• Editor

Peresmian Kampung Semanggi Suroboyo Sebagai Kampung Berseri Astra

Upaya memajukan kreativitas warga melalui pengembangan semanggi tak hanya sebagai kuliner khas Surabaya saja.

Prosesi pemotongan pita menandai peresmian Kampung Semanggi Suroboyo, Sememi, Kecamatan Benowo sebagai Kampung Berseri Astra (Jumat, 3 September 2021)


OTOPLUS-ONLINE I Semanggi adalah salah satu makanan khas yang telah lama menjadi ikon Surabaya. Bahkan pada era 1950-an, muncul lagu keroncong berjudul Semanggi Suroboyo yang diciptakan oleh S. Padimin.


Di kawasan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya Barat ada perkampungan yang dikenal dengan para penjual semangginya. Tak heran kemudian jika kampung ini kemudian dikenal sebagai Kampung Semanggi Suroboyo.


Baca juga: Auto2000 Ringankan Masyarakat Terdampak Corona Lewat Donasi Sembako


Semanggi adalah makanan khas Surabaya seperti pecel, yang berasal dari daun semanggi yang dikukus dan kemudian dihidangkan dengan kecambah, kangkung, kerupuk puli yang terbuat dari beras, serta bumbu yang terbuat dari ketela rambat, dan sambal pedas.

Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Camat Benowo, Muslikh dan diserahkan kepada Ketua KBA Kampung Semanggi Suroboyo, Suparno dengan disaksikan Faris Hengky Irawan sebagai Pimpinan Cabang Auto 2000 Surabaya


Nah, Kampung Semanggi Suroboyo yang ada di RW03 Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo hari ini, Jumat, 3 September 2021 diresmikan sebagai Kampung Berseri Astra (KBA).


Menurut Faris Hengky Irawan sebagai Koordinator Wilayah Auto2000 Jatim 2, Kampung Semanggi Suroboyo dipilih sebagai KBA karena pada tiga tahun terakhir ini Astra memfokuskan diri pada program Indonesia Kreatif.


Baca juga: Semangat Astra Terpadu (SATU) Berkolaborasi Lawan COVID-19


"Kalau bicara soal kreativitas, ujung-ujungnya kita bicara soal UKM. Kami melihat di kampung ini UKM sudah ada, terutama para penjual semanggi, yang kami lihat masih sangat tradisional sekali," ujar Faris mengawali obrolannya dengan OTOPLUS-ONLINE.

Ada 300 penjual semanggi di Kampung Semanggi Suroboyo ini


Lebih lanjut dijelaskannya, di Kampung Semanggi Suroboyo ini ada 300 penjual semanggi. "Yang mengenaskan adalah, mereka ini sangat tradisional sekali. Selain belum kenal online, ternyata mereka ini masih kesulitan dengan bahan baku berupa tumbuhan semanggi itu sendiri. Jadi selama ini mereka masih bergantung dari suplai daerah lain," ungkap Faris.


Kondisi inilah yang kemudian menjadi tantangan untuk dicarikan solusinya melalui program Kampung Berseri Astra ini.

Perkenalan pengurus KBA Kampung Semanggi Suroboyo yang juga turut melibatkan Karang Taruna. Acara ini dihadiri Camat Benowo, Lurah Sememi, Koordinator KBA Surabaya, Perwakilan Universitas Wijaya Putra, Ketua RW03, Ketua RT 01-08, serta tamu undangan dengan menerapkan prokes.


Bagaimana caranya Astra memberikan dukungannya dengan target mengubah Kampung Semanggi Suroboyo ini menjadi kampung sejahtera, sesuai empat pilar yang dimiliki Kampung Berseri Astra, yakni Astra untuk Indonesia sehat, Astra untuk Indonesia cerdas, Astra untuk Indonesia terlatih, dan Astra untuk Indonesia hijau.


"Semua bisa dimulai dari sini. Tantangan bagi kami dan masyarakat sekitar adalah memaksimalkan bahan baku dari sini. Bagaimana semanggi yang masih tumbuh liar dan belum dibudidayakan ini bisa ditanam di halaman rumah warga," jelas Faris.

Astra menggandeng Universitas Wijaya Putra dalam upaya mengeksplorasi lebih dalam budi daya, dan produksi semanggi


Karena alasan inilah, Astra juga menggandeng Universitas Wijaya Putra (UWP). Mereka melihat UWP adalah kampus terdekat dengan kampung ini. Sebagai institusi pendidikan, mereka juga punya tanggung jawab kepada masyarakat.


"Nah daripada jalan sendiri-sendiri, kenapa enggak bekerjasama saja bersama kami mengeksplorasi semanggi ini supaya lebih baik lagi. Mereka punya Fakultas Pertanian, Fakultas Industri yang kita butuhkan untuk membudidayakan semanggi ini," kata Faris yang mengaku telah membicarakan hal ini dengan rektor UWP dan menyampaikan misi visinya.

Produk UKM turut dipamerkan seperti souvenir berupa mobil-mobilan yang dibuat dari sabun hasil daur ulang minyak jelantah


Harapannya, masyarakat di kampung ini bisa menanam semanggi di halaman rumah dengan bibit yang nanti akan dikembangkan oleh Fakultas Pertanian di UWP, sehingga bisa memenuhi sendiri kebutuhannya.


Begitu juga ketika masuk ke produksi. Faris kembali menjelaskan, melalui kerjasama dengan Fakultas Industri UWP, semanggi bisa diolah sedemikian rupa sehingga tak hanya menjadi makanan saja tapi juga minuman.

Penyerahan sembako sebagai bagian dari Program Semangat Saling Bantu dari Astra yang dilaunching Agustus 2021 kemarin


"Tadi kita sudah dengar uraian dari Bapak Camat, bahwa semanggi memiliki kandungan anti oksidan yang cukup bagus. Jadi bisa dikembangkan untuk produk lain tak hanya makanan, tapi juga minuman, atau yang lain," lanjut Faris mengutip penuturan Camat Benowo, Muslikh.


Dari sini diharapkan semanggi yang menjadi ikon Surabaya ini akan semakin populer dan tak hanya dikenal secara nasional, tapi juga internasional.

Peresmian Kampung Semanggi Suroboyo, sebagai Kampung Berseri Astra dibarengi peresmian Gapura Astra Berseri


"Dan ini menjadi tanggung jawab kita untuk mewujudkannya bersama Pemkot, Kecamatan, Kelurahan dan perangkat desa, serta semua pihak. Termasuk masyarakat yang akan merasakan manfaatnya nanti," pungkas Faris.


Sebagai informasi, Kampung Semanggi Suroboyo di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo ini merupakan KBA yang kedua untuk wilayah Surabaya.


Baca juga: Inilah 11 Anak Muda Penggerak Kemajuan Bangsa di 11th SATU Indonesia Awards 2020


Sebelumnya telah diresmikan terlebih dahulu pada 14 Oktober 2014 lalu Kampung Berseri Astra yang berlokasi di Kampung Keputih Tegal Timur, Surabaya yang sampai sekarang masih terus dibina untuk dikembangkan melalui program Kampung Berseri Astra merupakan program Kontribusi Sosial Berkelanjutan ini.


Teks dan Foto: Indramawan