Ungkap Cara Kerja Teknologi Transmisi Cerdas Peugeot Automatic Gearbox Autoadaptive
- Editor

- 2 hari yang lalu
- 3 menit membaca
Dalam perkembangannya, Peugeot Automatic Gearbox Autoadaptive kini mampu beradaptasi menyesuaikan karakter pengemudi dan kondisi jalan.

OTOPLUS ONLINE I Transmisi otomatis mulanya diciptakan untuk menghadirkan kemudahan berkendara dalam perkembangannya kini telah mampu beradaptasi menyesuaikan dengan berbagai karakter pengemudi dan kondisi jalan.
Teknologi ini di antaranya diadopsi Peugeot bahkan pada model-model keluaran awal 2000-an yang menggunakan transmisi AL4 seperti Peugeot 206, 307, 406 hingga 308.
Selain itu, transmisi ZF 4HP20 pada Peugeot 406 V6 dan 607.
Pada model Peugeot generasi terbaru, teknologi ini hadir melalui transmisi EAT6 dan EAT8 buatan Aisin dan diaplikasi SUV Peugeot 5008, 3008 dan 2008.
Dengan dukungan perangkat lunak yang lebih modern dan sensor yang lebih presisi, sistem autoadaptive pada generasi ini bekerja lebih halus juga responsif.
Peugeot menamai transmisi ini dengan sebutan Automatic Gearbox Autoadaptive.
Automatic Gearbox Autoadaptive menjadi salah satu bukti pendekatan Peugeot dalam menghadirkan teknologi yang berorientasi pada kenyamanan, efisiensi juga keselamatan.
Dan dengan kemampuan menyesuaikan diri terhadap gaya mengemudi dan kondisi jalan, sistem ini memberikan pengalaman berkendara yang lebih personal dan responsif.
"Berbeda dengan transmisi otomatis konvensional yang memiliki pola perpindahan gigi tetap, autoadaptive gearbox dirancang untuk 'belajar' dan menyesuaikan perpindahan gigi berdasarkan kebiasaan mengemudi serta situasi berkendara yang dihadapi. Dengan kemampuan tersebut, pengalaman berkendara terasa lebih alami dan intuitif, seolah transmisi selalu berada di gigi yang tepat sesuai kebutuhan," jelas Mohan Kurniawan, kepala bengkel resmi Astra Peugeot cabang Surabaya.
Automatic Gearbox Autoadaptive pada mobil Peugeot sistemnya dikendalikan oleh Transmission Control Unit (TCU). Unit ini menerima data dari berbagai sensor kendaraan, seperti posisi pedal gas, putaran mesin (RPM), kecepatan kendaraan, beban mesin, pola pengereman, hingga suhu oli transmisi.
Data algoritma itu diolah lalu sistem akan mengatur dan menyesuaikan pola perpindahan gigi (shift map) yang paling sesuai. Hasilnya, karakter transmisi dapat berubah secara dinamis tanpa disadari pengemudi.
"Saat pengemudi berkendara dengan gaya santai, transmisi akan lebih cepat menaikkan gigi pada putaran mesin rendah untuk menjaga efisiensi bahan bakar. Sebaliknya, ketika pengemudi sering melakukan akselerasi agresif atau kickdown, transmisi akan menahan gigi lebih lama agar respons tenaga terasa lebih optimal," imbuhnya.

Kemampuan autoadaptive tidak hanya terbatas pada membaca gaya mengemudi. Sistem ini juga mampu menyesuaikan diri dengan kondisi jalan.
Saat kendaraan melintasi tanjakan, transmisi akan menahan gigi rendah untuk menjaga torsi.
Sementara di jalan menurun, sistem dapat menurunkan gigi secara otomatis guna membantu engine brake dan menjaga kestabilan kendaraan.

Karena sifatnya yang terus belajar, karakter perpindahan gigi pada mobil Peugeot dapat terasa berbeda dari waktu ke waktu, atau bahkan berbeda antara satu pengemudi dengan pengemudi lainnya.
Dan dalam kondisi tertentu, pengemudi mungkin merasakan perpindahan gigi sedikit lebih lambat saat mesin masih dingin, atau respons transmisi yang berubah setelah sering digunakan secara agresif.
"Kondisi tersebut masih tergolong normal dan merupakan bagian dari proses adaptasi sistem. Namun, penting untuk membedakannya dengan gejala gangguan teknis. Seperti sentakan keras yang berulang, selip transmisi, keterlambatan masuk gigi yang ekstrem, atau aktifnya mode darurat (limp mode). Itu bukanlah karakter autoadaptive dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut," wantinya.
Agar sistem autoadaptive bekerja optimal, perawatan transmisi menjadi faktor krusial. Sebaiknya lakukan perawatan dan perbaikan transmisi di bengkel resmi yang dapat memastikan penggunaan oli transmisi sesuai dengan spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan.
Penggunaan oli transmisi yang tidak sesuai dapat mempengaruhi tekanan hidrolik dan logika adaptasi transmisi yang berujunga pada menurunnya kualitas perpindahan gigi.
Wajib dipahami, pasca penggantian oli, pelepasan aki atau perbaikan pada sistem transmisi, sistem autoadaptive biasanya butuh waktu untuk kembali mempelajari gaya mengemudi.
Pada fase ini, karakter perpindahan gigi dapat terasa berbeda hingga proses adaptasi kembali stabil.
Bagi pengguna mobil Peugeot, memahami cara kerja autoadaptive gearbox akan membantu dalam membedakan karakter alami sistem dengan potensi gangguan teknis.
Juga sekaligus memastikan perawatan dilakukan dengan tepat agar performa transmisi tetap optimal dalam jangka panjang.
Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto




Komentar