• Editor

Ketika Nadeo Argawinata Gagalkan Tendangan Penalti Faris Ramli

Pentingnya reaction time bagi seorang penjaga gawang dan pembalap drag race.

Nadeo Argawinata jadi pahlawan Timnas Indonesia usai gagalkan penalti Faris Ramli pada laga semifinal kedua Piala AFF Suzuki Cup 2020 di National Stadium, Sabtu, 25 Desember 2021 kemarin


OTOPLUS-ONLINE I Timnas Indonesia berhasil melaju ke final Piala AFF Suzuki Cup 2020 melawan Thailand. Kepastian ini didapat usai mengalahkan Skuad Garuda berhasil mengalahkan The Lions Singapura dengan skor 4-2 lewat perpanjangan waktu pada laga semifinal kedua di National Stadium, Sabtu, 25 Desember 2021 kemarin.


Pada laga yang berlangsung panas itu, kiper Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata jadi pahlawan Timnas Indonesia.

Kiper Bali United itu berhasil menggagalkan penalti striker Singapura, Faris Ramli pada menit ke-90. Seandainya tendangan penalti ini berhasil membobol gawang Nadeo, Singapura akan mengakhiri pertandingan pada menit ke-90. Pasalnya saat itu kedudukan 2-2, dan Singapura mendapat penalti.


Beruntung, bola tendangan penalti Faris Ramli berhasil ditepis Nadeo, sehingga dia pantas menyandang gelar Man of The Match pada laga yang berlangsung panas itu.

Timnas Indonesia


Bicara soal tendangan penalti pada laga Timnas Indonesia lawan Singapura ini, memang belum ada data yang mencatat seberapa kencang tendangan Faris Ramli sehingga berhasil ditepis oleh Nadeo.


Namun dari artikel berjudul ‘Massive Research Of Penalties By Instat’ yang kami kutip dari instatsport.com dikatakan, "Sejak 2009 hampir 100.000 tembakan penalti telah dilakukan di lapangan sepak bola di seluruh dunia."


"Dari jumlah itu, 75,49% di antaranya menghasilkan gol, sementara 17,57% diselamatkan oleh penjaga gawang,dan 4,07% melebar, serta 2,87% membentur tiang atau mistar gawang."

Dari riset ini tampak bahwa faktor keberuntungan yang dialami penjaga gawang seperti Nadeo memang lebih besar dibanding faktor teknis.


Sementara itu dari artikel 'The Physics and Mind Games of a World Cup Penalty Kick' yang kami kutip dari popularmechanics.com dikatakan:

Nadeo saat berlatih menerima tembakan


"Penalti dilakukan dari jarak 12 yard atau 10.9 meter dari gawang. Sementara penembak terkuat dapat menendang dengan kecepatan hingga 80 Mph atau 129 Kmj. Ini berarti bola mencapai garis gawang dalam 500 milidetik."


"Seorang penjaga gawang membutuhkan waktu 600 milidetik (0,6 detik) untuk bergerak dari pusat gawang dengan lebar 24 kaki (7.3 meter) ke salah satu tiang."

Mirip di kejuaraan drag race yang memakai istilah reaction time (RT) yaitu analisa menghitung kecepatan reaksi pembalap terhadap waktu start (lampu hijau menyala).


RT dihitung sejak lampu hijau menyala sampai roda depan meninggalkan garis start. Semakin kecil angka RT, mengindikasikasikan semakin bagus kemampuan start seorang pembalap


Dan meskipun tendangan penalti memberikan keuntungan lebih besar pada Faris Ramli, sang eksekutor, namun Nadeo Argawinata sebagai penjaga gawang punya reaction time cukup bagus untuk menggagalkan tendangan penalti tersebut.

Nadeo mengatakan antara feeling dan keberuntungan bisa gagalkan penalti Faris Ramli


"Semalam sebelum pertandingan belajar cara penendang Singapura, feeling juga, bisa dikatakan beruntung, kadang sepak bola butuh keberuntungan," komentar Nadeo, kiper berusia 24 tahun tersebut.


Teks: Indramawan

Foto: PSSI