Leapmotor B10 Curi Start Sebelum GIIAS 2026 Dimulai, Pamerkan Keunggulan Spek dan Fitur yang Ditawarkan
- Editor

- 2 jam yang lalu
- 5 menit membaca
Leapmotor B10 belum resmi diluncurkan di Indonesia, tapi sudah menampilkan keunggulan spek dan fitur yang ditawarkan melalui situs resminya.

OTOPLUS-ONLINE I Leapmotor B10 memang belum resmi diluncurkan dan dipasarkan di Indonesia. Harga resminya pun masih disimpan untuk diumumkan pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026.
Namun, merek kendaraan listrik asal Tiongkok ini tidak memilih menunggu pembukaan pameran otomotif terbesar di Indonesia tersebut. Leapmotor Indonesia justru lebih dulu mencuri start dengan membawa B10 ke sejumlah agenda publik dan media, untuk memperkenalkan desain, teknologi, kenyamanan, hingga karakter berkendaranya.
B10 sempat dipajang dalam Indomobil Expo di The Oval, Summarecon Mall Serpong, pada 30 Juni hingga 5 Juli 2026. Tidak hanya dipamerkan, Leapmotor juga mengajak media melihat lebih dekat dan menjajal SUV listrik tersebut dalam agenda media drive di Bandung.

Strategi ini menunjukkan bahwa Leapmotor ingin membangun pengenalan produk sejak awal. B10 tidak hanya diposisikan sebagai model pembuka merek Leapmotor di Indonesia, tetapi juga sebagai produk yang harus membangun kepercayaan konsumen sebelum harga dan penjualan resminya diumumkan.
Bagi publik, pendekatan ini memberi kesempatan untuk mengenal B10 lebih dahulu sebelum peluncuran resminya. Sementara bagi Leapmotor, rangkaian preview tersebut menjadi cara untuk memperlihatkan bahwa mereka datang bukan sekadar membawa SUV listrik baru, tetapi juga menawarkan teknologi dan fitur yang ingin bersaing di pasar kendaraan listrik Indonesia.
Dimensi SUV Keluarga yang Tetap Relevan untuk Kota

Mengutip situs resminya, secara desain, Leapmotor B10 mengusung tampilan modern dengan garis bodi yang bersih dan minim ornamen. Bagian depannya tampil futuristis melalui lampu depan LED tipis yang membentuk identitas visual khas kendaraan listrik.
Bumper depan dibuat cukup tegas dengan aksen gelap pada bagian bawah. Sementara dari samping, B10 terlihat proporsional berkat overhang yang relatif pendek dan jarak sumbu roda panjang. Pelek berukuran 18 inci juga membuat tampilannya tetap terlihat sebagai SUV, bukan sekadar crossover perkotaan.
Mengacu pada situs resmi Leapmotor Indonesia, B10 memiliki panjang 4.515 mm, lebar 1.885 mm, tinggi 1.655 mm, serta wheelbase 2.735 mm. Dimensi tersebut menempatkannya di kelas SUV listrik kompak-menengah yang cukup ideal untuk penggunaan keluarga.
Ground clearance 170 mm juga menjadi nilai penting untuk pasar Indonesia. Angka ini membuat B10 tetap relevan untuk menghadapi kondisi jalan perkotaan, polisi tidur, hingga akses menuju area perumahan yang tidak selalu mulus.
Interior Minimalis, Layar Besar Jadi Pusat Kendali


Masuk ke kabin, Leapmotor B10 mengadopsi konsep interior minimalis. Dashboard dibuat bersih dengan sedikit tombol fisik, karena sebagian besar pengaturan kendaraan ditempatkan dalam layar sentuh utama berukuran 14,6 inci.
Layar tersebut menjadi pusat kendali untuk sistem infotainment, pengaturan kendaraan, fitur konektivitas, hingga fungsi kenyamanan. Sementara di depan pengemudi terdapat panel instrumen digital 8,8 inci untuk menyajikan informasi berkendara.
Leapmotor B10 juga menggunakan Leapmotor OS 4.0 Plus sebagai sistem operasinya. Sistem ini menjadi basis integrasi fungsi digital di dalam kabin. Meski demikian, detail fitur konektivitas yang akan aktif pada unit pasar Indonesia masih perlu menunggu pengumuman spesifikasi final saat peluncuran resmi.
Dari sisi kepraktisan, wheelbase 2.735 mm menjadi modal B10 untuk menawarkan ruang kabin yang lebih lega. Konfigurasinya dibuat untuk lima penumpang, sehingga B10 berpotensi menjadi SUV listrik keluarga, bukan hanya kendaraan komuter harian.
Motor 160 kW dengan Penggerak Roda Belakang

Leapmotor B10 dibekali motor listrik yang menghasilkan tenaga maksimum 160 kW atau setara sekitar 218 PS. Torsi puncaknya mencapai 240 Nm dan tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang atau rear-wheel drive.


Konfigurasi penggerak roda belakang menjadi salah satu nilai pembeda B10. Di atas kertas, sistem ini dapat memberikan distribusi bobot yang lebih baik saat berakselerasi, sekaligus memberi karakter pengendalian yang berbeda dibanding SUV listrik berpenggerak roda depan.
Leapmotor mengklaim B10 dapat berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam 8 detik. Sementara kecepatan maksimumnya diklaim mencapai 170 km/jam.
Spesifikasi tersebut menunjukkan bahwa B10 tidak hanya disiapkan sebagai SUV listrik untuk perjalanan santai di dalam kota. Tenaga 160 kW dan torsi 240 Nm seharusnya cukup untuk kebutuhan akselerasi harian, termasuk ketika melaju di jalan tol atau melakukan manuver menyalip.
Baterai 67,1 kWh, Klaim Jarak Tempuh 516 Km

Salah satu keunggulan utama Leapmotor B10 terletak pada baterai lithium iron phosphate atau LFP berkapasitas 67,1 kWh. Berdasarkan informasi di situs resmi Leapmotor Indonesia, baterai tersebut diklaim mampu menghasilkan jarak tempuh hingga 516 km berdasarkan metode pengujian NEDC.
Angka tersebut tentu perlu dibaca sebagai klaim hasil pengujian. Jarak tempuh aktual dapat berubah tergantung kondisi lalu lintas, gaya berkendara, penggunaan pendingin udara, beban kendaraan, hingga kondisi jalan.
Namun, kapasitas baterai 67,1 kWh memberi gambaran bahwa B10 tidak hanya ditujukan untuk mobilitas jarak pendek. Dengan pengelolaan energi yang baik, SUV listrik ini berpotensi digunakan untuk perjalanan antarkota tanpa terlalu sering mencari stasiun pengisian daya.
Untuk pengisian cepat, Leapmotor B10 mendukung DC charging hingga 168 kW. Leapmotor mengklaim pengisian daya dari 30 hingga 80 persen dapat dilakukan dalam sekitar 17 menit.
Kemampuan pengisian cepat tersebut menjadi salah satu fitur penting, terutama bagi calon pengguna yang mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai mobil utama untuk kebutuhan keluarga dan perjalanan luar kota.
Dibekali ADAS dan Fitur Keselamatan


Leapmotor B10 juga datang dengan sejumlah fitur advanced driver assistance system atau ADAS. Fitur yang tercantum meliputi Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, Forward Collision Warning, Autonomous Emergency Braking, Blind Spot Detection, serta Rear Cross Traffic Alert.
Fitur-fitur tersebut berfungsi membantu pengemudi saat berkendara, baik di jalan tol maupun dalam kondisi lalu lintas perkotaan. Namun, ADAS tetap merupakan sistem bantuan, sehingga pengemudi tetap harus memegang kendali dan memperhatikan kondisi jalan.
Selain ADAS, B10 juga dibekali enam airbag, kamera 360 derajat, sensor parkir, serta electronic stability control. Kelengkapan tersebut memperlihatkan bahwa Leapmotor tidak hanya mengandalkan desain modern dan layar besar, tetapi juga ingin menawarkan paket keselamatan aktif serta pasif yang kompetitif.
Harga dan Layanan Purnajual Jadi Penentu

Di atas kertas, Leapmotor B10 membawa modal yang cukup menarik untuk masuk ke pasar SUV listrik Indonesia. Dimensinya cocok untuk keluarga, motor listrik 160 kW dan torsi 240 Nm menawarkan performa yang memadai, penggerak roda belakang menjadi nilai pembeda, sedangkan baterai 67,1 kWh dengan klaim jarak tempuh 516 km NEDC menjadi salah satu amunisi utamanya.
Strategi Leapmotor Indonesia yang lebih dulu membawa B10 ke pameran publik dan agenda media drive sebelum GIIAS 2026 juga membuat SUV listrik ini memiliki waktu untuk membangun awareness. Calon konsumen dapat mengenal desain, kabin, serta fitur-fiturnya lebih awal sebelum harga diumumkan.
Meski demikian, kartu paling penting masih belum dibuka. Harga resmi, paket garansi, layanan purnajual, kesiapan jaringan bengkel, hingga ketersediaan suku cadang akan menjadi faktor yang menentukan posisi Leapmotor B10 di Indonesia.
Jika Leapmotor mampu memadukan harga kompetitif dengan paket layanan yang meyakinkan, B10 berpotensi menjadi salah satu penantang baru yang patut diperhitungkan di segmen SUV listrik. Untuk saat ini, B10 sudah mencuri perhatian sebelum GIIAS 2026 dimulai. Tinggal menunggu bagaimana Leapmotor membuka kartu terakhirnya saat peluncuran resmi nanti.
Teks: Indramawan
Foto: Leapmotor Indonesia




Komentar