• Editor

Yuk, Rawat Motor Usai Libur Lebaran


Hari Raya Idul Fitri 1440 H baru saja berlalu. Setelah sempat libur sejenak saat merayakan Lebaran, akhirnya kembali ke aktivitas rutin seperti sediakala.


Pada libur Lebaran kemarin, tentunya banyak masyarakat yang menggunakan motor. Silaturahmi ke sanak saudara, saling berma’af-ma’afan sekaligus mempererat tali silaturahmi.


Setelah liburan, alangkah baiknya jika melakukan perawatan motor, agar kondisinya kembali optimal dan tetap prima.

Apa saja yang harus diperhatikan, saat perawatan motor usai libur Lebaran?

Ganti oli

Pada umumnya pergantian oli pada motor dianjurkan setelah 4.000 km, oli mesin harus diganti. Namun setelah pemakaian ekstra saat liburan kemarin, alangkah baiknya oli diganti.


Filter Udara

Saringan atau filter udara saat ini umumnya tipe viscous elemen. Mengandung semacam oli, untuk mengoptimalkan penyaringan debu. Tipe ini tak perlu disemprot udara maupun dibersihkan secara berkala.

Penggantian filter udara diperlukan guna mengoptimalkan kinerja motor, yakni tiap 16.000 km atau bisa lebih cepat (contohnya bila sudah menghitam sebelum 16.000km). Ini dapat terjadi jika kondisi lingkungan/ jalan yang dilalui sangat berdebu.


Rantai atau CVT

Rantai atau CVT (pada skutik) juga butuh perhatian khusus, karena komponen ini sebagai penyalur tenaga dari mesin roda.

Jika rantai atau CVT jika sudah aus, segera ganti dengan yang baru, berikut gear depan dan belakang (gear set).


Untuk rantai sebaiknya dilumasi setiap 500 km atau seminggu sekali. Dan lebih sering dilumasi saat musim hujan. “Adapun CVT dibersihkan setiap 8.000 km dan penggantiannya setiap 24.000 km,” ujar Satyo Prahnowo, selaku TSD Division Head PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM).


Cek Kampas Rem

Pengecekan bagian ini lanjut Satyo merupakan hal sangat vital. “Ganti kampas rem jika telah tipis,” tegasnya.

Untuk disc brake, bila tabung reservoir oli dekat handel rem berada di posisi low, waktunya ganti kampas rem. Untuk rem tromol dapat melihat indikator di bagian tromol rem.


Periksa Kondisi Busi

Periksa kondisi busi dari keausan pada elektroda busi, meskipun penggantian busi menurut anjuran setiap 8.000 km (pada CBR 150R setiap 24.000km).


Pengecekan Ban

Tentunya tak kalah penting dari bagian - bagian motor adalah keausan ban. Ada tanda yang namanya Tire Wear Index (TWI), berupa segitiga kecil di dinding ban.


“Bila di tarik ke tengah, maka pada bagian alur tengah ban ada yang sedikit lebih tinggi dari alur yang lain,” ucap Satyo.

Ia menambahkan, bila ada bagian sedikit lebih tinggi, -sekitar 1 mm di bagian alur tengah dari tanda segitiga-, itu sudah rata dengan permukaan ban, maka saatnya ban luar diganti.


Naskah : Wave

Foto : MPM for OTOPLUS-ONLINE


© 2021 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.