• Editor

Ajang Silaturahmi Tukang Kunci Omzet Puluhan Juta Rupiah!


Jambore Nasional Locksmith Indonesia yang pertama digelar di Surabaya (23/2/2020) kemarin.

Locksmith adalah nama lain untuk tukang kunci pinggir jalan, yang saat ini mengalami perkembangan luar biasa seiring makin jamaknya pemakaian kunci kendaraan berteknologi modern seperti immobilizer. Karena tuntutan perkembangan teknologi jaman now, tukang kunci pinggir jalan ini pun dituntut mampu ‘meng-upgrade’ pengetahuan maupun skill-nya.

  • Anggota Locksmith Indonesia yang menjadi induk dari Indonesia Locksmith Group (INLOG) dan Indonesia Locksmith Association (ILA) saat ini mencapai 1.400 orang.

Salah satu cara adalah bergabung dengan perkumpulan seperti Indonesian Locksmith Association (ILA), atau Indonesia Locksmith Group (INLOG) yang semakin hari kian banyak anggotanya. Maklum saja, profesi tukang kunci saat ini tak lagi dipandang sebelah mata.

  • Menikmati makan siang sambil saling tegur sapa dengan rekan sesama profesi.

Sebagai gambaran, untuk membuat lagi kunci immobilizer yang hilang, konsumen ditarif dari kisaran Rp 1,5 juta (untuk mobil Jepang seperti Ertiga atau Carry), hingga Rp 50 juta untuk mobil Eropa seperti BMW X7 terbaru, Gaes! Edaaaannn...

  • Peserta Jamnas datang dari segala penjuru daerah, mulai Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Bali - Lombok - NTT, hingga Papua.

Nah, bertempat di The Square Ballroom C - ICBC Center Surabaya, pada tanggal 23 Februari 2020 kemarin, dua asosiasi terbesar untuk profesi tukang kunci di Tanah Air ini sepakat menggelar Jambore Nasional Locksmith Indonesia yang pertama.

  • Dari kanan: Sugondo selaku inisiator Jambore Nasional Locksmith Indonesia bersama Michael Tan (owner Singlock Malaysia), dan Raymond Lie (salah satu master locksmith terkemuka dari Komandan Key, Jakarta).

“Untuk skala nasional, memang acara ini adalah kali pertama yang kami gelar. Kalau sebelumnya, kami menggelar sendiri-sendiri acara di daerah,” buka Sugondo, inisiator Jambore Nasional Locksmith Indonesia, yang juga adalah salah satu pendiri INLOG.

  • Sesi Q&A bersama Raymond Lie mengupas tips bagaimana cara meningkatkan image profesi tukang kunci.

Ditambahkan oleh Sugondo, tujuan acara ini tak lain adalah untuk kumpul bareng skala nasional, bersilaturahmi sekaligus tukar pengalaman dan informasi.

  • Peserta antusias memanfaatkan sesi tanya-jawab untuk mencari tahu informasi dan tips memajukan bisnis.

“Sebab peserta yang datang ini punya latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang pemula, ada juga yg sudah berpengalaman. Dari sini kami harapkan, mereka bisa saling sharing terkait perkembangan teknologi, terutama kunci immobilizer (immo) ini,” kata Sugondo sambil menginfokan ada sekitar 220 peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. “Paling jauh ada yang datang dari Medan hingga Papua.”

  • Supriadi dan Johan (kanan) memanfaatkan moment Jamnas untuk belanja alat dan komponen immobilizer terbaru.

Sebut saja Supriadi, tukang kunci dari kota Medan, Sumatera Utara yang sempat OTOPLUS-ONLINE temui. Selain silaturahmi dengan rekan sesama profesi, Supriadi ini ternyata punya tujuan lain datang ke Jambore Nasional Locksmith Indonesia.

“Sekalian saya ingin belanja alat dan komponen untuk membuat atau menduplikat kunci immo. Sebab di sana masih susah didapat,” kata Supriadi yang ditemani Johan, rekan seprofesi asal Tebing Tinggi, Sumatera Utara yang mewarisi profesi tukang kunci ini dari orang tua.

  • Sugondo, pemilik CV Singlock selaku General Distributor salah satu merek peralatan scanners dan diagnostic tools di Indonesia membawakan sesi pengenalan alat dan komponen untuk membuat atau menduplikat kunci immo.

Terkait pengenalan alat dan komponen untuk membuat atau menduplikat kunci immo ini, memang menjadi salah satu agenda khusus pada acara jamnas ini.

  • Selain mendapatkan tambahan ilmu dan wawasan, peserta juga mendapat sertifikat keikutsertaan dalam Jamnas ini (Foto: Istimewa).

“Kami hanya melayani pembelian komponen pada anggota asosiasi. Jadi, sangat kecil kemungkinan terjadi penyalahgunaan, meskipun anggota kami tersebar ke seluruh pelosok Tanah Air,” yakin Sugondo yang telah mengantongi sertifikat dari ShenZhen Xtool Tech Co LTD (manufaktur peralatan scanners dan diagnostic tools untuk mobil asal Cina) sebagai General Distributor di Indonesia.

  • Acara hiburan berupa musik organ tunggal, pengundian doorprize, dan foto bersama.

Digelar sejak pagi jam 07:30, Jambore Nasional Locksmith Indonesia ini ditutup pada jam 15:00 dengan diawali sebelumnya pengundian doorprize sesuai dengan KTA (Kartu Tanda Anggota) dan hiburan organ tunggal, serta sesi foto per region masing-masing peserta.


Baca juga: Kunci Immobilizer Hilang? Tenang, Bisa Dibuatkan Baru & Aman Kok


Teks: Indramawan

Foto: Indramawan/Istimewa