MLDSPOT AUTOKHANA – Kejurnas Slalom 2026 Putaran 3 Malang Bikin Peserta dan Penonton Deg-Degan!
- Editor

- 17 jam yang lalu
- 3 menit membaca
Diperbarui: 9 jam yang lalu
Selain kompetisi, penyelenggara hadirkan X3 sebagai sajian entertainment yang memadukan aksi ekstrem 3 disiplin berbeda, yakni slalom, motocross, dan freestyle.

OTOPLUS-ONLINE | MLDSPOT AUTOKHANA – Kejurnas Slalom 2026 Putaran 3 kembali menyapa masyarakat Malang. Digelar di Lapangan Rampal, ajang ini menghadirkan persaingan para peslalom dengan karakter lintasan yang cukup menantang dan bikin deg-degan.
Kembalinya Kejurnas Slalom ke Lapangan Rampal menjadi momen tersendiri karena venue ini terakhir digunakan pada 2018. Abed Nego dari Genta Auto & Sports selaku organizer menyebut antusiasme komunitas otomotif dan masyarakat Malang sangat positif.

“Terakhir kita di tahun 2018. Sekarang kembali lagi ke sini dan antusiasme komunitas Malang maupun penonton sangat menyambut, sangat menunggu,” kata Abed.
Lintasan Rampal memiliki panjang sekitar 110 meter dengan lebar 15–16 meter. Keterbatasan area membuat desain soal harus disesuaikan, namun sejumlah elemen khas slalom seperti zig-zag, angka delapan, dan putaran 360 derajat tetap hadir. Bahkan, beberapa bagian dibuat lebih menantang, termasuk putaran tertentu yang dilakukan dua kali.



Peslalom nasional Alinka Hardianti menilai ukuran lintasan masih cukup ideal untuk kompetisi. Namun, desain soal kali ini membuatnya cukup tricky dan menuntut konsentrasi tinggi.

“Cukup tricky. Soalnya kan memang panjang,” ujar Alinka.
Penggunaan cone dengan pola jalur yang harus dibaca berulang juga membuat peserta harus ekstra cermat. Alinka mengaku beberapa kali mengulang pembacaan lintasan agar tidak salah.
“Setiap set aku ngulangnya berkali-kali. Bikin deg-degan,” ungkapnya.
Soal lintasan sendiri baru dibagikan saat briefing Jumat sore sehingga peserta memiliki waktu relatif singkat untuk mempelajari dan menghafalkannya.

Dari sisi peserta, putaran ketiga mencatat 134 starter ditambah tujuh peserta lokal, atau total 141 starter. Jumlah ini meningkat dari sekitar 120 starter di Semarang. Peserta datang dari berbagai daerah, termasuk Kendari, Makassar hingga Kalimantan.
Antusiasme penonton juga tinggi. Abed memperkirakan sekitar 1.500 orang hadir pada malam penyelenggaraan.
Aksi Ekstrem X3 Freestyle

Tak hanya adu cepat di lintasan, MLDSPOT AUTOKHANA – Kejurnas Slalom 2026 Putaran 3 di Lapangan Rampal juga menghadirkan pertunjukan ekstrem bertajuk X3.
X3 mempertemukan tiga talenta dari disiplin berbeda, yakni mantan pembalap motocross nasional sekaligus freestyler Ivan Harry, freestyler nasional Wawan Tembong, dan peslalom wanita Alinka Hardianti.



Konsep ini lahir dari keinginan penyelenggara menghadirkan hiburan yang berbeda bagi penonton. Menurut Abed Nego dari Genta Auto & Sports, ide tersebut datang dari Ivan dan kemudian dikembangkan menjadi kolaborasi tiga performer.
“Lebih menarik kita tambahkan apa untuk entertainment, terutama untuk penonton. Kemudian dapat ide dari Ivan, kenapa tidak kita gabungkan lagi,” ujar Abed.

Wawan dan Alinka sebenarnya pernah tampil bersama dalam pertunjukan freestyle sekitar 2022. Kali ini, kolaborasi tersebut dibuat lebih ekstrem dengan memasukkan unsur motocross melalui Ivan.
Tantangan X3 terletak pada ketepatan timing. Wawan harus melakukan aksi freestyle ketika mobil yang dikendarai Alinka melintas dan melakukan drift.
“Kalau kita berkolaborasi, tingkat fokus dan konsentrasinya berbeda. Timing-nya harus pas,” jelas Wawan.
Menurutnya, aksi tersebut terlihat sederhana dari sisi penonton, tetapi membutuhkan konsentrasi tinggi karena setiap gerakan harus dilakukan pada momen yang tepat.
“Kelihatannya biasa, tapi susahnya di situ. Mobil lewat, kita juga harus lewat pada momen yang tepat,” tambahnya.
Latihan bahkan dilakukan langsung di Lapangan Rampal untuk menyesuaikan aksi dengan kondisi venue. Sementara bagi Ivan, tantangan terbesar justru saat pendaratan.

Lompatan motocross dalam X3 mencapai sekitar 4–5 meter. Permukaan aspal membuat benturan saat mendarat terasa lebih keras dibandingkan lintasan tanah yang bisa ia lakukan saat balap atau freestyle motocross.
“Kalau mendarat terasa banget di suspensi. Tangan benar-benar harus kuat karena aspal keras,” ungkap Ivan yang mengaku harus mengganti pelek beberapa kali karena pecah atau bengkok setelah melakukan hard landing.
Karena itu, keselamatan dan timing menjadi kunci utama X3 agar aksi tetap spektakuler sekaligus terukur.




Teks: Indramawan
Foto: Dhyaan Icha Nugroho




Komentar