top of page

Yamaha XMAX Modif 1 Miliar Dinobatkan Sebagai King of MAXI di Grand Final CustoMAXI 2025

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 25 Des 2025
  • 3 menit membaca

Yamaha XMAX penyandang predikat King of MAXI ini berkonsep premium racing dengan komponen mewah seperti emblem Yamaha dari emas murni 47 gram.

ree

OTOPLUS-ONLINE I Yamaha XMAX yang menyandang gelar King of MAXI di Grand Final CustoMAXI 2025 yang digelar di The Dome Senayan Park, Jakarta pada Sabtu 20 Desember lalu adalah milik Ingreath Sitepu asal Medan.


Sebelumnya, XMAX milik Ingreath Sitepu ini berhasil juara 1 di kelas Super MAXI sebelumn akhirnya ditetapkan sebagai The King of MAXI 2025 yang merupakan kelas paling bergengsi di acara kontes modifikasi skala nasional dari Yamaha ini.


ree

Kabarnya modifikasi XMAX berkonsep Premium Racing ini menghabiskan dana hampir menyentuh 1 Miliar!


Apa iya? Dan seperti apa modifikasinya.?


Sebagai info, menghadapi Grand Final CustoMAXI 2025 ini, Ingreath mengusung konsep baru Premium Racing.


Konsep ini jauh berbeda dari yang sebelumnya ditampilkan ketika Ingreath turun di CustoMAXI region Aceh.


ā€œBisa dibilang ini yang tidak berubah hanya bagian rangka sama kabel bodi, sisanya kita ubah semua dengan waktu kurang dari 2 bulan," buka Ingreath.


Saat ditanya, ubahan paling sulit pada XMAX ini, Ingreath pun menjawab, airbrush.


ree

Tampak tema airbrush mengadopsi dari motif helm ARAI OGURA seri GP Motegi Jepang yang dominan dengan kelir biru dan grafis-grafis tajam.


"Detail warna dan gradasi birunya perlu ketelitian dan finishing lebih," tunjuk Ingreath.


Soal biaya modifikasi yang hampir menyentuh angka 1 Miliar, Ingreath mengatakan, emblem Yamaha yang dipasang sangat spesial karena dibuat dari emas murni seberat 47 gram.


"Area cover mesin pun sudah full billet dari Tanutong, Thailand," lanjutnya sambil merinci beberapa bagian yang lumayan menyedot bujet ekstra.


Sebut saja bordes kaki dan baut berbahan full titanium.


Juga crankcase mesin, cover CVT, cylinderhead dan bak magnet yang juga sudah diubah menjadi full billet dari Tanutong.Ā 


Termasuk knalpot menggunakan GP Racing yang juga berbahan titanium dari Thailand.


Untuk memperkuat konsep racing, beberapa bagian body diubah menggunakan karbon kevlar.


ree

"Juga pemasangan mono-shock belakang, ini yang membedakan motor XMAX kita dari lawan," jelas Ingreath


Memang komponen kaki-kaki hampir semuanya dirombak total.


Selain menggunakan monoshock dari YSS model TMAX yang dikawinkan swingarm dari RSV racing.


Begitu pula fork depan juga menggunakan RSV Racing double disc.


Untuk velg, dipakai MFZ Racing double disc. Dipadu master rem depan dari Brembo RCS 16, dan kaliper rem depan juga dari Brembo tipe GP4 MS 108.


Sementara kaliper rem belakang juga menggunakan merek Brembo, tepatnya tipe 2P Nikle, dengan thumb brake memakai RSV Racing,


Selain itu, bagian lain yang mendapat sentuhan ubahan ada pada lampu depan belakang custom dengan sistem BiLED plus DRL.


Juga layar TFT yang lebih slim, stang SEMSPEED model TMAX, dan cover bawah jok dengan logo CustoMAXI 2025.


"Total modifikasi habis hampir 1 Miliar," ujar Ingreath yang mengaku wajar saja karena komponen yang dipakai kelas premium semua sesuai konsep Premium Racing yang diangkat.


Meski menguras biaya ekstra, namun Ingreath bersyukur karena kerja keras tim, waktu dan biaya yang keluar terbayar dengan banyak juara yang ia dapat.


"Termasuk gelar King of MAXI. Ini tentu sebuah kebanggaan yang tidak ternilai,ā€ ungkap Ingreath.


Sebagai informasi, sebanyak 44 motor finalis dari 6 kota penyelenggara CustoMAXI tahun ini, yaitu Semarang, Makassar, Bandung, Jabodetabek, Balikpapan dan juga Aceh mengikuti acara Grand Final untuk memperebutkan juara 1 – 3 di masing-masing kelas dan kategori.


Selain memperebutkan juara 1 sampai dengan 3 di kelas Street MAXI dan Super MAXI untuk kategori XMAX, NMAX, AEROX, dan juga LEXI, pada putaran final para peserta turut bertarung habis-habisan untuk menyabet predikat The King of MAXI yang merupakan award paling bergengsi di ajang tersebut.


Teks: Indramawan

Foto: Yamaha Indonesia

Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page