• Editor

Wawancara Eksklusif Roland Sands: COVID-19 dan Pengaruhnya Bagi Industri Custombike

"Orang-orang menginginkan kebebasan (setelah sekian lama terkurung), dan sekaligus ingin merasakan asyiknya menaiki kendaraan roda dua, apapun itu jenisnya..."

COVID-19 banyak membawa dampak negatif bagi industri otomotif. Hanya sedikit saja bisnis otomotif yang survive. Beberapa di antaranya adalah industri custom bike, seperti Roland Sands Design (RSD), California - USA. Berikut ini adalah wawancara eksklusif OTOPLUS-ONLINE dengan Roland Sands, mantan pembalap road race Amerika yang pernah menjadi juara nasional AMA 250GP 1998, dan kini ganti profesi sebagai desainer dan pemilik RSD.


Bagaimana COVID-19 berpengaruh terhadap industri sepeda motor custom di California atau USA?

Bisnis di bidang ini sebenarnya baik-baik saja sampai sekarang. Orang-orang tetap membangun motor dan mengendarainya. Dan itu cukup aman dilakukan selama pandemi COVID. Tentu saja ini sangat positif bagi kami. Bahkan kami sempat bikin Corona Virus Bike Build Off (kompetisi online rancang bangun sepeda motor custom), dengan dampak sangat menular seperti virus itu!


Bagaimana sepeda elektrik banyak berperan di saat sulit seperti sekarang ini?

Sekarang ini sepeda elektrik laris terjual di mana-mana. Menurut saya, mungkin itu karena orang-orang menginginkan kebebasan (setelah sekian lama terkurung), dan sekaligus ingin merasakan asyiknya menaiki kendaraan roda dua, apapun itu jenisnya. Sepeda listrik memang mngasyikkan, mudah dikendarai, mudah didapat, sehingga jadi pilihan bagi banyak orang sebagai sarana transportasi yang murah dan ramah lingkungan karena tak butuh bahan bakar.


Bagaimana kolaborasi antara RSD dengan Super73 mulai?

Saya memang jadi semakin tertarik dengan sepeda, dan ingin memulainya dengan sepeda listrik. Tapi saya tidak mau melakukannya pada tingkatan yang sama dengan sepeda motor. Saya ingin mengawalinya pada tingkatan sepeda. Dengan sebuah produk yang dibuat untuk entry level, konsumen baru yang akan menginspirasi orang lain untuk mulai mengenal roda dua. Bagi saya, ini menjadi pintu masuk menuju ke sesuatu yang lebih besar, baik itu kendaraan roda dua dengan mesin bakar ataukah elektrik...

Dengan diperkenalkannya Super73 dan sepeda bermotor (sepeda dengan motor penggerak pada teromol belakang) merek lain, kami tak henti-hentinya membayangkan sebuah kejuaraan yang digelar di arena tertutup, dengan diikuti kendaraan tanpa suara dan emisi gas buang. Hampir tidak ada resiko yang membahayakan, sangat menyenangkan bagi semua orang.

Kami juga melihat, dalam hal sarana transportasi, saat ini banyak dikenalkan sepeda atau skuter listrik menggantikan sepeda kayuh di beberapa daerah. Ini menjadi titik awal orang-oramg mulai melirik kendaraan roda dua. Harganya murah karena dirancang dari sepeda kayuh yang kemudian ditambahkan motor penggerak, juga tidak butuh pengurusan dokumen atau surat tanda kepemilikan lainnya. Hanya saja kelemahannya, sepeda listrik ini tidak bisa digunakan untuk jarak jauh. Dan dari sinilah kami membayangkan, keasyikan sepeda listrik ini jika dilombakan di arena balap.

Dari sinilah kami mulai membangun Super 73 menjadi road racer (sepeda balap). Supaya bisa melibas tikungan dengan sudut kemiringan ekstrem, kami tambahkan ban slick (tanpa kembangan) sehingga bisa mendapat traksi yang besar.

Untuk fork depan, kami memakai unit prototype dari Super73, yang kemudian kami tambahkan setelan peredaman. Sementara untuk bagian belakang, kami potong rangka yang ada di bagian belakang, dan digantikan unit baru yang lebih agresif layaknya motor balap. Sub-frame belakang ini juga didesain untuk menyederhanakan alur desain sepeda ini.

Tangki bahan bakar asli yang tetap kami pertahankan (sebagai patokan agar dimensi sepeda tidak banyak berubah), cukup kami lapis dengan kondom tangki yang menyatu dengan ekor belakang.

Untuk mengisi kekosongan di bagian tengah, kami berikan panel kaca, dengan grafis garapan Jay LaRossa pada panel nomor start, sementara grafis pada garpu depan (fork) hasil garapan ZLT. Anda bisa lihat dalam sekejap sepeda ini berubah menjadi pacuan balap, dengan sumber daya full elektrik karena pedal kayuh sudah dihilangkan.

Motor listrik adalah masa depan, dan tidak terelakkan lagi revolusi kendaraan ramah lingkungan ada di depan kita, dan kita akan lihat itu pada 10 tahun ke depan. Bagaimana sarana transportasi akan berubah...


Special thanks to: Joe Hitzelberger


Teks: Indramawan

Foto: RSD