top of page

Vario Evo 160 Digosipkan Siap Tantang AEROX 155, Yamaha Malah Sudah Siapkan AEROX E Versi Listrik!

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 3 jam yang lalu
  • 2 menit membaca
Yamaha India resmi membuka penjualan AEROX E pada Juli 2026. Bagaimana dengan Yamaha Indonesia?

AEROX E dipasarkan di India dengan harga 2,81 lakh rupee atau setara sekitar Rp53,2 juta berdasarkan kurs terbaru.
AEROX E dipasarkan di India dengan harga 2,81 lakh rupee atau setara sekitar Rp53,2 juta berdasarkan kurs terbaru.

OTOPLUS-ONLINE I Persaingan Honda Vario Evo 160 dan Yamaha AEROX 155 sedang menjadi sorotan di Indonesia. Di tengah "duel" dua skuter sporty tersebut, muncul fakta menarik dari pasar India: Yamaha ternyata sudah memiliki AEROX versi listrik bernama AEROX E.


Namun perlu dicatat, kabar kemunculan AEROX E ini sebenarnya sudah berhembus sejak 2025 lalu. Tepatnya ketika Yamaha Global memperkenalkannya untuk pasar India pada November 2025.


Kenapa kemunculan AEROX E kembali ramai sekarang, itu karena penjualan komersial di India baru dimulai pada Juli 2026 ini, dengan harga 2,81 lakh rupee atau setara sekitar Rp53,2 juta berdasarkan kurs terbaru.



Mengacu pada laman resmi Yamaha EV India, AEROX E menggunakan dua baterai lepas-pasang berkapasitas masing-masing 1,5 kWh, sehingga total kapasitas energinya mencapai 3 kWh.


Dengan paket baterai tersebut, Yamaha mengklaim jarak tempuh hingga 117 km berdasarkan metode pengujian IDC, sementara kecepatan puncaknya tercatat 95,5 km/jam.



Untuk performa, motor listrik AEROX E menghasilkan tenaga puncak 9,4 kW dan torsi maksimum 48 Nm.


Yamaha juga membekalinya dengan tiga pilihan mode berkendara, yakni ECO, STD, dan PWR. Mode ECO ditujukan untuk efisiensi dan perjalanan lebih jauh, STD untuk penggunaan harian di dalam kota, sedangkan PWR disiapkan saat pengendara membutuhkan respons akselerasi lebih kuat.



Tak hanya menyediakan tiga riding mode, AEROX E juga dilengkapi fitur Power Boost yang dapat digunakan pada seluruh mode berkendara, baik ECO, STD, maupun PWR.


Yamaha menyebut fitur tersebut memberikan rapid acceleration dan strong pick-up, sehingga respons tenaga tetap bisa ditingkatkan sesuai kebutuhan pengendara, termasuk saat harus menyalip atau menghadapi kondisi jalan yang membutuhkan tarikan spontan.


Dari sisi pengisian daya, satu paket baterai dapat terisi dari 0 hingga 100 persen dalam 3 jam 10 menit. Bila dua baterai diisi bersamaan, waktu pengisiannya menjadi 6 jam 20 menit. Karena menggunakan dua baterai lepas-pasang, proses pengisian dapat dilakukan dengan membawa baterai keluar dari motor.



Fitur yang dibawa juga cukup lengkap, mulai dari lampu depan LED, Smart Key dengan fitur Answer Back untuk membantu menemukan posisi motor di area parkir, panel instrumen TFT berwarna dengan navigasi Turn-by-Turn atau TBT Navigation, hingga jok dua tingkat untuk pengendara dan penumpang.



Secara tampilan, AEROX E tetap membawa karakter sporty khas keluarga AEROX. Namun, basis desainnya masih mengadopsi Yamaha AEROX generasi sebelumnya, terlihat dari bentuk lampu depan, panel bodi samping, serta desain buritan yang belum mengikuti bahasa desain Yamaha AEROX Alpha.


Artinya, AEROX E bukan AEROX Alpha versi listrik seperti yang mungkin dibayangkan konsumen Indonesia. Yamaha Indonesia kini memasarkan AEROX Alpha sebagai generasi terbaru.


Meski demikian, keberadaan AEROX E menunjukkan Yamaha sudah mulai membawa identitas skuter sporty AEROX ke segmen elektrifikasi. Untuk saat ini, model tersebut masih diproduksi dan dipasarkan khusus di India. Belum ada pengumuman resmi dari PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing mengenai rencana membawa AEROX E ke Indonesia.


Teks: Indramawan

Foto: Yamaha India

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page