IIMS Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Disperindag Jatim Sebut Industri Otomotif Jadi Penggerak Ekonomi
- Editor

- 4 menit yang lalu
- 2 menit membaca
Sebanyak 40 merek kendaraan roda dua dan roda empat ikut meramaikan IIMS Surabaya 2026 yang berlangsung 26 - 31 Mei 2026 di Grand City Surabaya.

OTOPLUS-ONLINE I Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 resmi dimulai di Grand City Surabaya, Selasa (26/5/2026). Event tahunan ini dibuka langsung oleh Dr. Iwan, S.Hut., M.M., Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur bersama pihak penyelenggara dan sponsor.

Dalam sambutannya, Iwan menilai IIMS bukan sekadar ajang memamerkan kendaraan terbaru, tetapi juga mencerminkan perkembangan dan daya saing industri otomotif di Jawa Timur.
Ia mengatakan pemerintah provinsi mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari penyelenggara, pelaku industri, investor, hingga komunitas otomotif yang ikut mendukung terselenggaranya pameran tersebut.
Menurutnya, IIMS Surabaya 2026 juga menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem industri otomotif nasional sekaligus menjaga optimisme pasar di tengah kondisi ekonomi global yang masih dinamis.
Sementara itu, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung menyebut industri otomotif memiliki peran besar terhadap perputaran ekonomi, termasuk di Surabaya dan Jawa Timur.





Karena itu, Dyandra kembali menghadirkan IIMS Surabaya dengan skala yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Luas area pameran kini mencapai 12.388 meter persegi dan durasi acara diperpanjang hingga 31 Mei 2026.




Sebanyak 40 merek kendaraan roda dua dan roda empat ikut meramaikan pameran tahun ini. Beragam program hiburan dan aktivitas pendukung juga disiapkan untuk menarik pengunjung selama enam hari penyelenggaraan.
Baca juga: Benelli Perkasa Motor Perkenalkan Cruiser Bike Futuristik Benda LFC 700 Pro di IIMS Surabaya 2026
Dyandra berharap IIMS Surabaya 2026 dapat memberikan dampak positif bagi industri otomotif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Teks dan Foto: Indramawan




Komentar