• Editor

Kawasaki KZ200 1983 - Rondo Royale (Sinner and Co.): Janda Pemikat Hati Juri


Kenapa diberi nama Rondo Royale? Begitulah pertanyaan yang terlontar dari OTOPLUS-ONLINE ketika melihat lettering art bikinan Sonny Twist Paint pada tangki peanut yang menempel di atas rangka chopper bobber ini.

Chandra Nyala Wiranata a.k.a Gembenk dari Sinner and Co. yang mem-build motor berjuluk Rondo Royale ini pun berkisah sejarah motor custom berbasis Kawasaki KZ 200 (Binter Merzy).


“Dulu Jack (si pemilik motor) punya sepasang KZ 200. Yang satu keluaran tahun 1983, satunya lagi tahun 1981. Nah KZ tahun yang lebih tua itu kemudian dijual ke teman sendiri. Karena itulah status KZ yang tahun 1983 ini sekarang adalah janda alias rondo kalau dalam bahasa Jawa,” jelas Gembenk.


Sementara nama Royale ditambahkan sebagai pelesetan dari nama jajanan tape goreng, Rondo Royal. Atau bisa juga diterjemahkan janda bangsawan, karena royal (royale) punya arti bangsawan dalam bahasa Inggris. Ini sesuai keinginan Jack membesut chopper bobber yang simple, minimalis tapi terlihat mewah.


Menariknya, ternyata ‘Si Janda Bangsawan’ ini ternyata justru banyak memikat hati juri kontes. Di beberapa event custombike show Tanah Air, Rondo Royale berhasil menyabet beberapa prestasi.

Di antaranya juara 3 Chopper Bobber Suryanation Final Battle Surabaya 2018, PICK dari Kustomfest dan Burnout di Customland 2018, juga PICK dari 6 custom garage ternama Tanah Air seperti Gumz Custom, Disaster13, Rizkilembinc Jakarta, Rujikarat MC., dan NK13 di Custom War 2019.

“Bagi kami, semua penghargaan ini sangat berarti. Apalagi di event Custom War. Motor ini dapat PICK paling banyak,” bangga Gembenk.


Influence Dari Mark Drews

Konsep pengerjaan Rondo Royale ini sangat terpengaruh oleh Solitary Confinement, custom project dari Mark Drews yang menggunakan basis Triumph T110 1957.


“Simple, minimalis, nakal, tapi mewah… Itu yang saya suka dari Triumph garapan Mark Drews. Dia punya pemikiran idealis yang searah dengan imajinasi saya,“ buka Jack yang punya nama asli Zakaria itu.

Ditambah lagi, rangka bobber pada Triumph itu dinilai sangat pas untuk dimensi mesin single cylinder KZ 200. “Dari sini kami buat rangka sendiri dari nol meniru punya Triumph itu,” tutur Gembenk.


Simple & Clean

Untuk mengejar tampilan yang sederhana, minimalis dan bersih, Gembenk berpikir keras, bagaimana caranya agar setang gagang sapu alias broomstick handlebar yang terpasang pada motor, bebas dari tuas rem depan maupun kopling. Ya, Jack pengin tetap pasang rem depan untuk alasan safety karena motor ini kerap dipakai riding.

Ide muncul dari kepala Gembenk untuk memasang tuas rem depan pada rangka backbone. Langkah ini sangat pintar sekali karena sekaligus memanfaatkan space kosong pada rangka backbone yang hanya terisi oleh tangki biji kacang alias peanut gas tank kapasitas ngirit, 2 liter. Sementara untuk tuas kopling, Gembenk menyiasatinya dengan memasang hand shifter atau model tongkat.


Data modifikasi

Ban depan: Swallow 275x21 (semi off-road) Ban belakang: Unily 350 x19 Pelek depan: TK 21x185 Teromol depan: Yamaha AS3 Pelek belakang: TK 19x215 Teromol belakang: Yamaha DT100 Bodi: custom Tangki: custom Setang: custom Headlamp: custom Fork depan: custom front end Fork belakang: custom rigid Transmisi: hand shifter Stoplamp: handmade Seat: handmade Sepatbor: handmade Manifold: handmade Footpeg: handmade Accu box: handmade Builder: Sinner & Co. Alamat: Jl. Simorejo Sari B 11/12 Surabaya IG: @sinner_and_co


Naskah & Foto: Indramawan


S U B S C R I B E

© 2019 - 2020 otoplus-online