• Editor

Tes Konsumsi BBM DFSK Glory 560: 1 Liter Bisa Tempuh 11,93 Km


  • Benarkah konsumsi bahan bakar produk DFSK, baik Glory 580 atau 560 itu boros?

Pada sesi coaching clinic di event DFSK Glory Day Surabaya (28/9) lalu, Sugiartono, Technical Training & Service Manager PT Sokonindo Automobile memberikan beberapa tips, diantaranya tips mengemudi secara lebih efisien.

Tips ini dirasa penting karena ada konsumen yang mengeluhkan konsumsi bahan bakar produk DFSK, baik 580 atau 560 itu boros, berkisar 6 - 7 km/liter untuk pemakaian dalam kota dan 8 - 9 km/liter untuk pemakaian luar kota.

Sugiartono, Technical Training & Service Manager PT Sokonindo Automobile

Menurut Sugiartono ada karakter dari mesin dan transmisi DFSK Glory, baik tipe 580 atau 560 (keduanya menggunakan mesin dan transmisi yang sama, yakni Unit SFG15T berkapasitas 1.498 cc dengan turbo yang dipadukan dengan transmisi CVT) yang belum dipahami konsumen.


Pertama, karakter transmisi CVT. Ketika mulai berjalan, injakan pedal gas seakan tidak segera direspon oleh transmisi. Secara naluriah pengemudi akan segera menambah tekanan pada pedal gas dengan harapan segera membuatnya bergerak. Tanpa disadari, perilaku ini menjadi salah satu penyebab konsumsi bahan bakar boros.


Kedua, karakter mesin turbo. Di Glory 580/560, turbo akan mulai bekerja pada putaran di atas 2.000 rpm. Ketika turbo bekerja, otomatis asupan bahan bakar akan lebih banyak. Agar konsumsi bahan bakar tidak boros, putaran mesin sebaiknya dijaga maksimal pada 2.000 rpm.

  • Tol Trans Jawa dengan rute PP Surabaya – Solo dipilih karena memungkinkan untuk menjelajah dengan kecepatan konstan pada jarak yang jauh

Penasaran ingin membuktikan, OTOPLUS-ONLINE meminjam satu unit DFSK Glory 560 dari CV Manang Abadi Sejahter, DFSK Dealer Surabaya. Skenarionya Glory kami ajak melintas tol Trans Jawa dengan rute PP Surabaya – Solo. Rute ini dipilih karena memungkinkan untuk menjelajah dengan kecepatan konstan pada jarak yang jauh.

  • Kondisi tol yang lengang memungkinkan kami melaju konstan sehingga ideal untuk pengetesan

Untuk bahan bakar kami sengaja menggunakan Pertalite beroktan 90. Sebenarnya DFSK menyarankan penggunaan bahan bakar beroktan 92 ke atas. Namun asumsi kami, lebih banyak pemilik yang memilih Pertalite ketimbang Pertamax untuk kendaraannya.


Metode yang kami gunakan adalah full to full. Bensin kami isi penuh hingga bibir tangki. Setelah dipakai berjalan, di tempat tujuan kami isi penuh lagi hingga mulut tangki.

  • Pada perjalanan berangkat, kami tidak memanteng rpm di 2.000 rpm seperti yang disarankan

Pada rute Surabaya menuju Solo, kami sengaja tidak menjaga putaran mesin di 2.000 rpm, injakan pedal gas pun kami lakukan sewajarnya tanpa coba memahami karakter transmisi CVT Glory 560. Sesekali kami mendahului mobil lain dengan cepat, menjelajah pada tidak konstan antara 110 – 130 km/jam, dan beberapa kali berhenti di tempat peristirahatan sebagaimana yang dilakukan umumnya orang.

  • Pada kecepatan tinggi dengan kecepatan konstan seperti pada perjalanan pulang, mobil ini terasa nyaman

Memang terasa, ketika putaran mesin beranjak melebihi 2.000 rpm, mesin terasa bertenaga sehingga ringan melarikan SUV ini. Getaran pun terasa minim, kinerja suspensi juga terasa mantap pada kecepatan tinggi.


Tiba di Solo (melewati exit tol Ngemplak), dengan jarak tempuh 267 kilometer, kami perlu menambahkan 28,1 liter Pertalite. Sehingga didapat konsumsi bahan bakar 9,5 km/liter.

  • Perjalanan berangkat berakhir di Solo

Pada rute balik dari Solo menuju Surabaya, kami mencoba disiplin memainkan injakan pada pedal gas dengan coba memahami karakter transmisi CVT-nya. Untuk putaran mesin kami panteng di 2.000 rpm sesuai saran Sugiartono. Pada 2.000 rpm, DFSK Glory 560 bisa mencapai kecepatan 100 km/jam.

  • Putaran kami jaga di 2.000 rpm pada perjalanan pulang

Hasilnya dengan total jarak 317.5 (lebih jauh karena kami masuk dari entrance Colomadu kami cukup menambahkan 26,6 liter Pertalite. Artinya konsumsi bahan bakar DFSK Glory jika dipakai konstan 2.000 rpm di rute luar kota bisa mencapai 11,93 km/liter. Gak boros kan?


OTOPLUS-ONLINE yakin kalau konsumsi bahan bakar bisa lebih hemat jika menggunakan spesifikasi bahan bakar sesuai anjuran yaitu bensin beroktan 92 ke atas.


Naskah & Foto: Nugroho Sakri Yunarto