• Editor

Kenapa Honda Tingkatkan Kapasitas Mesin Dari 150cc Jadi 160cc?

"Karena kemunculan produk-produk yang kompetitif, perubahan value, dan permintaan pasar, sementara kami masih harus mengedepankan pengalaman berkendara yang nyaman..." (Junpei Omori - Chief Engineer of Honda PCX Project)

Mesin terbaru Honda eSP+ (enhanced Smart Power Plus), kapasitas 157cc, SOHC 4 katup, pendingin cairan, serja sistem pasokan bahan bakar injeksi PGM-F1 (Foto: honda.co.jp)


OTOPLUS-ONLINE I Sepertinya fokus pengembangan Honda untuk line up produknya di Asia Tenggara saat ini adalah peningkatan kapasitas mesin dari 150 cc menjadi 160cc pada line up motor matik dan bebek yang menjadi segmen paling besar pemakainya.

Honda PCX 160 telah lebih dulu diperkenalkan di Jepang (November 2020), disusul kemudian di Thailand bebrapa hari lalu (7/1/2021), dan diharapkan segera hadir ke Indonesia (Foto: honda.co.jp)


Yang telah terbukti adalah dirilisnya PCX 160 di Thailand, menggantikan model sebelumnya PCX 150. Secara bersamaan, beredar kabar pula bahwa mesin terbaru Honda eSP+ (enhanced Smart Power Plus), kapasitas 157cc, SOHC 4 katup, pendingin cairan, serja sistem pasokan bahan bakar injeksi PGM-F1 ini akan diwariskan ke Honda Click 160, yang kalau di Indonesia dikenal dengan nama Vario.


Tujuan peningkatan kapasitas mesin ini ditujukan untuk mengungguli line up Yamaha yang terlebih dahulu mengusung mesin kapasitas lebih besar, 155cc.

Honda Vario diduga besar akan menggunakan mesin 160cc yang sama dengan PCX 160 (Foto: Astra Honda Motor)


PCX 160 misalnya diproyeksikan akan bersaing dengan NMAX 155 di pasaran. Sementara itu, Vario 160 diharapkan akan mampu menghadang Aerox 155, karena itu mesin 150cc-nya ditingkatkan menjadi 160cc.


Tak hanya di segmen motor matik. Di segmen motor bebek pun Honda dikabarkan akan mengupgrade gacoannya, yakni Winner X.

All New Supra GTR 150 kemungkinan besar akan menggunakan mesin 160cc mengikuti saudara kembarnya, All New Winner X 160 (Foto: Astra Honda Motor)


Saat ini di Vietnam sedang beredar kabar bahwa Honda sedang mempersiapkan kehadiran All New Winner X 160, yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama Supra GTR 150. Tujuannya adalah menandingi All New Yamaha Exciter 155 VVA (di Indonesia dikenal dengan nama MX King) yang telah dirilis terlebih dahulu. Karena itulah, lagi-lagi kapasitas mesin Supra GTR kemungkinan bakal dinaikkan menjadi 160cc.


Semua ini dimudahkan karena Honda adalah salah satu pabrikan yang memgusung konsep kaizen dalam produksinya. Kaizen adalah Bahasa Jepang yang bermakna, 'perbaikan atau peningkatan standar berkesinambungan atau tiada henti'.


Ini menjelaskan, kenapa perubahan kapasitas mesin seperti sekarang bisa dilakukan Honda secara masif dan serentak, karena pabrikan berlambang sayap mengepak ini menggunakan satu mesin yang sama untuk beberapa model motornya.

Honda ADV 150 mungkin saja menggunakan mesin yang sama dengan PCX 160 (Foto: Astra Honda Motor)


Sebut saja mesin Honda Beat yang digunakan Scoopy. Atau mesin PCX yang sama dengan Vario, dan juga ADV. Apakah artinya bakal juga muncul ADV 160? Kenapa tidak.

Selain menyesuaikan tuntutan standar emisi EURO 5, penambahan kapasitas mesin menjadi 160cc juga dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan pasar, dan persaingan produk dengan merek lain (Foto: honda.co.jp)


Mengutip jawaban yang diberikan Junpei Omori, Chief Project Engineer of Honda Commercial Motorcycle Development Department atas pertanyaan, apa alasan di balik pengembangan PCX 2021, didapat keterangan, bahwa alasan utama adalah mengikuti regulasi emisi yang baru, seperti Euro5 (sumber: carhanoi.vn).

Junpei Omori (nomor 4 dari kanan) bersama anggota tim pengembangan generasi baru PCX (Foto: carhanoi.vn)


Sementara alasan, kenapa mengubah kapasitas mesin dari 150 menjadi 160 cc didapat jawaban, "Karena kemunculan produk-produk yang kompetitif, perubahan value, dan permintaan pasar, sementara kami masih harus mengedepankan pengalaman berkendara yang nyaman."

Perubahan mesin di atas 160cc akan menyebabkan perubahan pada dimensi bodi dan rangka sehingga dipandang tidak efisien (Foto: honda.co.jp)

Dijelaskan lebih lanjut oleh Junpei Omori, "Secara khusus, hasil riset pada seberapa besar kapasitas mesin dapat ditingkatkan dengan tetap mempertahankan ukuran motor yang sama menunjukkan mesin yang ideal adalah 160cc. Jika kapasitas mesin ditingkatkan lagi, maka dimensi motor juga akan ikut membesar."


Teks: Indramawan

Foto: Astra Honda Motor, Honda Jepang