Tampilan Indomobil eMotor Tyranno Memang Garang, Bagaimana Naikannya?

Tampang Indomobil eMotor Tyranno memang beda dan terlihat garang. Bagaimana rasanya jika dipakai harian? Kita jajal yuk!

OTOPLUS-ONLINE I Kalau kamu bosan lihat skuter listrik yang tampangnya itu-itu aja, kenalan dulu sama Indomobil eMotor Tyranno. Dari pertama lihat, motor ini sudah bikin orang menoleh. Konsepnya adventure, dengan gaya kekar ala motor off-road yang jarang ada di segmen motor listrik. Nah, tampang garang doang tentu belum cukup. Yuk, kita bahas gimana rasanya dipakai harian.

Soal desain, Tyranno memang tampil macho. Ada exo-skeleton atau armor yang melingkupi bodi, mulai dari rak depan, pelindung lampu, sampai crash bar lengkap yang melindungi bodi motor.
Dimensinya 1.885 Ć 755 Ć 1.150 mm, sedikit lebih besar dari Yamaha X-Ride 125 yang sama-sama bergaya adventure (1.860 Ć 740 Ć 1.070 mm). Hasilnya, tampilannya gagah dan beda dari skuter listrik pada umumnya. Cocok buat kamu yang ingin motor yang punya karakter.

Tapi ada satu catatan kecil soal desainnya. Potongan pelat pada ornamen bertuliskan "Tyranno" di side bar ternyata tajam dan rawan melukai tangan kalau tak sengaja tersentuh. Jadi pas lagi parkir atau ngobrol santai sambil nyender di motor, jangan asal pegang ya. Detail kecil begini mungkin bisa jadi bahan evaluasi buat pabrikan ke depannya.

Begitu naik, hal pertama yang terasa adalah ergonominya. Untuk pengendara berpostur 165ā170 cm, jarak setang, tinggi dek lantai, dan ketebalan jok terasa pas.
Buat yang suka boncengan, tenang aja: penampang jok pembonceng cukup lebar dan tebal, jadi doi nggak gampang pegal. Satu hal yang perlu diwaspadai adalah footstep-nya. Bahannya besi tanpa pelindung karet, jadi rawan melukai kaki kalau kurang hati-hati.

Sekarang bagian yang paling bikin senyum: tenaganya. Tyranno dibekali motor listrik 3 kW dengan torsi instan 170ā180 Nm. Begitu gas dibuka, tenaganya langsung nendang tanpa nunggu putaran mesin naik. Tanjakan tajam pun terasa enteng, bahkan saat berboncengan. Buat kamu yang tiap hari lewat jalan menanjak, ini nilai plus yang nyata.
Meski begitu, ada karakter gas awal yang perlu dibiasakan. Di tanjakan curam dengan kondisi stop-and-go, bukaan gas yang spontan kadang terasa ada sedikit jeda atau tenaga kosong sesaat. Nggak parah, tapi lumayan terasa kalau kamu terbiasa dengan respons yang super instan.
Untungnya ada fitur hill start assist yang membantu saat mulai jalan di tanjakan. Soal kecepatan, top speed mentok di 80 km/jam, jadi cukup lah buat mobilitas harian dalam kota.

Oh ya, menariknya lagi, Indomobil eMotor membekali Tyranno dengan fitur cruise control, jadi kalau kamu jalan konstan di trek panjang, aktifkan saja dan kita terbebas dari pelintir gas.
Urusan kenyamanan, suspensinya berkarakter empuk. Jalan rusak dan lubang jadi lebih ramah, walau pada beberapa kondisi travel suspensinya terasa mentok, akan lebih baik jika travel sok depan dipanjangkan.
Ground clearance 170 mm juga membantu saat melewati jalan yang kurang mulus.

Satu lagi yang perlu dicatat adalah ban dual-purpose bawaan pabrik. Di aspal kering oke, tapi cengkeramannya tidak sebaik ban on-road murni. Kalau hujan atau jalan basah, ban ini juga agak licin, jadi ngegas dan ngerem-nya harus lebih hati-hati.

Buat kamu yang sering pulang malam, lampunya bisa diandalkan. Headlight-nya sudah pakai teknologi Dual Bi-Beam LED alias double projector LED. Cahayanya terang, fokus, dan terarah ke jalan di depan, nggak menyebar liar. Ditambah DRL modern yang bikin motor lebih kelihatan oleh pengendara lain di siang hari.
Kalau butuh yang lebih galak untuk petualangan, ada varian Tyranno X yang sudah dilengkapi lampu sorot tambahan langsung dari pabrikan.

Dari sisi fitur, Tyranno cukup kekinian. Ada speedometer TFT touch screen dengan konektivitas ponsel, tiga mode berkendara (Eco, Comfort, Sport), sampai gigi mundur yang berguna banget pas parkir di spot sempit.
Baterai Lithium berkapasitas sekitar 2,45 kWh sanggup menempuh lebih dari 110 km sekali cas, dan rak depan-belakang bawaan siap dipakai bawa barang atau narik ojek online.
Kekurangannya, bagasi bawah jok belum muat untuk helm, dan pengisian baterai standar butuh sekitar 3ā4 jam tanpa fast charging jika dilakukan mandiri di rumah. Soal garansi, baterai dikawal 3 tahun, sedangkan dinamo, controller, dan charger masing-masing 1 tahun.

Kesimpulannya, Indomobil eMotor Tyranno adalah motor listrik yang menawarkan kombinasi langka: tampang adventure yang gahar, torsi besar, dan jarak tempuh lega.
Ada beberapa PR seperti ban, footstep, dan bagasi, tapi untuk gaya hidup urban yang aktif, motor ini punya daya tarik kuat. Wajar kalau Tyranno dinobatkan sebagai Best Low Electric Motorcycle 2025. Kalau kamu cari motor listrik yang nggak biasa, Tyranno layak masuk daftar incaran kamu.
Teks: Arianto Sasongko, Nugroho Sakri Yunarto
Foto: Nugroho Sakri Yunarto



