemudi dengan pendekatan yang lebih rinci pada aspek konfigurasi fisik, termasuk metode pengujian yang mensyaratkan lingkar kemudi penuh.


Sementara itu, Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan Korea Selatan lebih menitikberatkan pada hasil pengujian keselamatan—seperti batas energi benturan dan pergeseran kolom kemudi—tanpa secara khusus mengatur bentuk desain setir.


Artinya, perbedaan bukan pada tujuan keselamatan, melainkan pada cara mengaturnya.


China memasukkan konfigurasi kemudi ke dalam skema pengujian secara eksplisit, sedangkan negara lain menilai keselamatan berdasarkan parameter performa, terlepas dari bentuk desainnya.


Teks: Indramawan

Foto: dari berbagai sumber

Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page