Kenapa Orang Jatuh Cinta pada Honda Prelude? Ini Jawaban Bos HPM
- Editor

- 2 jam yang lalu
- 2 menit membaca
President Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Masanao Kataoka mengatakan banyak orang jatuh cinta pada Prelude bukan semata karena teknologi.

OTOPLUS-ONLINE I Di tengah tren mobil elektrifikasi yang semakin fokus pada efisiensi dan teknologi, Honda justru mencoba membawa kembali sesuatu yang mulai jarang dibicarakan melalui kehadiran Prelude terbaru, yakni sensasi berkendara!
Bukan sekadar coupe hybrid atau model nostalgia, Prelude disebut Honda sebagai mobil yang dirancang untuk tetap menghadirkan koneksi emosional antara mobil dan pengemudi, sesuatu yang selama ini sekaligus menjadi ciri khas merek tersebut.
Baca juga: Honda Prelude Sport Hybrid Meluncur Perdana di Indonesia Harga di Bawah Rp1 Miliar Layak Beli?


Pesan itu disampaikan langsung saat Honda menyerahkan Prelude kepada 20 konsumen pertama di Vault Automotive Museum pada 23 Mei 2026.
President Director PT Honda Prospect Motor, Masanao Kataoka mengatakan banyak orang jatuh cinta pada Honda bukan semata karena teknologi, tetapi karena sensasi berkendaranya.
āPrelude merepresentasikan bagaimana Honda membawa driving spirit ke era baru elektrifikasi, tanpa meninggalkan karakter yang membuat orang jatuh cinta pada Honda sejak awal,ā ujar Kataoka.
Menurut Honda, filosofi tersebut diterjemahkan lewat berbagai aspek pada Prelude terbaru, termasuk hadirnya fitur S+ Shift yang dirancang untuk memberikan respons akselerasi lebih presisi dan sensasi berkendara hybrid yang terasa lebih sporty.
Prelude sendiri mendapat respons cukup tinggi sejak pemesanan dibuka dengan harga Rp974,9 juta (OTR). Honda mencatat lebih dari 280 pemesanan datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan melebihi total alokasi unit tahun ini.
Menariknya, pemesan Prelude berasal dari berbagai kelompok usia. Hal ini dinilai menunjukkan bahwa nama Prelude masih memiliki daya tarik kuat, baik bagi penggemar lama Honda maupun konsumen baru yang ingin merasakan sport hybrid dengan karakter berbeda.



āPrelude bukan sekadar kembalinya sebuah nama ikonik, tetapi pengingat bahwa teknologi seharusnya tidak menghilangkan rasa di balik kemudi,ā lanjut Kataoka.

Selain menyerahkan unit kepada konsumen pertama, Honda juga membuka āHonda Culture at Vault Automotive Museumā, sebuah pameran yang menampilkan model-model heritage Honda, filosofi engineering, hingga budaya balap yang menjadi bagian penting dari sejarah merek tersebut.
Teks: Indramawan
Foto: Honda Prospect Motor




Komentar