• Editor

Ini Alasan Biker Suka Telinga Kelinci

“Saya pilih setang rabbit karena cocok kaitanya dengan gaya king and queen chopper, yang butuh posisi nyaman saat duduk...”

Maraknya motor custom bergaya chopper jadi penyebab maraknya pemakaian setang telinga kelinci atau rabbit-ear handlebar.

“Saya cuma menyesuaikan dengan konsep bodinya. Selain itu, setang rabbit ini bikin motor nyaman dinaiki jika sesuai postur pengendaranya,” bilang Chandra Nyala Wiranata dari Sinner & Co, Surabaya.


Hal senada diungkap Haris Fatchurohman, builder Smokebelt Garage, Sidoarjo. “Saya pilih setang rabbit karena cocok kaitanya dengan gaya king and queen chopper, yang butuh posisi nyaman saat duduk.”

Ya, riding position old school chopper yang mengusung jok bertingkat (king and queen seat) ini memang identik dengan gaya nyantai pengendara dan boncengernya. Butuh setang yang menjulur panjang ke belakang, dengan jarak antar kedua lengan tak terlalu lebar. Untuk itu, rabbit handlebar ini memang sangat cocok.


Meskipun demikian Tedja Widjaja dari Imagineering Customs Jakarta mengingatkan setang gaya ini butuh keterampilan khusus pengendaranya.


“Kebetulan waktu saya di Jogjakarta, saya sempat naik chopper punya teman dengan setang rabbit ini. Enggak mudah loh handling-nya karena posisi kedua lengan sangat mepet. Susah dan pegal buat tekuk setang ke kiri-kanan. Kurang cocok buat riding di jalanan dengan traffic yang padat kayak di Jakarta. Tapi buat di jalan lempeng enggak ada masalah. Dan gayanya memang nakal banget,” senyum Tedja. “Beda sama setang ape hanger. Karena lebih lebar, tekuk setang jadi lebih ringan.”

Hal ini memang diakui Haris. “Setang rabbit bikin pengendara terlihat lebih rileks saat riding. Motor juga terasa lebih stabil dan tidak goyang di kecepatan tinggi. Tapi soal handling maupun bermanuver setang rabbit sangat tidak disarankan!”


Naskah: Indramawan

Foto: Indramawan/Istimewa