Alasan Mesin V4 Jadi Pilihan di Era MotoGP 850cc
- Editor

- 1 hari yang lalu
- 2 menit membaca

Penurunan kapasitas mesin dan pembatasan aerodinamika pada Regulasi MotoGP 2027 membuat konfigurasi mesin V4 dinilai paling rasional oleh pabrikan.
OTOPLUS ONLINE I MotoGP akan memasuki era baru mulai musim 2027 dengan diberlakukannya regulasi mesin 850 cc, menggantikan 1000 cc yang digunakan saat ini.
Perubahan ini bukan sekadar soal kapasitas, melainkan menandai pergeseran arah teknis kejuaraan secara menyeluruh.
Di tengah pembatasan aerodinamika, tuntutan keselamatan, dan efisiensi performa, konfigurasi mesin V4 muncul sebagai pilihan paling logis bagi pabrikan MotoGP, meski tidak pernah diwajibkan secara eksplisit dalam regulasi.
Arah teknis tersebut tidak hadir tanpa latar belakang yang jelas.
Regulasi MotoGP 2027 yang disusun oleh FIM dan Dorna Sports memang bertujuan menekan kecepatan, meningkatkan keselamatan, serta menjaga kualitas balapan tetap kompetitif.
Baca juga: Analisa Regulasi MotoGP 2026 Jelang Era Baru Mesin 850cc dan Pirelli Sebagai Single Tire Supplier
Penurunan kapasitas mesin diharapkan mampu mengurangi top speed sekaligus membuat motor lebih mudah dikendalikan oleh pembalap.
Perubahan tersebut juga diikuti pembatasan aerodinamika, pelarangan perangkat ride-height, serta kewajiban penggunaan bahan bakar 100 persen berkelanjutan.


Kombinasi aturan ini membuat pabrikan harus meninjau ulang desain motor secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi performa mesin, tetapi juga efisiensi desain dan keseimbangan keseluruhan.
Dalam konteks ini, isu packaging mesin menjadi krusial. Meski regulasi tidak melarang penggunaan mesin inline-4, pembatasan dimensi fairing depan dan area kerja aerodinamika membuat ruang kompromi semakin sempit.
Pabrikan dituntut merancang motor yang kompak, efisien, dan tetap mampu memaksimalkan potensi aerodinamika di bawah batasan baru.
Konfigurasi mesin V menawarkan keunggulan dari sisi dimensi yang lebih ringkas dan fleksibilitas penempatan komponen.
Karakter ini memudahkan pabrikan mengoptimalkan aerodinamika serta distribusi bobot, dua aspek yang semakin penting di era MotoGP 850 cc.

Pandangan tersebut diakui langsung oleh Yamaha, pabrikan terakhir yang bertahan dengan konfigurasi inline-4 di era mesin 1000 cc.
āJika melihat bagaimana regulasi MotoGP 2027 ditulis, maka satu-satunya konfigurasi mesin yang memungkinkan adalah V," ujar Massimo Meregalli, Team Director Yamaha MotoGP.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa V4 dipilih bukan semata karena performa puncak, melainkan sebagai konsekuensi logis dari struktur regulasi.
Dengan demikian, di era MotoGP 850 cc, mesin V4 hadir bukan karena diwajibkan aturan, tetapi karena menjadi solusi teknis paling realistis agar pabrikan tetap kompetitif.
Teks: Indramawan
Foto: Yamaha Racing




Komentar