top of page

Test Drive VinFast Limo Green: MPV Listrik yang Lega dan Bertenaga

Gambar penulis: Editor
Editor
4 menit yang lalu
4 menit membaca
Limo Green adalah salah satu andalan VinFast di segmen MPV listrik dengan harga kompetitif, namun menjanjikan banyak kelebihan. Kami akan cari tahu.

VinFast Limogreen dipasarkan mulai Rp331 Juta OTR Surabaya.
VinFast Limogreen dipasarkan mulai Rp331 Juta OTR Surabaya.

OTOPLUS-ONLINE I Bicara soal mobil keluarga 7-seater di Indonesia, pilihan kita biasanya itu-itu saja. Konsumen kita memang cenderung mengikuti arus: yang populer, itu yang dikejar.


Nah, VinFast Limo Green datang membawa jalan berbeda lewat MPV listrik murni dengan harga yang bikin penasaran. Pertanyaannya, apakah ia sebagus yang dijanjikan di atas kertas?


Kami sudah mencobanya langsung.


VinFast Limogreen merupakan model lebih terjangkau dari VinFast MPV7.
VinFast Limogreen merupakan model lebih terjangkau dari VinFast MPV7.

VinFast sendiri bukan nama yang lahir kemarin sore, tapi juga belum lama. Pabrikan asal Vietnam ini baru berdiri pada 2017 dan memperkenalkan dua model pertamanya pada 2018, hasil kerja sama dengan BMW. Kurang dari 10 tahun, lini produknya sudah mencapai 15 model.


Kini fokus mereka sepenuhnya pada kendaraan listrik, baik untuk personal maupun komersial. Limo Green adalah salah satu andalannya di segmen MPV.


Dengan dimensi panjang 4.740 mm seukuran dengan Toyota New Kijang Innova Zenix (4.755 mm).
Dengan dimensi panjang 4.740 mm seukuran dengan Toyota New Kijang Innova Zenix (4.755 mm).

Kesan pertama begitu masuk kabin: lega banget. Untuk ukuran medium MPV 7-seater, ruang kakinya melimpah, begitu juga headroom di baris pertama dan kedua.



Jok baris kedua punya kerebahan sandaran dan penampang jok yang nyaman untuk perjalanan jauh.
Jok baris kedua punya kerebahan sandaran dan penampang jok yang nyaman untuk perjalanan jauh.

Dimensinya memang mendukung, dengan panjang 4.740 mm, lebar 1.872 mm, tinggi 1.729 mm, dan wheelbase 2.840 mm. Angka-angka itu terasa nyata saat duduk di dalamnya.


Jok baris ketiga mengakomodir postur orang dewasa.
Jok baris ketiga mengakomodir postur orang dewasa.

Yang bikin kami salut adalah baris ketiga. Biasanya jok paling belakang di MPV hanya jadi formalitas, cocok buat anak-anak atau perjalanan sebentar. Di Limo Green, baris ketiga proper untuk orang dewasa dengan tinggi sampai 180 cm. Lantai kabinnya juga rata seluruhnya, jadi keluar-masuk penumpang lebih leluasa tanpa harus melangkahi tonjolan.


Ada under trunk compartment.
Ada under trunk compartment.

Urusan bagasi juga tidak mengecewakan. Kalau jok baris ketiga dilipat, ruang barang sudah lumayan. Lipat juga baris kedua, kapasitasnya melonjak sampai 1.240 liter. Mau angkut koper liburan keluarga, dagangan, atau barang operasional bisnis, semuanya muat tanpa drama.


Ground clearance tergolong aman untuk mayoritas medan jalanan Indonesia.
Ground clearance tergolong aman untuk mayoritas medan jalanan Indonesia.

Lanjut ke kaki-kakinya. Jarak terendah ke tanah (ground clearance) Limo Green mencapai 180 mm, angka yang pas banget untuk kondisi jalanan Indonesia. Mulai dari polisi tidur yang suka tidak kira-kira, jalan berlubang, sampai genangan air ringan, mobil ini cukup percaya diri melibasnya tanpa bikin deg-degan.


Pelek kaleng dengan wheeldop aerodinamis.
Pelek kaleng dengan wheeldop aerodinamis.

Soal roda, Limo Green memakai pelek 18 inci berbalut ban Sailun ATRezzo Elite 2 ukuran 235/55R18. Jujur, agak berlebihan gak sih untuk mobil yang tampilannya masih pakai pelek kaleng dengan dop penutup?


Tapi sisi positifnya, dengan dimensi ban sebesar itu karakter pengendalian dan stabilitasnya tergolong baik. Mobil terasa mantap, tidak oleng saat bermanuver.


Hanya saja, siap-siap mikir dua kali saat tiba waktunya ganti ban. Harga per ban paling murah mulai Rp1,1 juta (Dunlop LM705), dan paling mahal bisa Rp3,2 juta (Michelin Primacy). Kalikan empat, lumayan juga kan? Ini jadi catatan buat yang memang mengincar efisiensi biaya operasional.


Sebenarnya masih tersedia ruang yang cukup untuk frunk.
Sebenarnya masih tersedia ruang yang cukup untuk frunk.

Sekarang bagian yang paling ditunggu: performa. Untuk ukuran MPV keluarga 7-seater, tenaganya lebih dari cukup.


Motor listrik penggerak roda depannya menghasilkan 201 DK dan torsi 280 Nm, yang tersedia instan begitu pedal diinjak. Akselerasi terasa halus dan senyap, bahkan ketika kabin terisi penuh. Tenaga sebesar ini hampir dua kali lipat MPV bensin konvensional di kelasnya.


Tenaga itu ditopang baterai LFP 60,2 kWh yang diklaim bisa menjelajah hingga 450 km (NEDC). Dalam pengetesan kami, konsumsi energinya berkisar 13-15 kWh/100 km. Angka ini setara dengan BYD M6 EV yang juga kami tes dan mencatatkan figur serupa. Artinya, sebagai rival terdekat, Limo Green sama sekali tidak kalah soal efisiensi.


Mendukung pengisian cepat hingga 80 kW sehingga memungkinkan pengisian 10% ke 70% hanya dalam 30 menit.
Mendukung pengisian cepat hingga 80 kW sehingga memungkinkan pengisian 10% ke 70% hanya dalam 30 menit.

Soal pengisian daya, ia mendukung DC fast charging maksimum 80 kW. Dari 10% ke 70% hanya butuh sekitar 30 menit, kira-kira cukup untuk ngopi sambil menunggu. Buat operasional seharian, jangkauan dan kecepatan charging seperti ini terasa sangat memadai tanpa bikin cemas soal baterai.


Outlet air vent di baris kedua untuk pendinginan lebih merata ke kabin belakang.
Outlet air vent di baris kedua untuk pendinginan lebih merata ke kabin belakang.

Satu lagi kejutan menyenangkan: AC-nya dingin banget. Padahal Limo Green hanya memakai AC otomatis 1 zona (automatic climate control). Rahasianya, ventilasi udara dihadirkan sampai ke penumpang belakang dan baris ketiga, sehingga pendinginan merata ke seluruh kabin. Di tengah cuaca tropis kita yang panasnya kadang tidak masuk akal, ini nilai plus besar.


Dasbor minimalis minim tombol fisikal.
Dasbor minimalis minim tombol fisikal.

Sebagai varian yang lebih terjangkau, fiturnya tentu tak selengkap saudaranya, VF MPV 7. Tapi paket yang ada sudah memadai. Hiburan dan konektivitas lewat layar sentuh infotainment 10,1 inci dengan Apple CarPlay dan Android Auto, Bluetooth, Radio FM/AM, serta USB. Untuk keamanan, tersedia 4 airbag, ABS, Traction Control System (TCS), Electronic Parking Brake (EPB), kamera mundur, dan sensor parkir belakang. Memang sederhana, tapi esensial semua.


Masalahnya mayoritas sistem pada kendaraan dikontrol melalui layar sentuh 10,1 inci ini.
Masalahnya mayoritas sistem pada kendaraan dikontrol melalui layar sentuh 10,1 inci ini.

Kenyamanan berkendara juga didukung suspensi MacPherson Strut di depan dan Multi-link di belakang, kombinasi yang sama dengan BYD M6 EV dan Aletra L8. Keunggulan Multi-link: pergerakan satu roda saat melewati lubang tidak memengaruhi roda di sisi seberangnya, sehingga kabin tetap stabil dan minim guncangan.


Suspensi belakang mengandalkan tipe Multi-link sehingga terasa nyaman dan stabil.
Suspensi belakang mengandalkan tipe Multi-link sehingga terasa nyaman dan stabil.

Roda juga lebih leluasa menjaga tapak ban menempel ke jalan, jadi traksi dan keamanan saat menikung atau mengerem meningkat. Sudut camber dan toe tetap terjaga, membuat handling lebih presisi. Sebagai pengembangan dari Double Wishbone, suspensi ini juga membagi beban kerja komponen lebih ringan.


Hanya tersedia dalam 3 pilihan warna.
Hanya tersedia dalam 3 pilihan warna.

Soal tampilan, pilihan warnanya hanya tiga: Infinity Blanc (putih), Jet Black (hitam), dan Desat Silver (perak). Terbatas, tapi cukup wajar untuk mobil yang memang dirancang mengutamakan fungsi.


Absennya vanity mirror di sisi penumpang depan agak kelewatan sih.
Absennya vanity mirror di sisi penumpang depan agak kelewatan sih.

Interiornya pun masih dominan kain, jok pengemudi manual, dan pintu bagasi belum elektrik. Jelas ini bukan mobil yang mengejar kemewahan, melainkan mobil yang mengejar kegunaan.


Terakhir, urusan dompet. VinFast menawarkan dua skema: beli utuh beserta baterai, oleh VinFast Marani Jemursari Surabaya dipasarkan dengan harga Rp401.000.000 (OTR Surabaya), dan untuk versi berlangganan baterai (subscription) dengan harga unit mulai Rp331.000.000 plus biaya langganan mulai Rp880 ribu per bulan.

Gratis ngecas sampai 1 Maret 2029.
Gratis ngecas sampai 1 Maret 2029.

Bonusnya, gratis pengisian daya di jaringan V-Green yang tersebar di kantor pos, minimarket dan lokasi lain hingga 1 Maret 2029, plus garansi kendaraan 7 tahun/160.000 km dan baterai 10 tahun/200.000 km.


Kesimpulannya, Limo Green adalah MPV listrik yang lega, bertenaga, dan hemat. Catatan kecilnya hanya soal fitur yang tidak selengkap MPV7 serta jaringan purnajual yang masih berkembang, tapi untuk keluarga besar maupun bisnis transportasi, ia layak masuk daftar pertimbangan.


Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto

logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2026 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page