• Editor

Sepeda Tentara Swiss Ini Diklaim Satu-Satunya di Indonesia dan Jadi Buruan Kolektor!

Setelah secara resmi unit bersepeda ditiadakan tahun 2003, sepeda Swiss army seperti MO-93 atau Militärrad 93 buatan Condor-Werke AG yang diproduksi mulai 1993 ini sekarang jadi buruan kolektor.
  • Rully Pinasti bersama Militärvelo, MO-93 tahun buatan Condor-Werke AG

OTOPLUS-ONLINE I Kalau sudah bicara hobi, apapun dilakoni. Seperti yang dilakukan Rully Pinasti, seorang karyawan swasta yang gemar mengoleksi benda-benda langka, unik dan menarik.


Rully yang berdomisili di bilangan Patal Senayan, Jakarta Selatan, mengoleksi sebuah sepeda langka, dengan bentuk yang menarik. Bagaimana tidak langka, karena menurut Rully, sekarang ini sepeda yang dikoleksinya ini hanya ada 200 unit di dunia, dan satu-satunya yang ada di Indonesia!

  • Dulunya digunakan resimen khusus Swiss army

Tulisan Condor yang tertera pada sepeda milik Rully ini merupakan varian sepeda yang digunakan resimen khusus Swiss army, dimana dalam awal pembuatannya, sepeda tersebut memang diperuntukkan bagi tentara Swiss saat bertugas.


Sepeda unik itu berkelir hijau militer, dengan sejumlah perangkat pendukung, antara lain tas kulit pembawa berkas dan lainnya.


Berbekal koneksi kerabat dekat yang bertugas di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jerman, Rully sukses memboyong sepeda langka, karena khusus dibuat untuk tentara Swiss tersebut ke Tanah Air.


Diakuinya, masuknya sepeda tersebut ke Indonesia tetap melalui jalur resmi. Sehingga wajar saja, pada akhirnya benda ini memiliki harga fantastis.


“Saya membelinya di Jerman, harganya sekitar 6500 Euro. Kalau dirupiahkan, kira-kira harganya Rp111 jutaan,” ucap Rully saat ditemui di kediamannya, Selasa (9/3).

  • Rangka sanggup menopang beban seberat 250 Kg karena harus mampu membawa senjata, termasuk senjata berat anti-tank!

Lebih jauh ia ceritakan, sepeda miliknya ini berbobot sekitar 25 Kg, namun rangka besinya sanggup menahan beban seberat 250 Kg.


Hampir 90 persen komponen sepedanya orisinil. Kecuali pedal, standard tegak dan ban yang sudah diperbarui. “Pedal dan standard tegaknya sudah diganti, karena rusak. Mencari part aslinya, sudah tak ada lagi. Kalau bannya, mungkin sering dipakai, jadi sudah aus. Diganti ban baru oleh pemilik sebelumnya,” ungkap Rully.


Detail penampakan sepeda dengan harga selangit ini antara lain balutan warna hijau militer. Rangka membentuk desain segitiga klasik, mengingatkan akan sepeda ontel di masa lampau.

  • Sadel atau jok berbahan kulit tebal

Sadelnya berwarna coklat, ditopang tiga titik per di bawahnya. Sadelnya relatif keras, karena tak ada bantalan busa sama sekali. Bahan plat langsung berlapis kulit tebal.


Stang sepeda ini kendati bawaan asli, sekilas mirip dengan stang sepeda gunung masa kini.


Sepeda ini juga memiliki rak besi di bagian depan, dan dilengkapi tali pengikat khas militer. Pelek jari-jarinya berbahan alumunium.

  • Dinamo botol pada roda depan yang berguna sebagai sumber daya untuk lampu penerangan

Pada roda depan terdapat rangkaian dinamo, berfungsi untuk menyalakan lampu sorot. Walaupun ukuran lampu tak besar, namun sepertinya lumayan untuk dipakai sebagai penerangan malam hari.

  • Lampu yang kendati tak besar namun cukup untuk sumber penerangan di malam hari

Pada bagian bawah rangka tersemat tas warna hijau berbentuk unik. Fungsinya untuk menyimpan berkas, dan kunci-kunci perkakas.

  • Aksesoris berupa tas serbaguna

  • Pernak-pernik dari dalam tas, seperti manual book, tempat minum orisinal, dan kunci-kunci perkakas, serta bahan penambal ban

Di dalam tas juga tersedia bahan untuk menambal ban sendiri. Bahkan di bagian bawah jok, terdapat tabung yang di dalamnya tersedia pompa ban berukuran kecil.

  • Tabung penyimpan pompa ban ukuran kecil

  • Terdapat pengikat dudukan senjata api laras panjang

  • Tas memiliki sarung senjata api jenis pistol

Menariknya lagi, pada salah satu bagian tas tadi juga terdapat komponen pengikat, yang fungsinya sebagai tempat dudukan senjata api laras panjang. Tak ketinggalan, di sebelah kiri tas juga terdapat sarung penyimpan senjata api jenis pistol.

  • Dilengkapi gear seat 7-kecepatan dilindungi plat baja yang kokoh

Melongok rangkaian sistem mekanisnya, sepeda ini punya 7 (tujuh) lapisan gear set pengatur kecepatan. Berfungsi mengatur kayuhan pedal sepeda, apakah ingin lebih ringan atau berat.


Tentunya sesuai kebutuhan pengendara, juga tergantung kondisi jalan yang dilalui. Apakah jalannya cenderung mendatar, turunan atau tanjakan.

  • Rak besi di bagian depan yang seringkali dipakai untuk membawa helm baja

  • Rak besi di bagian belakang

Sepeda ini juga memiliki rak besi di bagian belakang, untuk membawa barang atau boncengan, juga mata kucing di spatbor belakang.

  • Aksesoris mata kucing sebagai pemanis

  • Di bagian belakangnya memiliki penanda khusus ciri khas sepeda militer

OTOPLUS-ONLINE sempat jajal mengendarainya. Ternyata sepeda ini memang lebih cocok untuk orang Eropa yang berpostur tinggi. Paling tidak buat pengendara dengan tinggi minimal 180cm.


Karena bagi OTOPLUS-ONLINE yang berpostur sekitar 168cm, saat mengayuh saja masih harus jinjit ketika menginjak pedalnya. Apalagi kalau harus menapak di permukaan aspal, sambil duduk di atas jok. Dijamin kaki tak sampai.


Alhasil, untuk mengayuh sepeda, sebelum duduk di sadelnya, OTOPLUS-ONLINE harus duduk terlebih dahulu di besi rangka. Barulah kaki kanan mulai menapak ke pedal sebelah kanan. Kemudian mulai mengayuh sepeda, sambil pelan-pelan berusaha menempatkan bokong secara sempurna di atas sadelnya.


“Sampai sekarang sepeda ini masih saya simpan. Tapi kalau ada peminat, tak menutup kemungkinan saya jual. Tentu dengan harga yang menyesuaikan,” pungkas Rully yang juga gemar mengoleksi benda lain.


Sebut saja di antaranya kepingan Tembok Berlin asli beserta sertifikatnya, jam meja yang pernah ada di ruang kerja Hitler, pisau komando beserta topi baja eks tentara Nazi yang tewas pada Perang Dunia Kedua, serta banyak lagi. Wow!


Sejarah Singkat Swiss Militärvelo

Sebelum ditiadakan tahun 2003, resimen militer bersepeda Swiss menjadi unit terakhir di dunia yang menggunakan kereta angin ini sebagai salah satu sarana.

  • MO-05 Swiss Army bicycle (Foto: Wikipedia)

Sepeda mulai digunakan tentara Swiss pada tahun 1891, yang waktu itu kebanyakan digunakan oleh kurir militer. Setelah itu, tepatnya tahun 1905, unit bersepeda pertama dibentuk. Mulai saat itu juga digunakanlah Ordonnanzfahrrad Modell 05 sebagai standar sepeda pertama yang dipakai untuk keperluan militer.


Dan karena di Swiss berlaku beberapa bahasa resmi, yakni bahasa Prancis dan Jerman, maka sepeda yang dipakai ini kemudian disebut Militärvelo dalam bahasa Prancis, dan Armeerad dalam bahasa Jerman. Artinya kurang lebih sama, yakni sepeda militer.


Kiranya ini menjelaskan kenapa pada saat berjumpa dengan OTOPLUS-ONLINE, Rully menyebut sepeda miliknya ini ‘Vello Swiss’. Kemungkinan besar yang dia maksud adalah Militärvelo, yakni sepeda militer yang dipakai Swiss Army dalam bahasa Prancis.


Dan dari penelusuran yang OTOPLUS-ONLINE lakukan, sepeda militer pertama yang digunakan pasukan Swiss adalah MO-05 (Modell 05), yang setelah dipakai selama 88 tahun kemudian diganti pada tahun 1993 dengan model yang lebih moderen, yakni Fahrrad 93.


Sepeda ini lebih moderen karena sudah dilengkapi dengan gear 7-speed, rem hidrolik, dan dinamo. Condor-Werke AG, sebuah manufaktur yang bermarkas di Swiss, memproduksi sebanyak 5.500 unit sepeda dengan harga 2,200 francs per unitnya, termasuk maintenance (sumber: https://www.welovecycling.com/wide/2018/05/09/10-things-you-want-to-know-about-the-most-legendary-army-unit-on-two-wheels/).

  • MO-93 atau Militärrad 93 buatan Condor-Werke AG diproduksi mulai 1993 (Foto: www.welovecycling.com)

Sepeda model Fahrrad 93 yang kemudian secara resmi disebut MO-93 (Militärrad 93) inilah yang kemungkinan besar dimiliki oleh Rully.


Dan setelah secara resmi unit bersepeda ditiadakan, sepeda Swiss army ini menjadi benda yang banyak diburu para kolektor. Meski sepeda ini hanya bisa diperjualbelikan di kalangan militer, namun di black market saat ini, sepeda Swiss army bisa juga dibeli oleh masyarakat umum, melalui eBay.


Teks & Foto: Setiawan AS

Editor: Indramawan