• Editor

Sinar Baik KOM Challenge Perebutkan Gelar Goweser Raja Tanjakan Sepeda Lipat

Untuk dapat meraih gelar raja tanjakan, goweser ditantang memacu sepeda lipatnya menjadi yang tercepat di jalur menanjak sejauh kurang lebih 20 km.

OTOPLUS-ONLINE I Melibas tanjakan menggunakan sepeda MTB (Mountain Bike) atau road bike (sepeda balap) mungkin sudah biasa. Tetapi balap di tanjakan dengan menggunakan folding bike (sepeda lipat) yang notabene memiliki diameter roda lebih kecil (16 - 20 inci) tentu saja ini menjadi sebuah tantangan tersendiri.


Inilah yang memotivasi Sinar Kumala selaku pegiat gowes sekaligus owner toko sepeda Sinar Baik di Semarang bersama dengan Dhoni Marco, youtuber Gowes Hepi Dhony Renny bersama-sama menggagas event Sinar Baik KOM Challenge (27 - 28/03/2021) yang digelar di Wana Wisata Bukit Nglimut, Kabupaten Kendal, dengan dibantu Komunitas Gowes Gocapan Semarang, serta disupport oleh OTOPLUS-ONLINE ini,


Sebagai info, KOM adalah singkatan dari King of Mountain yang bisa diartikan sebagai raja gunung atau raja tanjakan!

Jumlah peserta dibatasi demi keselamatan dan keamanan bersama


Untuk dapat meraih gelar raja tanjakan, goweser ditantang untuk memacu sepeda lipatnya menjadi yang tercepat di jalur tanjakan dengan jarak kurang lebih 20 km. Siapa yang tercepat menyentuh garis finish, dialah juaranya. Flying start sendiri dilakukan di halaman depan toko sepeda Sinar Baik BSB City Semarang untuk selanjutnya menuju ke lokasi garis start KOM di J&J Park Play. Dan finish di wana wisata Bukit Nglimut yang berada di Kabupaten Kendal.

Taklukan tantangan medan tanjakan sejauh 20 Km dengan sepeda lipat roda small wheel


Namun tak seperti biasanya, event kali ini cenderung terlihat sepi. "Kami memang sengaja membatasi jumlah peserta sebagai komitment kami untuk ikut menjaga protokol kesehatan", tutur Sinar Kumala. Untuk membatasi jumlah peserta, undangan dikirimkan langsung kepada klub maupun komunitas sepeda lipat di Tanah Air. Dan itupun hanya boleh mengirim maksimal 3 peserta dari masing-masing klub. Kalau tidak dibatasi jumlah peserta bisa membludag.


Tak heran kalau animo goweser begitu antusias. Pasalnya, "Dalam setahun ini nyaris tak ada event untuk sepeda lipat", imbuh Dhony Marco, selaku Ketua Penyelenggara. Tercatat kurang lebih 125 peserta yang hadir mengikuti gelaran kali ini dan berasal dari klub sepeda lipat di berbagai daerah di Pulau Jawa seperti Rembang, Pati, Kudus, Demak, Ungaran, Surakarta, Boyolali, Pati, Yogyakarta, Surabaya.

Patuhi protokol kesehatan, wajib cek suhu badan sebelum lomba, dan pakai masker


Pelaksanaan memang digelar dengan protokol kesehatan ketat tanpa kecuali. Baik panitia, crew pendukung maupun peserta juga diwajibkan menggunakan masker dan membawa hand sanitizer. Tak hanya itu saja, setiap peserta juga wajib diukur suhu badannya sebagai salah satu upaya untuk mengetahui kondisi tiap peserta.

Bupati Kendal, Dico Ganinduto, B.Sc (pakai rompi)


Bupati Kendal Dico Ganinduto, B.Sc yang turut hadir dalam gelaran ini juga menyampaikan apresiasi karena telah memilih obyek wana wisata Nglimut sebagai destinasi akhir balap. Karena secara tidak langsung ini telah membantu mengangkat dan mengenalkan salah satu potensi wisata di Kendal kepada peserta yang berasal dari luar kota.


Teks & Foto: dJansen