top of page

Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge 2026 Seri 2: Sidoarjo Jadi Saksi Panasnya Adu Trail!

Gambar penulis: Editor
Editor
22 menit yang lalu
4 menit membaca
Yamaha Enduro Challenge adalah One Make Race off-road gelaran PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), khusus buat motor trail WR155R dan YZ Series.

Pertama kalinya Yamaha Enduro Challenge (YEC) dihelat di Sidoarjo, tepatnya di Sirkuit Lapangan Graha Tirta, Waru, pada 26–27 September 2026.
Pertama kalinya Yamaha Enduro Challenge (YEC) dihelat di Sidoarjo, tepatnya di Sirkuit Lapangan Graha Tirta, Waru, pada 26–27 September 2026.

OTOPLUS-ONLINE I Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge (YEC) 2026 baru aja gelar seri keduanya di Sirkuit Lapangan Graha Tirta, Waru, Sidoarjo, pada 26–27 September 2026. Event ini bukan balapan sembarangan.


Ini ajang One Make Race off-road paling bergengsi besutan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), khusus buat motor trail WR155R dan YZ Series. Tahun ini juga jadi milestone tersendiri karena secara nasional YEC udah masuk tahun kelima penyelenggaraannya.



Sidoarjo dipilih bukan tanpa alasan, karena kota ini punya basis komunitas WR155R dan YZ Series yang lumyan gede di Jatim, jadi cocok banget buat jadi "kandang" seri kedua.


 Yamaha Enduro Challenge (YEC) 2026 Seri 2 Sidoarjo diikuti 35 starter lokal.
 Yamaha Enduro Challenge (YEC) 2026 Seri 2 Sidoarjo diikuti 35 starter lokal.

Total ada 35 starter lokal yang turun gelanggang di seri ini, mix antara nama-nama langganan podium sampai talenta muda yang siap bikin kejutan.



Sebut aja Dadan KR yang emang udah sering wara-wiri jadi juara, Opi Sofian dari Pangalengan, sampai rider muda Farel Huda yang datang dengan ambisi gede.


Yamaha Enduro Challenge mempertandingkan 8 kelas.
Yamaha Enduro Challenge mempertandingkan 8 kelas.

Delapan kelas dipertandingkan bareng-bareng: WR155R Pro, Advance, Community A, Community B, Hobby, Women, Local, dan yang paling ditunggu-tunggu, YZ Series Open sebagai kelas paling bergengsi.


Menariknya, format kelas yang lengkap ini bikin kompetisi nggak cuma didominasi rider senior, tapi juga kasih ruang buat komunitas, rider lokal, sampai peserta perempuan buat ngerasain langsung sensasi balap enduro.


Panas dan debu jadi tantangan tersendiri bagi peserta.
Panas dan debu jadi tantangan tersendiri bagi peserta.

Yang bikin YEC beda dari balapan on-road biasa adalah karakter lintasannya yang penuh tantangan.


Menurut Manajer Motorsport YIMM, Wahyu Rusmayadi, format kompetisi sekarang udah bergeser signifikan dibanding awal-awal penyelenggaraan. Kalau dulu porsinya lebih banyak terabasan (jelajah alam bebas), sekarang komposisinya lebih condong ke track supaya penonton juga bisa lebih menikmati aksi para rider.


Mobil Damkar didatangkan untuk membasahi lintasan pada sesi pagi dan siang.
Mobil Damkar didatangkan untuk membasahi lintasan pada sesi pagi dan siang.

Track di Sidoarjo sendiri didesain dengan banyak obstacle dan bagian stop and go yang bikin rider harus jago kontrol motor sekaligus adaptasi cepat. Jadi buat kalian yang nonton langsung, dijamin nggak bakal bosen karena aksinya seru dari awal sampai akhir.


Selain soal lintasan, ada fakta menarik lain: beberapa rider yang ikut di seri Sidoarjo ini bukan orang lokal doang.


Ada peserta dari Kalimantan yang datang berkat "golden ticket" yang mereka dapetin dari hasil seri pertama di Kalimantan Barat. Jadi konsepnya kayak reward system gitu, rider berprestasi di seri sebelumnya diundang lagi buat unjuk gigi di seri berikutnya.


Meski begitu, rider dari Bali belum sempat ambil bagian di seri kedua ini. Sistem golden ticket ini bikin YEC makin terasa seperti "jalan-jalan" kompetisi nasional yang menghubungkan komunitas trail dari berbagai pulau.


Nah, biar makin lengkap infonya, YEC 2026 total digelar dalam 3 seri sepanjang tahun ini. Seri pembuka udah berlangsung di Sirkuit GOR Patih Gumantar, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat pada 30–31 Mei 2026, dan seri ini bahkan mencetak sejarah sebagai night race enduro pertama di Indonesia.


Bayangin balap trail malam-malam, pasti vibes-nya beda banget! Setelah Sidoarjo jadi tuan rumah seri kedua, giliran Jawa Barat yang bakal menutup rangkaian musim ini di seri ketiga Oktober nanti.


Menariknya, meski ada tiga seri, YIMM nggak bikin seri penutup khusus buat nentuin juara umum nasional, jadi tiap seri punya juaranya masing-masing alias berdiri sendiri.


Tiap seri punya juaranya masing-masing.
Tiap seri punya juaranya masing-masing.

Yang bikin YEC makin asyik adalah konsepnya yang jauh dari kesan "kaku". Event ini dikemas layaknya festival keluarga yang ramah buat semua kalangan, bukan cuma buat yang doyan adu kecepatan doang.


Johanes Siahaan, General Manager Service and Motorsport YIMM menegaskan kalau YEC memang sengaja dirancang buat menggabungkan sisi kompetisi dengan berbagai aktivitas pendukung, biar masyarakat yang datang dapat pengalaman yang lengkap, bukan cuma nonton balapan doang.
Johanes Siahaan, General Manager Service and Motorsport YIMM menegaskan kalau YEC memang sengaja dirancang buat menggabungkan sisi kompetisi dengan berbagai aktivitas pendukung, biar masyarakat yang datang dapat pengalaman yang lengkap, bukan cuma nonton balapan doang.

Pengunjung bisa nyobain langsung sensasi trail lewat WR Enduro Experience, ikutan city touring bareng komunitas, sampai nikmatin hiburan musik yang bikin suasana makin hidup.


Ada juga pameran produk otomotif, game interaktif, senam Zumba buat yang mau sekalian olahraga, sampai lomba mewarnai buat anak-anak. Pokoknya konsepnya "satu event buat semua umur" gitu, jadi nggak heran kalau venue-nya rame dari pagi sampai sore.


Buat urusan perut, tenang aja, YEC juga nggak lupa manjain lidah pengunjung lewat festival kuliner yang digelar di area event. Selain itu, ada juga program promo servis motor murah dan penawaran khusus pembelian motor selama acara berlangsung. Jadi buat kalian yang emang lagi nyari-nyari motor trail baru atau mau servis, momen ini bisa jadi kesempatan emas.


Menariknya lagi, meski Sidoarjo sukses jadi lokasi seri kedua, YIMM belum memastikan apakah kota ini bakal balik lagi jadi tuan rumah tahun depan. Pihak Yamaha justru membuka opsi buat pindah-pindah lokasi ke kota lain di Jawa Timur, seperti Mojokerto, Jember, atau Kediri, dengan alasan supaya makin banyak komunitas trail di daerah lain yang kebagian kesempatan ngerasain serunya YEC.



Filosofinya sederhana: biar semua bisa kebagian "jatah" euforia balap enduro ini, nggak cuma terpusat di satu kota aja. Jadi buat kalian yang penasaran ke mana YEC bakal mampir tahun depan, siap-siap pantengin terus update dari Yamaha ya, karena bisa jadi ada kejutan lokasi baru lagi!


Teks: Nugroho Sakri Yunarto

Foto: Nugroho Sakri Yunarto, Yamaha Racing

logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2026 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page