• Editor

Harley Malaria

AMF Harley-Davidson SS-125 1973 - 1975

Motor milik warga Surabaya, Mochammad Zuhaer yang didapat dari penjual di kawasan pantai Tambak Sawah, Sidoarjo ini punya sejarah istimewa terkait eksistensi Harley-Davidson.


Pertama, sebab motor ini mengusung mesin kapasitas kecil 125cc, 2-tak, 5-speed yang dibuat oleh divisi kendaraan roda dua Aermacchi, pabrikan pesawat terbang asal Italia, yang dibeli 50% sahamnya oleh Harley tahun 1960.

Ya, saat itu pabrikan motor asal Amerika ini sedang menjajaki pembuatan motor-motor kapasitas kecil, setelah mendapat ganti rugi Perang Dunia II berupa desain sepeda motor kapasitas kecil dari pabrikan Jerman (sebagai pihak yang kalah perang), yaitu DKW RT 125. Dari sinilah lahir motor-motor kapasitas kecil Harley, seperti Hummer dan Topper (model skuter), yang terus dikembangkan sampai dengan era mesin Aermacchi itu.

Kedua, terkait dengan brand AMF yang merupakan singkatan dari American Machine and Foundry, setelah membeli saham Harley tahun 1969 (sebelum dibeli lagi oleh Harley tahun 1981). Salah satu model yang diproduksi dalam kurun waktu itu adalah SS-125 ini, atau yang lebih populer disebut dengan ‘Harley Malaria’ di Indonesia.

Kenapa bisa begitu, karena motor ini sempat didatangkan ke Indonesia melalui Kementrian Kesehatan, sebagai fasilitas bagi dokter yang ditugaskan untuk memberikan pertolongan kepada korban wabah malaria yang banyak terjadi di pelosok-pelosok daerah.

“Karena itu, motor ini ada yang memiliki spesifikasi mirip motor trail, ada juga yang tipe sport. Bedanya ada di knalpot dan setang. Kebetulan yang saya punya ini tipe sport, karena itu knalpot landai, tidak melingkar ke atas. Terus setangnya bukan model trail, tapi seperti motor-motor sport cruiser,” buka Mochammad Zuhaer, atau lebih akrab disapa Abi yang menebus motor ini seharga Rp 20 juta tahun 2013 lalu.

Ditambahkan oleh Abi, butuh waktu 3 bulan untuk mengembalikan SS-125 ke kondisi awal. Untung saja, Abi yang dulunya hobi main motor trail ini adalah mitra bisnis, Udek, mantan mekanik road race yang sekarang menekuni profesi builder di bawah bendera WS Udek OTO. Jadi pengerjaan restorasi dan modifikasi bisa dilakukan di bengkel yang ada di kawasan Menganti, Gresik ini,

“Tapi karena keterbatasan spare parts, terutama kelistrikan, kami pun menempuh cara modifikasi,” tunjuk Abi yang memakai pengapian CDI comotan dari Suzuki RC.


Juga lampu sein dan spion yang dicomot dari motor twin lawas, dengan model serupa.


“Selebihnya, Alhamdulillah masih ori semua. Wheel set, body cover, knalpot, hingga daleman mesin, dan karburator masih bawaan motor,” timpal Udek sambil menunjuk tulisan Harley di beberapa komponen.


Sayang motor ini tanpa dilengkapi dokumen, sehingga kurang jelas diproduksi tahun berapa.



Tapi jika dilihat dalam sejarahnya, maka AMF Harley-Davidson SS-125 ini dibuat dalam kurun waktu 1973 – 1975 saja. Sehingga termasuk langka.

Naskah & Foto: Indramawan