Siap-Siap Xiaomi akan Hadirkan EV ke Indonesia sebagai Bagian dari Strategi “Human × Car × Home”.

Country Director Xiaomi Indonesia Michael Feng menyatakan, Xiaomi seratus persen akan membawa produk kendaraan listriknya ke Indonesia.

OTOPLUS-ONLINE I Xiaomi semakin dekat dengan langkahnya memasuki pasar otomotif Indonesia. Country Director Xiaomi Indonesia Michael Feng menyatakan, Xiaomi seratus persen akan membawa produk mobilnya ke Indonesia, meski belum mengungkap kapan rencana tersebut akan direalisasikan.


Pernyataan itu disampaikan Michael dalam konferensi pers setelah peluncuran Redmi Note 17 Series di Jakarta pada 16 September 2026. Ia menjelaskan, ekspansi otomotif Xiaomi ke pasar global dilakukan secara bertahap sehingga waktu kehadiran mobil Xiaomi di Indonesia masih harus ditunggu.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal penting karena Xiaomi selama ini tidak hanya mengembangkan mobil listrik sebagai produk baru, tetapi menempatkannya sebagai salah satu bagian dari strategi teknologi perusahaan.
Bukan Sekadar Mobil, tetapi Bagian dari Ekosistem

Perkembangan mobil Xiaomi menjadi menarik karena sejak 2023 perusahaan telah menempatkan kendaraan sebagai salah satu bagian dari strategi “Human × Car × Home”.
Baca juga: Rumah Pintar Berbasis AI untuk Gaya Hidup Mobilitas Tinggi, Xiaomi Hadirkan 3 Perangkat AIoT Terbaru
Dalam situs resminya, Xiaomi menjelaskan strategi tersebut sebagai upaya mengintegrasikan perangkat personal, smart EV, dan produk AIoT ke dalam satu ekosistem pintar. Smartphone menjadi bagian dari pengalaman personal, mobil menjadi ruang mobilitas pintar, sedangkan rumah menjadi ruang hidup yang saling terhubung.
Xiaomi juga menjadikan HyperOS sebagai salah satu fondasi konektivitas lintas perangkat. Dengan pendekatan tersebut, mobil tidak diposisikan sebagai produk yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari ekosistem perangkat Xiaomi.

Konsep tersebut telah diterapkan pada kendaraan Xiaomi yang dipasarkan di China. Pada SUV listrik YU7, misalnya, Xiaomi mengembangkan berbagai fungsi konektivitas yang menghubungkan kendaraan dengan perangkat lain dalam ekosistem Human × Car × Home.
Artinya, ketika pengguna berpindah dari smartphone ke rumah lalu ke mobil, pengalaman digital yang ditawarkan Xiaomi dirancang tetap terhubung.
Perkembangan produk terbaru Xiaomi juga menunjukkan bagaimana konsep tersebut terus diperluas.

Pada 7 September 2026, Xiaomi memperkenalkan SkyNomad, keluarga SUV extended-range electric vehicle (EREV). Salah satu variannya, SkyNomad N70 Max, menggunakan dua motor listrik dengan sistem AWD dan menghasilkan tenaga 310 kW.
SUV lima penumpang tersebut dibekali baterai 76 kWh dengan jarak tempuh listrik hingga 505 km berdasarkan standar CLTC. Ketika energi baterai mulai rendah, mesin bensin 1,5 liter bekerja sebagai range extender, sehingga jarak tempuh gabungan yang diklaim mencapai 1.461 km.
Di atasnya terdapat N90 Max, SUV tujuh penumpang dengan sistem motor ganda dan baterai 76 kWh. Jarak tempuh gabungannya diklaim mencapai 1.705 km.
Namun, SkyNomad belum dinyatakan sebagai model yang akan dibawa ke Indonesia.
Kemungkinan Masuk ke Indonesia?

Lalu, seberapa dekat sebenarnya mobil Xiaomi dengan pasar Indonesia?
Pernyataan Michael Feng memberikan jawaban paling jelas sejauh ini. Xiaomi Indonesia menyatakan bahwa produk mobilnya akan dibawa ke Indonesia, tetapi perusahaan belum mengumumkan jadwal peluncuran maupun model yang akan menjadi pembuka.
Hal ini membuat pilihan model menjadi salah satu hal yang menarik untuk ditunggu.
Xiaomi kini memiliki beberapa pendekatan berbeda di sektor elektrifikasi. SU7 menjadi sedan listrik yang membuka langkah Xiaomi di industri otomotif, kemudian YU7 memperluas portofolio ke segmen SUV listrik. Sementara SkyNomad menunjukkan langkah berikutnya melalui teknologi EREV.
Dengan demikian, belum ada dasar untuk memastikan apakah Indonesia nantinya akan mendapatkan SU7, YU7, SkyNomad, atau model lain yang disiapkan Xiaomi untuk pasar global.
Yang menarik, kehadiran mobil Xiaomi di Indonesia nantinya juga berpotensi memperluas ekosistem yang sudah lebih dahulu dibangun perusahaan melalui smartphone, perangkat wearable, dan produk rumah pintar.

Jika strategi Human × Car × Home diterapkan secara penuh di Indonesia, mobil akan menjadi elemen baru yang menghubungkan perangkat personal dengan rumah pintar Xiaomi.
Jadi, kabar terbesarnya bukan lagi soal apakah Xiaomi akan membawa mobil ke Indonesia. Xiaomi Indonesia sudah menyatakan jawabannya: 100 persen akan membawa produk mobilnya ke Tanah Air.
Kini yang masih menjadi pertanyaan adalah kapan mobil Xiaomi tiba di Indonesia dan model apa yang akan menjadi pembuka langkahnya.
Teks: Indramawan
Foto: Xiaomi Indonesia, Xiaomi Global



