• Editor

Porsche Siapkan Bahan Bakar Sintetis Ramah Lingkungan Dari Bahan Dasar Air

Sebagai alternatif ketika bahan bakar fosil mulai langka, sehingga pemilik mobil non elektrik bisa lakukan pengisian bahan bakar seperti di SPBU saat ini.
  • Alexander Christian Riedel selaku General Manager Porsche Centre Surabaya

OTOPLUS-ONLINE I Ada obrolan menarik bersama Alexander Christian Riedel, General Manager Porsche Centre Surabaya di sela-sela acara peluncuran Porsche Taycan di Surabaya (17/3) lalu.

  • Taycan yang mengawali kemunculan mobil-mobil listrik Porsche di masa depan hadir dalam 4 varian model, Basic, 4S, Turbo dan Turbo S

“Setelah Taycan akan menyusul mobil-mobil listrik Porsche lainnya seperti Cross Turismo dan New Macan EV,” kata pria yang akrab dipanggil Alex ini membuka obrolan. Hal itu menunjukkan keseriusan Porsche menghadapi era elektrifikasi kendaraan.

  • Taycan merupakan kendaraan produksi pertama dengan sistem tegangan 800 volt, tidak 400 volt seperti mayoritas mobil listrik. Itu memungkinkan daya pengisian puncak hingga daya maksimum 270 kW. Pengisian dapat dilakukan melalui arus DC 50kW di SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) atau arus AC (maks. 11kW) di rumah

  • Dasbor dipenuhi touchscreen, tombol fisikal ditiadakan

Nah yang menarik, Porsche rupanya tidak akan begitu saja melepaskan era mobil berbahan bakar fosil dengan teknologi ICE (Internal Combustion Engine)-nya. Buktinya Porsche getol meriset synthetic fuel!

“Kami bekerjasama dengan pemerintah Jerman dan pihak swasta lain seperti Siemens untuk mengembangkan e-Fuel (sebutan Porsche untuk synthetic fuel atau low-carbon liquid fuel, Red.),” ujar lelaki asal Jerman ini.

Untuk diketahui, benua Eropa dipastikan menghentikan produksi mobil ICE pada tahun 2035. Khusus Inggris produksi mobil ICE aturannya diterapkan 5 tahun lebih awal, tepatnya 2030, Jerman bahkan akan mulai memberlakukan aturan itu pada tahun 2025.


Artinya setelah 2035, tidak ada lagi mobil bensin atau diesel baru yang diproduksi. Semua mobil baru yang diluncurkan di Eropa sejak 2035 seluruhnya mobil listrik.


Mobil-mobil ICE yang diproduksi sebelum 2035 memang masih dapat digunakan selama suplai bahan bakar fosil tersedia. Kehadiran synthetic fuel akan menjadi alternatif ketika bahan bakar fosil mulai langka. Lalu apa itu synthetic fuel?

Synthetic fuel adalah bahan bakar yang bahan dasarnya air. Bahan bakar itu didapat melalui tahapan pemisahan hidrogen dan oksigen melalui proses electrolysis. Hasil hidrogen sama seperti yang digunakan pada mesin fuel cell. Mobil fuel cell yang diproduksi saat ini salah satunya Honda Clarity.

Langkah selanjutnya hidrogen direaksikan dengan karbondioksida sehingga menghasilkan synthetic methanol. Melalui proses refinery selanjutnya akan dihasilkan synthetic fuel atau synthetic diesel yang dapat digunakan pada mobil-mobil ICE yang ada. Proses pengisian bahan bakar seperti umumnya proses pengisian bahan bakar di SPBU saat ini.


Proses produksinya dapat dilakukan seramah lingkungan mungkin. Misalnya dengan memanfaatkan panas matahari atau tenaga angin untuk membangkitkan listrik untuk menjalankan proses electrolysis. Serunya lagi bahan bakar alternatif ini dapat didistribusikan menggunakan SPBU-SPBU yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan investasi lagi, seperti misalnya bahan bakar hidrogen yang membutuhkan tangki dan nozel khusus.

  • Porsche mengembangkan synthetic fuel untuk mendukung program sport mereka seperti Porsche GT3 Cup

  • Pabrik e-Fuel yang dikembangkan bersama Siemens dapat memproduksi 500 juta liter dalam 5 tahun ini menggunakan angin sebagai sumber energinya

Porsche merasa perlu mengembangkan bahan bakar alternatif tersebut selain untuk mempertahankan warisan mereka, juga demi mendukung program sport Porsche di sirkuit atau lintasan balap, serta mengakomodir kaum petrol head pemilik Porsche 911 atau Cayman sampai mobil-mobil klasik Porsche yang ingin sekadar menikmati mobil ICE mereka di akhir pekan.

Teks & Foto: Nugroho Sakri Yunarto