• Editor

Rahasia Kemenangan Marquez di Le Mans

"Baru kali ini saya menggunakan ban depan kompon lunak..."

Juara dunia bertahan, Marc Marquez berhasil merebut kemenangan ketiganya di seri ke-5 MotoGP 2019 yang digelar di sirkuit Le Mans, Prancis (19/5). Start dari posisi terdepan, Marquez sempat berduel dengan pembalap Ducati, Danilo Petrucci dan Jack Miller di lap-lap awal.

Bahkan di lap awal, Petrucci dan Marquez sempat side-by-side masuk tikungan pertama, sebelum akhirnya Marquez berhasil mengambil kembali posisi pertamanya.


Petrucci tak menyerah dan kembali menyerang Marquez di lap berikutnya. Tapi sekali lagi upayanya menggeser Marquez tidak berhasil, dan bahkan dia melorot ke urutan ke-5 pada lap berikutnya.


Meski demikian Marquez tak bisa berleha-leha. Kali ini ancaman datang dari pembalap tim satelit Ducati Pramac, Jack Miller. Bahkan pembalap Australia ini sempat menggeser posisi terdepan Marquez di lap 5.

Namun ini hanya bertahan 2 lap saja, sebelum Marquez melakukan aksi diving masuk dari bagian dalam Miller di Dunlop chicane.


Rupanya Marquez sebelumnya telah membaca teknik balap Miller, sehingga dia berhasil mengantisipasi serangan balik yang dilancarkan Miller. Setelah beberapa kali serangan dia lancarkan, akhirnya Miller menyerah dan menyerahkan posisi pertama pada Marquez. Dari sinilah Marquez mulai memperlebar jarak dengan Miller ketika balap memasuki lap pertengahan.

Sementara itu pembalap tim pabrikan Ducati, Andrea Dovizioso yang tercecer di posisi ke-7 saat start coba merangsek ke depan. Setelah membayang-bayangi Miller beberapa lap, akhirnya dia berhasil lewat.


Sayang karena tertinggal 3 detik dari Marquez, Dovi harus realistis untuk sekedar fokus mempertahankan posisi ke-2 dari ancaman Petrucci di lap-lap akhir.

Bahkan Ketika balap 27 putaran ini hanya tersisa 5 lap, Petrucci sempat melancarkan serangan pada ‘seniornya’ itu saat memasuki Dunlop chicane. Sayang dia melebar dan terpaksa harus menyerahkan kembali posisi kedua itu pada Dovi.


Setelah beberapa kali serangan yang dia lancarkan gagal, Petrucci pun akhirnya harus puas di urutan ke-3 dengan jarak 0.158 detik di belakang Dovi yang finish di urutan kedua.

Mengenai hasil yang didapatnya ini, Dovi mengatakan, "Feeling saya terhadap motor kurang baik sejak hari Jumat. Motor memang cukup kencang tapi saya kurang nyaman membesut motor saat race. Akibatnya saya tidak bisa mendekati Marc. Dia memang lebih cepat, dan saya tidak mau ambil resiko mengejarnya karena ban kompon lunak saya sedikit turun performanya di akhir-akhir balap. Jadi menurut saya posisi kedua cukup bagus kali ini."

Aplaus buat Petrucci yang berhasil mempersembahkan podium pertama dengan statusnya sebagai pembalap tim pabrikan Ducati. Ketika ditanya komentarnya berduel dengan Dovi, Petrux sapaannya menjawab, "Dia (Dovi) lebih bagus dalam hal akselerasi. Sementara saya unggul saat masuk tikungan. Ini yang membuat saya sulit untuk masuk, selain saya juga sangat takut bersenggolan dengan dia, dan terjatuh. Memang saya ingin sekali naik podium, pulang bawa tropi, tapi jangan sampai ada orang yang marah-marah di Ducati."


Sementara itu, bagi Marquez, kemenangan dua kali secara berturut-turut di Le Mans ini menandai kemenangan ke-300 Honda di MotoGP (termasuk GP500 cc), sejak kemenangan pertama Jim Redman di Hockenheim, Jerman 53 tahun yang lalu.

Ketika ditanya, bagaimana dia bisa unggul atas rival-rivalnya di tengah balap yang digelar dalam kondisi udara yang dingin 15 derajat celcius dan trek 19 derajat celcius, Marquez menjawab, "Baru kali ini saya menggunakan ban depan kompon lunak. Biasanya, trek ini lebih cocok untuk Ducati dan Yamaha. Tapi ternyata kami juga bisa."


Naskah: Indramawan

Foto: MotoGP.com