• Editor

Apa Kelebihan Skutik Sultan, BMW C400X yang Harganya Nyaris Rp 300 Juta?

Ditawarkan Rp 259 juta off the road atau sekitar 290 juta OTR, lebih terjangkau dibanding Yamaha TMax DX yang harganya Rp 319 juta (OTR Jakarta).

OTOPLUS-ONLINE I Pada tahun 2011 BMW Motorrad mengukuhkan kategori produk barunya di bidang mobilitas perkotaan (urban mobility) dengan menghadirkan BMW C 600 Sport dan BMW C 650 GT. Kedua skutik tersebut masuk dalam kategori premium di segmen scooter.

  • Skuter crossover yang didesain untuk perkotaan

Pada tahun 2017, BMW Motorrad melangkah lebih jauh dengan menghadirkan BMW C 400 X, skutik premium di kelas menengah yang dalam konsepnya diciptakan sebagai alat mobilitas perkotaan yang menyenangkan.


BMW C 400 X ditawarkan dengan harga Rp 259 juta off the road atau sekitar 290 juta OTR, masih lebih terjangkau kok dibandingin Yamaha TMax DX yang harga OTR-nya Rp 319 juta (Jakarta).

Identitas Desain BMW

Dari tampilan, BMW C 400 X akan langsung diidentifikasi sebagai anggota keluarga BMW Motorrad dengan ciri penampilan yang modern, berorientasi masa depan, dan fungsional.

  • Sepatbor cocor bebek mengadopsi R1200GS dan F850GS

  • Visor model floating yang fix

Tampangnya terlihat jelas mengacu pada desain BMW R1200GS dan F850GS. Dilihat dari depan, lampu depan asimetris LED bergaya ikonik terlihat dominan dengan desain DRL (Daytime Running Light) berupa elemen serat optik yang memberikan tampilan sporty dan dinamis.

  • Tampang depan seperti motor enduro BMW umumnya, dimensi lebar C 400 X yakni 835 mm

C 400 X ditawarkan dalam 3 pilihan warna, “Selain Black Storm Metallic ada warna Zenith Blue Metallic dan Alpine White,” kata Louise Tri Widodo Hadi dari BMW Motorrad Indonesia.

Kepraktisan Khas Skutik

Pada sisi kepraktisan, BMW memang tidak melengkapi dengan holder atau hook seperti kebanyakan skutik. Namun konsep penyimpanan yang disusun dengan cermat dengan mempertimbangkan keamanan.

  • Bagasi muat dua helm, model open face di bagian depan dan full face di bagian belakang. Sisi belakang dilengkapi fitur BMW Flexcase

Ada dua kompartemen terintegrasi dengan pengunci elektris dan bagasi berukuran besar yang juga dibuka menggunakan tombol elektris yang ada di bawah setang dengan fitur Flexcase di bawah jok. Ini menawarkan semua yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan kepraktisan sehari-hari dan perjalanan turing.

Pioner Konektivitas

C 400 X merupakan produk pertama BMW Motorrad yang dibekali fitur konektivitas.Fitur ini memungkinkan pengendara terkoneksi melalui bluetooth dengan motor menggunakan aplikasi BMW Motorrad Connectivity. Pilihan menu seperti media, navigasi dan telepon akan ditampilkan di instrumen multifungsi dengan layar TFT 6,5 inci.

  • Instrumen multifungsi dengan layar TFT 6,5 inci

Untuk mengakses fungsi kendaraan, pengaturan menu dan melakukan konektivitas cepat pengendara dapat melakukan tanpa perlu mengalihkan perhatian dari jalan berkat Multi-Controller yang intuitif, mudah dipahami dan memungkinkan pengoperasian secara terintegrasi.

Impresi Berkendara

Dengan bobot mencapai 204 kilogram, melepaskan C 400 X dari posisi standar tengah lumayan berat. Terlebih jika lantai pijakan dari keramik yang licin.

  • Jok lebar dengan kontur busa yang empuk

  • Floordeck tidak terlalu besar dengan permukaan yang kesat yang mantap saat dijejak

Jok di sisi pengendara setinggi 775 mm tergolong tinggi tapi masih dapat mengakomodir pengendara berpostur 165 cm berkat desain floordeck yang teramputasi di bagian belakang. Sehingga kaki pengendara dapat menjulur mudah menjejak jalan.

  • Dengan keyless, menghidupkan mesin tinggal pencet tombol ini

Untuk menghidupkan mesin, tinggal menekan push start/stop button. Oh ya, jangkauan frekwensi remote keyless sekitar 2 meter.

  • Lantaran menggunakan 3-way catalytic converter, suara yang keluar dari mesin 350 cc-nya terdengar kalem, knalpot ini terbuat dari stainless steel

Suara yang dihasilkan mesin 1 silinder 350 cc terdengar moderat, tidak kasar, tidak pula halus. Suara yang terdengar dari knalpotnya juga kalem khas skuter perkotaan.

  • Posisi setang cukup tinggi dan lebar, ergonomis dan nyaman. Untuk memilih menu menggunakan cincin multi controller di setang sisi kiri

Posisi berkendara terasa ergonomis, posisi setang yang agak tinggi dan lebar membuat posisi berkendara rileks tapi tetap sigap.


Butuh beberapa saat untuk membiasakan dengan fitur-fiturnya. Terutama terkait fungsi konektivitas dan pengaturan yang ditampilkan pada layar TFT 6,5 incinya.


Kalau biasanya switch holder di sisi kiri dihuni switch klakson, lampu sein dan low-beam/hi-beam nah di C 400 X ada switch pass light, hazard, DRL yang masih ditambah dengan multi-controller berbentuk seperti ring bergerigi. Pengoperasian multi-controller itu dengan cara diputar dan geser.


Saat mulai diajak jalan, getaran dari CVT terasa minim, meski cc-nya cukup besar tapi dengan kehadiran fitur ASC (Automatic Stability Control) hentakan tenaganya terasa gradual tidak menghentak sehingga mudah dikontrol.


Untuk ukuran mesin 350 cc, tenaga 34 dk/7.500 rpm dan torsi 35 Nm/6.000 rpm yang dihasilkan tidaklah istimewa namun tenaga tersebut terasa mengisi terus sepanjang rentang putaran mesin sehingga membuatnya terasa effortless saat diajak menjelajah pada kecepatan jelajah 70-90 km/jam.

  • Tangki berkapasitas 12,8 liter

Mesin berpendingin cairan dengan komposisi diameter 80 mm x langkah 69,6 mm dan perbandingan kompresi 11,5:1 ini menggunakan BMS-E2 digital engine management dan memenuhi standarisasi Euro-4 sehingga mewajibkannya penggunaan bensin beroktan minimal 95.

  • Karakter suspensi depan empuk, sistem pengereman dikawal sepasang rem cakram 265 mm dengan kaliper 4 piston Bybre plus ABS dua kanal (depan+belakang)

Redaman suspensi depan teleskopik 35 mm dengan travel 110 mm terasa lembut sementara belakang moderat. Ketika mencobanya, setting preload di posisikan pada level 3 dari 5 tingkat kekakuan yang ada.


Di posisi itu, suspensi belakang ketika riding sendiri terasa cenderung kaku tapi ketika dipakai boncengan langsung terasa empuk. Karakter rebound suspensinya tidak menghentak sehingga tidak khawatir ketika melewati permukaan jalan bergelombang atau secara tak sengaja menghajar jalan berlubang.


Posisi duduk pembonceng juga masuk kategori nyaman. Jok lapang dan posisi footstep yang ergonomis rasanya bisa mengakomodir perjalanan turing.

  • Jarak sumbu roda mencapai 1.565 mm, terasa stabil di kecepatan tinggi tapi kurang lincah di jalan perkotaan

Soal karakter pengendalian, dengan jarak sumbu roda mencapai 1.565 mm jelas bukan kelincahan yang menjadi selling point C 400 X apalagi dimensi panjangnya mencapai 2 meter lebih (2.210 mm) melainkan kestabilan, terutama saat melaju kencang.

  • Rem belakang cakram 196 mm dengan kaliper 1 piston

Kestabilannya didukung dengan pengaturan distribusi bobot ideal 50% di roda depan dan 50% di roda belakang, rangka baja tubular serta paduan ban lebar. Bannya berukuran 120/70-15 yang membekap pelek 3,5 x 15 inci di depan dan 150/70-14 yang membungkus pelek 4,25 x 14 inci di belakang.

Aksesori

  • Aksesori BMW C 400 X

BMW Motorrad menyertakan pilihan aksesori yang dapat meningkatkan aspek fungsional dari C 400 X seperti boks bagasi, rak bagasi, jok dengan ketinggian lebih rendah dan panjang, windscreen yang lebih tinggi, smartphone cradle hingga bracket navigation devices.


Teks & Foto: Nugroho Sakri Yunarto

© 2021 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.