• Editor

Karena Pandemi, Tren Pelek 2021 di Surabaya Bergeser Seperti Ini

“Konsumen cenderung lebih saving money. Pemilihan pelek ukurannya tetap sama dengan standar, hanya beda bentuk saja. Ini untuk mensiasati agar tidak perlu beli ban baru..." (Steven Margiano - owner CSM Autowheels Surabaya).

OTOPLUS-ONLINE I Pemilihan pelek aftermarket cenderung membuat tampilan mobil jadi semakin mewah atau kekar tergantung modelnya. Pilihan diameter lebih besar dari ukuran standar, dan lebih mahal, selalu jadi opsi pertama.


Namun efek pandemi COVID-19 yang mengakibatkan goyangnya semua sektor ekonomi membuat tren pemilihan pelek bergeser.

  • Vossen Replica MX, desain jari-jarinya timeless

“Konsumen cenderung lebih saving money dibanding harus membeli pelek mahal untuk saat ini,” terang Steven Margiano, pemilik bengkel CSM Autowheels di kawasan Raya Bratang Binangun, Surabaya.


Steven mencontohkan saat ini pemilihan pelek ukurannya tetap sama dengan standar hanya beda bentuk saja. Ini untuk mensiasati agar tidak perlu beli ban baru.

“Misal mobil SUV yang standarnya ring 18 desain palang 6 diganti dengan ring 18 palang 4 dengan desain yang lebih sporty,” bebernya.
  • Toyota Voxy, pelek HSR London TY 18x7", et 45

  • Gerai CSM Autowheels di kawasan Raya Bratang Binangun, Surabaya cukup lengkap menjual pelek berbagai ukuran

Sedangkan untuk lebar pelek. Sebelum pandemi, pilihan pelek dengan model celong dan lebar belang jadi primadona, kini lebar rata lebih banyak dipilih. Alasannya menghemat untuk pembelian ban dengan ukuran berbeda, yang memang jauh lebih mahal.


Bicara soal warna, tahun 2021 ini silver polish, bronze, matte black dan gun metal masih jadi primadona. Selain lebih mudah perawatannya juga membuat mobil jadi terkesan garang dan sporty.


“Pelek-pelek rally macam Compe Rally, OZ, dan Enkei juga mulai banyak peminat,” jelas Steven yang gerainya cukup lengkap menjual pelek berbagai ukuran ini.


Teks & Foto: Domas D.