Analisa Regulasi MotoGP 2026 Jelang Era Baru Mesin 850cc dan Pirelli Sebagai Single Tire Supplier
- Editor

- 3 hari yang lalu
- 5 menit membaca

Regulasi MotoGP 2026 ini menandai musim terakhir era MotoGP 1000cc dan Michelin sebagai single tire supplier.
OTOPLUS-ONLINE I FIM (FƩdƩration Internationale de Motocyclisme) atau federasi internasional tertinggi yang mengatur olahraga balap motor dunia, telah merilis regulasi MotoGP 2026 pada 13 Januari 2026 lalu.
Yang menarik, regulasi MotoGP 2026 ini menandai musim terakhir era MotoGP 1000cc dengan Michelin sebagai single tire supplier.
Pada musim kompetisi 2027 mendatang MotoGP akan memasuki era mesin 850cc dengan perubahan dari Michelin ke Pirelli sebagai penyedia ban tunggal.
Terkait dengan hal ini, jurnalis dan analis MotoGP senior yang sangat dikenal di dunia balap motor internasional, David Emmett membuat analisa singkat dari ringkasan perubahan paling menarik dan penting pada regulasi MotoGP 2026.
Ban
Tanda paling jelas bahwa 2026 merupakan tahun transisi terlihat dari perubahan aturan ban.
Di sebagian besar seri, Michelin mengurangi pilihan ban depan dari 3 spesifikasi menjadi 2 spesifikas bani.
"Ini sebenarnya sudah sesuai dengan praktik tim selama ini," komentar David.
Selain itu, tim juga mendapatkan lebih banyak jatah ban depan favorit mereka, dengan peningkatan jumlah maksimum dari 5 menjadi 7 unit ban.
Michelin tetap memiliki opsi untuk membawa 3 spesifikasi ban depan ke beberapa seri balap jika kondisi tertentu terjadi.
Brasil, misalnya, kemungkinan akan menggunakan 3 spesifikasi ban karena tim masih mencari karakter ban yang paling cocok untuk sirkuit baru ini.
Silverstone juga akan memiliki 3 spesifikasi, mengingat kombinasi iklim, angin, dan tikungan berkecepatan sangat tinggi yang membuat pemilihan ban depan menjadi krusial.
Namun, perubahan terbesar ada pada alokasi ban uji coba.
"Karena peralihan ke Pirelli, jumlah ban uji Michelin dikurangi menjadi sekitar 44% dibandingkan alokasi 2025, karena pengujian akan beralih ke motor 850cc pada paruh kedua tahun ini," info David.
Alokasi barunya adalah:
Kategori A: 75 ban uji (sebelumnya 170)
Kategori B: 84 ban uji (sebelumnya 190)
Kategori C: 93 ban uji (sebelumnya 220)
Kategori D: 115 ban uji (sebelumnya 260)
Ducati, Aprilia, KTM, dan Honda hanya boleh menggunakan pembalap penguji pada tes private.
Yamaha, sebagai pabrikan Kategori D, diperbolehkan melakukan tes dengan pembalap kontrak.
"Belum ada angka pasti untuk pengujian ban Pirelli pada motor 850cc yang akan digunakan mulai 2027," kata David.
Ditambahkan catatan bahwa jumlah ban yang disediakan Pirelli akan ditentukan oleh pabrikan ban asal Italia tersebut, agar mereka dapat mengembangkan ban balap untuk musim berikutnya.
Dengan semua lima pabrikan berada di Kategori Konsesi B pada 2027, mereka akan mendapatkan jumlah ban Pirelli yang sama.
Mesin
Aturan homologasi mesin untuk 2026 diperjelas, terutama untuk mengakomodasi fakta bahwa Honda berpindah dari Kategori D ke Kategori C di akhir 2025.
Ducati, KTM, dan Aprilia wajib menggunakan mesin yang telah dihomologasi pada 2025.
Honda boleh menghomologasi mesin baru di awal 2026, namun tidak diperbolehkan mengubahnya sepanjang musim.
Yamaha, yang masih berada di Kategori D, bebas terus mengembangkan mesin selama musim berjalan.
Ada juga perubahan mengenai rasio gigi.
Dari sebelumnya berbunyi āmaksimal enam rasio gigi diperbolehkanā, kini menjadi āgearbox boleh memiliki maksimal enam percepatan maju, masing-masing ditentukan oleh sepasang roda gigiā.
"Kadang perubahan redaksional seperti ini muncul karena ada tim yang mencoba memanfaatkan celah aturan, namun kemungkinan besar ini hanya klarifikasi, apalagi karena juga berlaku untuk Moto2 dan Moto3, bukan hanya MotoGP," ungkap David.
Nama Tim
Ada perubahan kecil namun menarik terkait aturan nama resmi tim.
"Dan ya, saya juga cukup terkejut mengetahui bahwa aturan semacam ini sudah ada sebelumnya," terang David.
Dahulu, nama pabrikan wajib dicantumkan dalam nama tim.
Kini, hal tersebut tidak lagi diwajibkan. Meski demikian, semua nama tim tetap harus mendapat persetujuan IRTA.
Komunikasi
Ada tambahan menarik dalam aturan mengenai kamera onboard dan data untuk keperluan Dorna.
Kalimat berikut ditambahkan pada pasal 1.21.13:
ā⦠semua pembalap wajib membawa Modul Komunikasi Dorna di dalam wearpack mereka setiap saat selama berada di lintasan.ā
Ini sebagian untuk memungkinkan Dorna terus bereksperimen dengan radio, proyek yang telah mereka kembangkan selama dua musim terakhir.
Tujuannya adalah agar Race Direction bisa berkomunikasi langsung dengan pembalap.
Namun menurut David, masih ada banyak tantangan teknis yang harus diatasi.
Sementara itu, aturan ini membuka kemungkinan menarik untuk penambahan kamera pada pembalap.
"Jika modul komunikasi berada di punuk wearpack, mungkin kita bisa melihat kembalinya kamera bahu, atau bahkan kamera helm. Namun ini masih sebatas spekulasi," jelasnya.
Penalti
Terjadi perubahan signifikan dalam cara penalti dikomunikasikan kepada pembalap.
Sebelumnya, penalti seperti Long Lap atau ride through ditunjukkan oleh marshal yang mengangkat papan nomor pembalap di pintu masuk pit lane.
Seiring berkembangnya sistem pesan di dashboard, penalti tersebut juga dikirim ke dashboard pembalap.
Mulai tahun ini, semua penalti akan dikomunikasikan melalui dashboard pembalap, dan ini menjadi satu-satunya saluran resmi komunikasi antara Race Direction dan pembalap.
Sejumlah pesan baru ditambahkan, seperti konfirmasi penalti sudah atau belum dijalani, peringatan dari Steward, atau uji sistem.
Komunikasi dengan tim juga berubah. Alih-alih diberi tahu lewat email atau secara lisan oleh petugas IRTA, penalti kini disampaikan melalui monitor pit lane yang menampilkan feed sirkuit khusus.
"Artinya, penalti tersebut juga akan selalu muncul di tayangan TV dan dapat dilihat oleh penonton," simpul David.
FIM Stewards juga diberi kewenangan tambahan.
Jika seorang pembalap memotong bagian signifikan lintasan saat kembali setelah kecelakaan, Steward dapat menjatuhkan penalti waktu tambahan sesuai penilaian mereka.
Terakhir, sejumlah penalti kini memiliki masa berlaku.
Jika penalti tidak dijalani karena pembalap absen dari kejuaraan, penalti tersebut akan gugur setelah 365 hari.
Ini berlaku untuk penalti kehilangan waktu latihan, long lap, ride through, dan penalti posisi start.
Moto2 dan Moto3
Ada beberapa perubahan kecil pada aturan Moto2 dan Moto3.
Di Moto2, aturan aerodinamika sedikit diperketat dengan penambahan frasa āarea lainnya.ā
"Pada dasarnya bertujuan mencegah tim meniru ide dari MotoGP," ungkap David.
Lampu hujan belakang seperti di MotoGP juga akan ditambahkan pada motor Moto2.
Lampu ini bersifat opsional pada 2026, namun wajib mulai 2027.
Di Moto3, ada dua perubahan menarik.
Pertama, pembekuan pengembangan mesin yang berlaku sejak 2024 diperpanjang hingga 2027.
Ini masuk akal, mengingat aturan teknis Moto3 akan berubah pada 2028, ketika mesin satu silinder 250cc akan digantikan oleh mesin berbasis Yamaha R7.
Kedua, diberlakukan batas usia maksimum untuk wildcard Moto3.
Kini, pembalap wildcard Moto3 tidak boleh berusia lebih dari 21 tahun.
Obat-obatan Rekreasional
Untuk pertama kalinya, obat-obatan rekreasional dimasukkan dalam daftar zat terlarang, dengan fokus khusus pada penggunaan selama akhir pekan balapan.
Kokain, ekstasi (MDMA), heroin, dan ganja semuanya dilarang.
Larangan THC berpotensi menjebak pembalap, karena kanabinoid dapat bertahan dalam aliran darah selama beberapa minggu, tidak seperti zat lain yang biasanya hilang dalam 24 jam.
Meskipun larangan ini tidak berlaku untuk CBD ā turunan ganja yang sering digunakan untuk pereda nyeri ā banyak produk CBD mengandung jejak THC yang cukup untuk menyebabkan hasil tes positif.
"Pembalap harus mengandalkan produk pereda nyeri lain. Obat penghilang nyeri berbasis opioid pun memiliki risikonya sendiri," wanti David.
Teks: Indramawan




Komentar