• Editor

Safety Riding Trabasan: Jangan Malu 'Melipir' Jika Lelah


Ada yang menarik ketika OTOPLUS-ONLINE melakukan wawancara dengan Jannal Sung dari DQ Motor Trail Shop Surabaya. Pria pecinta olahraga off-road ini mengomentari terjadinya korban meninggal di beberapa event trail adventure atau juga kerap disebut trabasan, yang setelah ditelusuri disebabkan karena kondisi fisik korban sendiri.

Jannal Sung, penggemar off-road sekaligus pemilik DQ Motor Trail Shop Surabaya.

“Trail adventure itu sebenarnya olahraga yang butuh fisik dan skill prima, layaknya pembalap professional. Tapi karena siapa saja bisa melakukannya, maka orang yang punya riwayat sakit, misal jantung pun enggak ada larangan ikut,” buka pria kelahiran Merauke yang kemudian kuliah di UK Petra Surabaya dan menetap sampai sekarang.


Di sinilah celakanya. Meski punya riwayat sakit, kadang karena malu dengan teman-temannya, meski kelelahan, dia paksa untuk terus riding. Ini yang bahaya.


Menariknya, hal seperti ini bisa saja terjadi di bidang hobi otomotif yang lain. “Misalnya ketika turing dengan motor besar di jalan raya. Sama saja, karena ingin terlihat macho dan malu untuk ‘melipir’ maka biasanya dia paksa terus riding meski kelelahan. Akhirnya jatuh atau kecelakaan,” tutur Jannal yang juga sempat aktif dalam kejuaraan motorcross maupun supermoto, termasuk Mini GP.


Untuk itu Jannal berpesan, “Kita sendiri yang tahu limit tubuh kita. Lakukan persiapan fisik dengan baik. Bawa perbekalan yang kita butuhkan selama perjalanan, termasuk obat-obatan di samping air minum dan makanan ringan seperti roti atau coklat. Termasuk toolkit seperlunya.”


Paling penting, jangan segan-segan bicara dengan group leader seandainya merasa ada yang tak beres dengan tubuh. “Ingat, olahraga ini untuk cari senang. Bukan cari masalah!” tutup Jannal.


Naskah: Indramawan

Foto: Allan Schultz, Indramawan