Jangan Panik Ketika Mobil Masuk Mode Aman atau Safe Mode!
- Editor

- 3 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Gejala Safe Mode, mobil tiba-tiba kehilangan tenaga atau lampu check engine menyala di dashboard.

OTOPLUS ONLINE I Jika Anda berkecimpung di bidang IT atau program komputer pasti Anda cukup familiar dengan istilah Safe Mode atau Mode Aman.
Bagi yang belum kenal istilah ini, Safe Mode adalah kondisi perlindungan otomatis yang dapat terjadi, baik pada mobil bensin maupun mobil listrik.
Gejalanya, mobil tiba-tiba kehilangan tenaga atau lampu check engine menyala di dashboard.
Jika ini terjadi, kemungkinan mobil sedang masuk ke Safe Mode.
Sistem perlindungan ini diaktifkan oleh komputer mobil (ECU) saat mendeteksi masalah serius pada mesin, transmisi, atau sistem elektronik lainnya, untuk melindungi komponen mobil dari kerusakan lebih parah.
Lebih lengkapnya, simak apa yang harus dilakukan ketika mobil masuk mode aman atau safe mode, dilansir dari website resmi Chery Indonesia.
Tetap Tenang dan Kurangi Kecepatan
Ketika tanda-tanda safe mode muncul, tetap tenang dan perlambat kendaraan secara bertahap.
Safe mode bukan berarti mobil rusak total. Tapi ini adalah sistem perlindungan otomatis yang mencegah mesin bekerja terlalu berat.
Kurangi kecepatan dan arahkan kendaraan ke tempat yang aman sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Matikan Mesin Beberapa Menit, Lalu Hidupkan Kembali
Setelah berhenti di tempat yang aman, matikan mesin selama kira-kira 5ā10 menit.
Ini memberi waktu bagi sistem ECU untuk melakukan reset sementara.
Dalam beberapa kasus ringan seperti kesalahan sensor sesaat, sistem bisa kembali normal setelah mesin dihidupkan ulang.
Periksa Indikator dan Kondisi Mesin
Perhatikan indikator di dashboard, seperti lampu check engine, suhu mesin, atau tekanan oli.
Jika lampu-lampu itu menyala, kemungkinan ada masalah pada sistem tertentu.
Periksa juga kondisi fisik mesin dan pastikan tidak ada suara aneh, bau terbakar, atau asap dari ruang mesin.
Hindari Memaksa Kendaraan Melaju Kencang
Selama mobil masih dalam safe mode, hindari menekan pedal gas terlalu dalam atau memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Dalam kondisi ini, sistem membatasi tenaga mesin untuk melindungi mesin dan transmisi.
Memaksakan berkendara cepat justru bisa memperparah kerusakan.
Segera Bawa ke Bengkel Resmi untuk Diagnosis ECU
Setelah memastikan mobil berada di tempat aman, langkah paling tepat adalah membawa kendaraan ke bengkel resmi atau bengkel terpercaya.
Teknisi akan menggunakan alat scanner ECU untuk membaca error code dan menemukan sumber masalah secara akurat.
Perbaikan profesional penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada sistem elektronik atau mekanik mobil.
Teks: Indramawan
Foto: Ilustrasi




Komentar