top of page

Marc Marquez Menangkan Sprint Race MotoGP Motegi 2026, Michelin Putuskan Tarik Kompon Soft Jelang Race, Ada Apa?

Gambar penulis: Editor
Editor
3 jam yang lalu
3 menit membaca
Kenapa Marquez bisa sangat dominan dengan ban Soft di Sprint Race MotoGP Motegi 2026, ketika pembalap lain justru menghadapi banyak masalah dengan ban yang sama?

Marc Marquez memenangkan Sprint Race MotoGP Jepang 2026 di Motegi, Sabtu (3/10) usai mendominasi jalannya balap dengan ban Soft (Foto: @marcmarquez93).
Marc Marquez memenangkan Sprint Race MotoGP Jepang 2026 di Motegi, Sabtu (3/10) usai mendominasi jalannya balap dengan ban Soft (Foto: @marcmarquez93).

OTOPLUS-ONLINE I Marc Marquez memenangkan Sprint Race MotoGP Jepang 2026 di Mobility Resort Motegi, Sabtu (3/10), usai mendominasi jalannya balap 12-lap tersebut dengan ban kompon Soft atau lunak.


Ironisnya, beberapa jam setelah kemenangan pembalap Ducati Lenovo tersebut, Michelin sebagai pemasok ban tunggal di MotoGP memutuskan menarik kompon Soft untuk race utama di Motegi Minggu (4/10), setelah sejumlah pembalap justru mengalami masalah serius pada ban belakang.


Kenapa Marquez bisa sangat dominan dengan ban Soft, ketika pembalap lain justru menghadapi banyak masalah dengan ban yang sama?


Keputusan berani Marc Marquez saat mengambil posisi terdepan dari Jorge Martin di lap pertama tikungan 1-2 (Foto: @89jorgemartin, @marcmarquez93).
Keputusan berani Marc Marquez saat mengambil posisi terdepan dari Jorge Martin di lap pertama tikungan 1-2 (Foto: @89jorgemartin, @marcmarquez93).

Kepada Crash.net, Marquez hanya mengatakan keberaniannya mengambil kesempatan pada lap pertama merupakan bagian dari kekuatannya ketika bertarung. Termasuk saat ia mengambil posisi terdepan dari Jorge Martin di kombinasi tikungan 1-2.


ā€œInsting adalah kekuatan saya,ā€ ujar pembalap Ducati Lenovo Team itu. Menurutnya, kemampuan membaca situasi secara spontan membantunya menentukan kapan harus menyerang, terutama pada awal Sprint ketika posisi pembalap masih sangat rapat.


Namun, cerita Sprint tidak berhenti pada kemenangan Marquez yang sukses memangkas keunggulan Jorge MartĆ­n di klasemen menjadi hanya tujuh poin.


MartĆ­n justru menghadapi persoalan pada ban belakang Aprilia miliknya. Masalah mulai terasa sekitar lap kelima atau keenam dan semakin parah menjelang finis.


Sebagai info, MartĆ­n menggunakan ban belakang Soft saat Sprint Motegi. Ini dikonfirmasi langsung oleh Aprilia Racing melalui situs resmi Piaggio Group: setelah sekitar enam lap tersisa, ban belakang Soft milik Jorge Martin mengalami degradasi berlebihan dan bagian tengah tapaknya mulai terkelupas.


MartĆ­n mengatakan dirinya tidak mendapatkan tanda sebelumnya bahwa ban akan mengalami persoalan tersebut.


Ban belakang Soft milik Jorge Martin mengalami degradasi berlebihan dan bagian tengah tapaknya mulai terkelupas (Foto: @89jorgemartin).
Ban belakang Soft milik Jorge Martin mengalami degradasi berlebihan dan bagian tengah tapaknya mulai terkelupas (Foto: @89jorgemartin).

ā€œTidak ada tanda-tanda bahwa masalah ini akan terjadi. Jadi, ini jelas mengkhawatirkan untuk balapan besok,ā€ kata MartĆ­n.


Ia menjelaskan bahwa ban belakang mengalami masalah temperatur dan kehilangan traksi. Pada bagian akhir Sprint, roda belakang terus mengalami wheelspin alias ngepot, bahkan ketika motor sudah menggunakan gigi tinggi.


Lebih aneh lagi, rekan satu tim Marc Marquez, yakni Francesco Bagnaia yang juga menggunakan ban Soft juga mengalami kerusakan parah pada ban belakang. Bahkan ia harus masuk pit sebelum Sprint berakhir.


Masalah semakin kompleks ketika Jack Miller yang menggunakan kompon Medium juga mengalami blistering atau ban mengelupas.


Semua kondisi ini membuat Michelin harus mengevaluasi kembali pemakaian ban untuk race utama.


Piero Taramasso, Michelin Two-Wheel Motorsport Manager, menjelaskan bahwa kombinasi aspal baru Motegi, grip tinggi, temperatur lintasan sekitar 40 derajat Celsius, serta tempo sprint race yang sangat cepat membuat beban panas pada ban meningkat.


Menurut Michelin, ban mengelupas terjadi ketika temperatur di dalam kompon terlalu tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan terbentuknya gelembung pada bagian dalam kompon yang kemudian dapat terbuka dan merusak permukaan ban.


Setelah melihat kondisi ban dalam Sprint, Michelin memutuskan menarik ban belakang Soft dari pilihan race utama. Ban Medium tetap tersedia, tetapi Michelin sangat merekomendasikan penggunaan ban Hard dengan konstruksi yang diperkuat.


Keputusan ini membuat strategi race 24 lap menjadi jauh lebih menarik. Ban Hard memang dipandang lebih aman menghadapi temperatur tinggi, tetapi belum digunakan sepanjang akhir pekan Motegi. Sementara itu, Medium tetap menjadi pilihan, meski masalah yang dialami Miller menunjukkan adanya risiko.


Hasil Sprint Race Motegi 2026 (Foto: @motogp)
Hasil Sprint Race Motegi 2026 (Foto: @motogp)

Dengan demikian, kemenangan Marquez di Sprint bukan hanya memperkecil jaraknya dengan MartĆ­n. Balapan 12 lap tersebut juga mengubah strategi menuju race utama. Ban Soft sudah dicoret, Medium masih menyimpan risiko, sedangkan Hard menjadi pilihan yang paling direkomendasikan Michelin.


Teks: Indramawan

logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2026 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page