• Editor

Test Ride All New Honda PCX 160: Top Speed 114 Km/Jam, Konsumsi BBM 53,5 Km/Liter

Untuk menjajal performa mesin baru dan kenyamanan PCX 160, kami memilih lokasi test ride di kawasan perkotaan Surabaya hingga ke arah timur tepatnya ke Jembatan Suramadu yang banyak memiliki trek panjang, sambil mencoba konsumsi BBM di tengah suhu udara sangat panas 41 derajat celcius!

All New PCX 160 dengan latar belakang Jembatan Nasional Suramadu yang melintasi Selat Madura dan menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan)


OTOPLUS-ONLINE I All New PCX 160 merupakan jawaban Honda untuk menandingi Yamaha NMAX. Perubahan paling signifikan diterapkan pada sektor mesin. PCX 160 dibekali mesin berkapasitas bersih 156,9 cc, yang tak hanya memiliki kapasitas mesin lebih besar dibandingkan NMAX (155 cc), dengan output tenaga dan torsi PCX 160 juga lebih besar.


Desain

Headlamp berteknologi LED, saat nyala sisi depan akan tampak meriah


Perubahan moncolok PCX 160 dari model sebelumnya terlihat pada desain lampu-lampunya. Headlamp kini terlihat lebih tipis dan tegas.

Setang model telanjang, membuat kabel-kabel terekspos sehingga kesannya kurang rapi (atas). Namun getaran setang terasa minim karena dibekali damper karet, termasuk saat dibawa melintas di atas permukaan jalan beton (bawah)


Sekilas mirip Honda Forza, sementara taillamp terlihat lebih modern dengan mika smoke dan LED baru membentuk sepasang huruf U terbalik, bukan lagi huruf X!

Kami menilai desain lampu belakang lebih cakep dibandingkan model sebelumnya


Perubahan desain lampu belakang diikuti dengan perubahan beberapa detail di buritan di antaranya housing lampu plat nomor yang di PCX sebelumnya nongol, kini tampil lebih klimis.

Knalpot dengan konstruksi dan ornamen baru

Varian

Unit tes kami merupakan All New PCX 160 tipe ABS terbaru dengan warna Majestic Matte Red yang terlihat elegan


Ada tiga varian All New PCX160. Pertama, CBS (Combi Brake System) dipasarkan OTR Surabaya dengan harga Rp 31.285.500. Pilihan warnanya, Marvelous Matte Grey, Majestic Matte Red, Wonderful White, Glorius Matte Black.

Varian ABS dibedakan dengan jok warna dual tone


Lalu tipe ABS (Anti-lock Braking System) yang dijual Rp 34.856.500 dengan pilihan warna Majestic Matte Red, Royal Matte Blue, Wonderful White, Brilliant Black dan terakhir varian e:HEV yang berteknologi hybrid dipasarkan dengan harga Rp 44.463.500 dengan hanya satu pilihan warna, Horizon White.

Fitur

Rem dibekali teknologi ABS 1 kanal hanya pada roda depan, sementara NMAX Connected ABS dibekali rem ABS 2 kanal


Instrument meter di All New PCX 160 mengusung teknologi negative display sehingga tetap mudah dibaca meski di siang yang terik. Informasi yang disodorkan termasuk lengkap.

Panel indikator full digital dengan tampilan yang canggih dan informasi lengkap, termasuk ABS Indicator (khusus tipe ABS).


Selain informasi standar (kecepatan, odometer, volume bahan bakar dan tripmeter) instrument meter ini juga menginformasikan waktu, konsumsi bahan bakar rata-rata, pengingat penggantian oli dan indikator HSTC (Honda Selectable Torque Control).

Hazard lamp jadi standar motor kekinian


Di klaster terpisah pada kolom sebelah kanan, terdapat indikator ABS dan HSTC yang akan menyala ketika sistem tersebut aktif. Tapi menurut OTOPLUS-ONLINE yang paling catchy adalah indikator lampu sein berbentuk LED bar melebar. Tak sekadar menghadirkan kesan modern, dimensinya yang besar akan mengurangi risiko lupa mematikan sein.


Skutik ini sudah dilengkapi dengan power outlet model USB Port berkekuatan 5V/2,1A. Letaknya aman tersembunyi di dalam konsol sisi kiri.


Oh ya, konsol ini cukup besar, saat tidak digunakan untuk menyimpan ponsel, ukurannya dapat menampung botol air mineral volume 600 ml. Sayangnya instrument meter tidak dapat terkoneksi ke ponsel seperti halnya Yamaha NMax, ini menjadi salah satu kekurangan PCX 160.

Tak lagi menggunakan kunci mekanis, tapi pakai Honda Smart Key System


All New PCX 160 dibekali Honda Smart Key System yang tak lagi memerlukan kunci mekanis untuk menghidupkan mesin dan mengunci setang. Cukup dengan mengantongi remote, sistem kunci skutik ini dapat dikontrol melalui kenop kompor di rumah kunci.


Sistem kunci pintar ini terintegrasi dengan immobilizer, Anti-theft Alarm dan Answer Back System yang memudahkan ketika mencari lokasi motor di tempat parkir. Sistem kunci di All New PCX akan membaca sinyal dari remote pada jarak sekitar 1 meter. Untuk mengaktifkan kunci, tekan tombol bergambar anak kunci di remote sampai indikator LED kecil berubah warna dari hitam menjadi hijau.

Membuka jok dan tutup tangki bahan bakar dengan tombol ini


Setelah itu barulah kenop kunci bisa diputar ke arah kanan untuk membuka. Dari posisi Lock ke unlock kenop harus sembari ditekan, putar lagi ke kanan menuju posisi Seat & Fuel bila ingin membuka jok atau tutup tangki bahan bakar.

Joknya dibekali mekanisme pegas yang Honda juluki Seat Stopper jadi tak perlu repot memegang jok saat akan meletakkan atau mengambil barang dari bagasi


Untuk menghidupkan mesin, putar sekali lagi kenop ke kanan. Nah, untuk menghidupkan mesin tuas rem kiri harus ditarik dalam-dalam, karena kalau hanya ditarik ringan hanya akan mengaktifkan switch rem ketika ditarik dalam barulah switch starter akan aktif.


Impresi Berkendara

Posisi berkendara terasa ideal untuk tester OTOPLUS-ONLINE yang berpostur tinggi 162 cm


Honda melakukan pengembangan dengan melebarkan penampang floordeck bagian depan selebar 3 cm. Tujuannya agar ketika kaki selonjor jadi lebih nyaman. Memang sih, sayangnya menurut kami penampangnya masih kurang leluasa untuk mereka yang ukuran sepatunya di atas 44. Kalau ukuran sepatu kalian 41-43 sih aman.

Comfort Foot Area, berkendara jadi semakin nyaman dengan area pijakan kaki yang lebih luas


Ergonomi berkendara yakni jarak setang ke tubuh, ketinggian jok, posisi duduk pada permukaan dek terasa ideal buat pemilik postur di bawah 175 cm. Tester OTOPLUS-ONLINE yang memiliki postur 162 cm, sangat enjoy mengendarainya. Tapi kalau postur kalian 180 cm ke atas seperti tester OTOPLUS-ONLINE yang lain, jok berjarak 764 mm terasa ambles lantaran floordeck termasuk tinggi.


Selain itu ketinggian dan sudut setang terasa kurang pas, sedikit kurang tinggi dan sudut setang kurang lebar. Buat pengendara yang berpostur tinggi, pergelangan tangan dan bahu jadi lebih cepat pegal.

Karakter suspensinya mantap ketika diajak menikung dengan kecepatan tinggi


Dalam hal pengendalian, karakter sok depan sanggup mengompromikan performa dan kenyamanan. Namun karakter sok belakang yang kini panjangnya 365 mm cenderung kaku. Di jalanan mulus jadi keunggulan karena menyodorkan sisi pengendalian yang tajam, tapi menjadi masalah ketika kerap menjumpai jalanan dengan permukaan jelek, hentakan suspensi ketika meredam guncangan jalan seperti langsung disetorkan ke tubuh terutama di area pinggang dan tulang ekor. Sialnya sok belakang tidak dibekali setelan kekerasan pegas.


Asumsi kami jok akan mampu meredam efek guncangan itu, nyatanya busa sih empuk tetapi lapisan busa jok tidak cukup tebal lantaran di sisi dalam, ceruk tatakan jok cukup dalam demi mengakomodir kemampuan bagasi disesaki helm.

Sok belakang karakter dasarnya kaku, baru nyaman saat dipakai berboncengan


Karakter sok belakang baru terasa bersahabat ketika dipakai berboncengan, redamannya baru terasa pas, tidak kelewat empuk sehingga masih mampu menawarkan pengendalian yang baik. Jadi kalau mau nyaman, ajak selalu teman membonceng.

Ban profil tipis membalut pelek bertapak lebar


Ngomongin pengendalian, All New PCX 160 terasa lebih meyakinkan dibandingkan pendahulunya lantaran ditunjang dengan penggunaan pelek lebar dan ban berprofil tipis. Pelek depan bertapak 2,75 inci yang dibalut ban berukuran 110/70-14. Sementara PCX sebelumnya menggunakan ban berukuran 100/80-14. Roda belakang diameternya dipangkas jadi berukuran 13 inci, dengan lebar tapak pelek 3,5 inci. Ban belakang menggamit profil tipis ukuran 130/70-13.


Serunya meski roda belakang lebih kecil, ground clearance 135 mm masih aman melibas jalan kampung yang berhias deretan polisi tidur. Kelebihan itu berkat redesain pada dudukan mesin baru eSP+ yang mana letak swingarm-nya dipindah ke atas sehingga tetap aman.


Sebagai informasi, saat kami terima, unit tes milik MPM Honda Jatim ini telah berjalan 2.600 kilometer lebih. Pada jarak tempuh itu, gejala gredek yang jadi ciri PCX sebelumnya tidak muncul. Pada pengetesan di dalam kota saat mendekati waktu berbuka yang biasanya arus lalu lintasnya padat, pergerakan motor ini terasa smooth.


Begitu juga ketika kami coba melintas di jalan-jalan kecil yang dihiasi deretan polisi tidur seperti di kawasan Gayung Kebonsari, berulang berakselerasi ringan usai melibas polisi tidur gejala gredek sama sekali tidak muncul.


Motor ini berbobot 132 kg, bobotnya sama persis dengan Yamaha NMax Connected ABS Version. Meski begitu gerakan setang di PCX terasa lebih ringan, imbasnya PCX terasa lincah di area perkotaan meski panjang totalnya mencapai 1.936 mm.

Menikung dengan kecepatan tinggi, PCX160 tetap stabil


Mesin baru berteknologi 4 katup dan berpendingin cairan ini menyuguhkan karakter penyaluran tenaganya terasa kuat dan padat terutama pada putaran menengah dan atas. Getaran mesin tergolong halus berkat penggunaan roll balancer di kruk as dan hydraulic lash adjuster di klepnya.

Unit tes kami bisa meraih top speed 114 km/jam


Saat kami mencoba performa maksimumnya, unit tes kami ini mampu meraih kecepatan puncak 114 km/jam. Namun angka itu tidak diraih dengan mudah lantaran di atas 110 km/jam peningkatan tenaga mesin tidak seganas ketika motor ini diajak berakselerasi dari 70-90 km/jam misalnya.

Nyaman dipakai jalan santai


Paling nyaman adalah ketika motor ini diajak melaju pada kecepatan 70-80 km/jam. Pada kecepatan itu, mesin mulai mendekati peak powernya. Jadi ngebayangin asyiknya dipakai turing, yang akan kami sajikan ulasannya.

Konsumsi bahan bakar

Tangki bahan bakar berkapasitas 8,5 liter, disediakan slot untuk meletakkan tutup tangki saat mengisi bahan bakar


All New Honda PCX dibekali mesin baru eSP+ yang memiliki perbandingan kompresi 12:1. Secara total kami melakukan pengetesan sejauh 420 kilometer pada berbagai kondisi jalan untuk menggali impresi lengkapnya.

Digeber habis konsumsinya berkutat di 38,5 km/liter, namun dengan mematuhi kaidah eco riding konsumsinya menjadi 53,5 km/liter


Dengan menggunakan bensin beroktan 92 (pertamax), ketika dihajar habis-habisan konsumsi bahan bakarnya 38,5 km/liter sedangkan dipakai eco riding konsumsinya ada di angka 53,5 km/liter sehingga jika dirata-rata konsumsinya ada di kisaran 46 km/liter.

Teks & Foto: Nugroho Sakri Yunarto