Yamaha Luncurkan RW350, Skuter Adventure Penantang Honda ADV!

Yamaha memperkenalkan skuter adventure terbarunya, RW350, di ajang EICMA 2026 yang berlangsung di Milan, Italia.

OTOPLUS-ONLINE I Yamaha memperkenalkan skuter adventure terbarunya, RW350, di ajang EICMA 2026 yang berlangsung di Milan, Italia. Mengusung desain khas motor petualang dengan kemampuan menjelajah berbagai kondisi jalan, model terbaru ini berpotensi menjadi penantang Honda ADV350 yang lebih dulu bermain di segmen skuter adventure di pasar Eropa.


RW350 merupakan bagian dari keluarga baru RW Series yang dikembangkan Yamaha untuk pasar global. Nama RW sendiri merupakan singkatan dari Real-World Performance.
Berbeda dari skuter matik konvensional, RW350 tidak hanya dirancang untuk kebutuhan mobilitas perkotaan, tetapi juga menawarkan kemampuan melintasi jalan tidak beraspal.

Jantung pacunya mengandalkan mesin satu silinder berkapasitas 327 cc, 4-tak, SOHC, 4 katup, berpendingin cairan. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimal 29,2 PS pada 7.000 rpm dan torsi puncak 31,5 Nm pada 5.750 rpm. Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis CVT.

Salah satu teknologi andalannya adalah Yamaha Dynamic Ride. Melalui konstruksi ini, mesin dipasang secara rigid pada rangka tanpa menggunakan karet peredam, sementara unit CVT menjadi bagian yang bergerak naik turun mengikuti gerakan roda belakang.
Yamaha mengklaim konstruksi tersebut mampu mengurangi bobot tidak terpegas sekaligus meningkatkan rigiditas kendaraan. Hasilnya diharapkan memberikan pengendalian lebih responsif tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.

Untuk mendukung kemampuan menjelajah, RW350 menggunakan rangka diamond berbahan pipa baja berkekuatan tinggi dengan ground clearance mencapai 185 mm.

Suspensi depan mengandalkan upside down berdiameter 37 mm, sedangkan bagian belakang menggunakan sepasang sokbreker dengan pengaturan preload.




Karakter adventure semakin diperkuat penggunaan ban Dunlop D615 berpola blok yang dirancang memberikan daya cengkeram di jalan beraspal maupun tidak beraspal.

Dari sisi teknologi, RW350 dibekali Yamaha Ride Control (YRC) dengan tiga pilihan mode berkendara, yakni Street, Explore, dan Eco. Tersedia pula traction control dan cruise control.



Panel instrumennya menggunakan layar TFT berwarna berukuran 5 inci yang mendukung konektivitas Y-Connect dan aplikasi navigasi Garmin Motorize. Skuter ini juga sudah dilengkapi sistem smart key.
Penantang Honda ADV350 di Eropa

Menariknya, Yamaha RW350 memiliki kapasitas mesin yang berdekatan dengan Honda ADV350. Model Honda tersebut dipasarkan di Eropa dengan kapasitas mesin 330 cc.
Dengan demikian, RW350 berpeluang menjadi rival baru Honda di kelas skuter adventure bermesin sekitar 350 cc.
Di atas kertas, mesin RW350 menghasilkan tenaga 29,2 PS dan torsi 31,5 Nm. Sementara Honda ADV350 menghasilkan tenaga sekitar 29 PS dan torsi 31,5 Nm.
Keduanya menawarkan karakter mesin dan performa yang hampir seimbang. Namun, Yamaha memberikan pendekatan berbeda melalui teknologi Dynamic Ride dan konstruksi mesin yang terpasang langsung pada rangka.

Soal harga, Yamaha belum mengumumkan harga resmi RW350 untuk pasar Eropa. Namun sebagai pembanding, Honda ADV350 yang menjadi rival sekelas Yamaha RW350 dipasarkan di Jerman dengan harga ā¬7.040 atau setara sekitar Rp142,7 juta berdasarkan kurs saat ini. Harga tersebut belum termasuk biaya pengiriman dan pajak impor.
Berpeluang Hadir dengan Mesin 155 cc di Indonesia?

Kehadiran RW350 juga menarik jika dikaitkan dengan pasar Indonesia. Bukan tidak mungkin Yamaha mengembangkan keluarga RW dengan kapasitas mesin lebih kecil untuk menyasar segmen skuter adventure 150-160 cc.
Salah satu kemungkinan yang menarik adalah kehadiran Yamaha RW155 dengan menggunakan basis mesin NMAX 155.
Jika benar dikembangkan, model tersebut berpotensi menjadi penantang langsung Honda ADV160 yang saat ini bermain di segmen skuter adventure kelas menengah.
Baca juga: Yamaha NMAX E Resmi Meluncur di EICMA 2026 untuk Pasar Global: Simak Spesifikasi, Fitur dan Harga
Yamaha sebenarnya memiliki modal mesin yang cukup kuat melalui NMAX 155. Mesin Blue Core berkapasitas 155,09 cc dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) tersebut bisa menjadi salah satu basis pengembangan skuter adventure berkapasitas lebih kecil.
Namun, pengembangan RW155 tentu tidak cukup hanya dengan memasangkan mesin NMAX ke bodi bergaya adventure. Yamaha perlu melakukan penyesuaian pada rangka, suspensi, bobot, hingga karakter pengendalian agar sesuai dengan kebutuhan berkendara di berbagai kondisi jalan.
Dari sisi bisnis, langkah tersebut cukup menarik. Yamaha bisa memanfaatkan popularitas keluarga MAXi melalui NMAX, sekaligus menawarkan pilihan berbeda bagi konsumen yang menginginkan skuter dengan karakter adventure lebih kuat.

Meski demikian, hingga saat ini Yamaha baru memperkenalkan RW700 dan RW350 sebagai bagian dari keluarga RW Series. Belum ada informasi resmi mengenai rencana pengembangan RW155 maupun kemungkinan pemasarannya di Indonesia.
Kita tunggu saja, apakah keluarga RW nantinya akan berkembang hingga kelas 150-160 cc dan benar-benar menjadi penantang Honda ADV160.
Teks: Indramawan
Foto: Yamaha Motor Eropa



