top of page

Gaikindo Soroti Penjualan Kompetitif Polytron di Pasar Mobil Listrik Indonesia

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 2 jam yang lalu
  • 2 menit membaca
Memasuki 2026, Polytron menempati peringkat ke-25 mobil terlaris di Indonesia menurut data wholesales Gaikindo.

Memasuki 2026, Polytron menempati peringkat ke-25 mobil terlaris di Indonesia menurut data wholesales Gaikindo.

OTOPLUS ONLINE I Merek baru Polytron, produsen elektronik asal Indonesia, mulai menarik perhatian serius di pasar mobil listrik domestik, menunjukkan kemampuannya bersaing dengan berbagai merek global.


Polytron, yang dikenal sebagai bagian dari Djarum Group dan telah berkiprah di sektor elektronik sejak 1975, merambah industri otomotif dengan meluncurkan SUV listrik G3 dan G3+ ke pasar Indonesia pada 6 Mei 2025.



Merek ini menegaskan identitas lokalnya dengan memproduksi kendaraan di fasilitas PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta.


Di situs resminya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) secara khusus memberikan perhatian kepada Polytron.


Pada artikel yang dimuat 9 Maret 2026, Gaikindo melaporkan data whole sales 2025, di mana Polytron menyalurkan 455 unit ke dealer. Sementara penjualan retail mencapai 353 unit.


Pencapaian ini menempatkan Polytron di atas sejumlah merek ternama, menandakan kepercayaan pasar terhadap pemain baru ini.


Memasuki 2026, penjualan masih berlanjut meski lebih terbatas, dengan whole sales 82 unit dan retail 12 unit.


Angka ini menempatkan Polytron di peringkat ke-25 mobil terlaris Indonesia, mengungguli DFSK, Citroen, Lexus, Ford, Mini, Nissan, Subaru, Volkswagen, hingga Audi.


Untuk penjualan retail, posisinya ke-39, tepat di atas Volvo dan Changan, menunjukkan bahwa merek baru ini mulai mendapatkan ruang di pasar domestik yang semakin kompetitif.



Mobil listrik Polytron menawarkan jarak tempuh hingga 402 km (standar CLTC), motor listrik 150 kW dengan output 201 tenaga kuda dan torsi 320 Nm, serta baterai LFP 51,916 kWh yang mendukung fast charging 20–70% dalam kurang dari 35 menit.


Top speed mencapai 150 km/jam dengan akselerasi 0–100 km/jam sekitar 9,6 detik, sesuai data resmi Polytron.


Terkait harga, Polytron menawarkan dua opsi bagi konsumen. Dengan skema Battery‑as‑a‑Service (BaaS) atau sewa baterai, Polytron G3 dibanderol sekitar Rp 299 juta, sedangkan G3+ sekitar Rp 339 juta (OTR Jabodetabek).


Sementara itu, untuk kepemilikan penuh termasuk baterai, harga G3 berkisar antara Rp 419 – 461,5 juta, dan G3+ sekitar Rp 459 – 505,5 juta tergantung wilayah dan opsi.


Skema sewa baterai ini memungkinkan konsumen membeli mobil dengan harga lebih terjangkau dan membayar biaya bulanan untuk baterai, sementara opsi kepemilikan penuh memberikan mobil beserta baterainya tanpa biaya tambahan.


Dengan identitas lokal, performa kompetitif, dan tren penjualan positif, Polytron membuktikan bahwa pemain baru asal Indonesia memiliki peluang untuk bersaing di pasar kendaraan listrik yang terus berkembang.


Teks: Indramawan

Foto: Polytron

Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page