Apa Manfaat Program JAECOO Co-Creation di IIMS 2026 Bagi Konsumen?
- Editor

- 2 hari yang lalu
- 3 menit membaca

Lewat program Co-Creation di IIMS 2026, JAECOO menggeser peran konsumen dari sekadar pembeli menjadi penentu proses pengembangan mobil listrik. Apa dampaknya bagi calon pengguna EV di Indonesia?
OTOPLUS ONLINE I Selama ini konsumen otomotif cenderung hanya menerima apa yang diputuskan pabrikan. Pilihan fitur, desain, hingga pendekatan personalisasi umumnya sudah ditentukan jauh sebelum mobil hadir di showroom.
Di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, pola itu mulai diuji. Melalui program Co-Creation, JAECOO memberi ruang bagi pengunjung untuk ikut memengaruhi arah pengembangan mobil listrik yang akan dijual ke pasar.
Bagi JAECOO, IIMS 2026 tidak hanya berfungsi sebagai ajang pamer produk, tetapi juga sebagai laboratorium hidup untuk membaca selera konsumen EV Indonesia secara langsung. Pengunjung yang datang ke booth JAECOO sepanjang 5ā15 Februari 2026 diajak mengisi survei interaktif yang berkaitan dengan personalisasi J5 EV, mulai dari pilihan body kit, velg dan ban, hingga detail interior serta fitur pendukung.
Pendekatan ini membuat proses riset konsumen berpindah dari ruang meeting ke lantai pameran, di mana preferensi dikumpulkan dalam konteks nyata. Konsumen dapat melihat mobil secara langsung, membandingkannya dengan model lain di pameran, lalu menentukan pilihan berdasarkan kebutuhan aktual, bukan asumsi.
Dari Pembeli Pasif ke Co-Designer

Masukan yang terkumpul mencerminkan beragam karakter pengguna J5 EV. Adrian, salah satu pengunjung, menilai faktor keamanan, kelegaan kabin, dan kapasitas bagasi sebagai alasan utama penggunaan harian bersama keluarga. Ia juga menyoroti electric tailgate sebagai fitur praktis yang menunjang mobilitas keluarga.
Sementara Ivanna, dengan mobilitas tinggi di perkotaan, menekankan pentingnya desain premium dan kenyamanan kabin, termasuk fitur ventilated seats yang relevan untuk iklim tropis.
Dari segmen pengguna muda, Deva melihat J5 EV unggul dari sisi tampilan stylish serta kemampuan pengisian daya cepat yang mendukung aktivitas dinamis.
Bagi konsumen, proses seperti ini memberi manfaat langsung, yakni risiko membeli mobil dengan spesifikasi yang kurang relevan bisa ditekan sejak awal. Preferensi yang muncul berpotensi diterjemahkan menjadi opsi aksesoris resmi, pendekatan personalisasi, hingga pengembangan varian ke depan.
J5 EV sebagai Medium Riset

Head of Marketing JAECOO Indonesia, Mohamad Ilham Pratama, menjelaskan bahwa keberagaman kebutuhan konsumen menjadi dasar utama lahirnya program Co-Creation.
āSetiap konsumen datang dengan kebutuhan dan karakter penggunaan yang berbeda. Lewat program Co-Creation, masukan konsumen termasuk dari hasil survei akan sangat membantu kami menentukan arah personalisasi dan improvement J5 EV ke depan, mulai dari aksesoris, pendekatan modifikasi, sampai detail desain,ā ujarnya.
Di booth JAECOO, konsep ini diperlihatkan secara visual lewat dua contoh modifikasi J5 EV dengan karakter berbeda: pendekatan stylishāsporty dan adventureāoutdoor. Keduanya menjadi referensi nyata bagi pengunjung saat menentukan pilihan dalam survei, sekaligus memperlihatkan bahwa satu model EV dapat dikembangkan ke berbagai gaya hidup.
Modifikasi yang Lebih Terukur

Pendekatan Co-Creation juga mendapat perhatian dari kalangan aftermarket. Rendy Surya, car enthusiast sekaligus perwakilan National Modificator and Aftermarket Association (NMAA), menilai program ini sebagai langkah consumer-centric yang jarang dilakukan di pameran otomotif.
āProgram Co-Creation ini terobosan menarik karena preferensi konsumen langsung diterjemahkan ke opsi modifikasi. J5 EV seperti kanvas dasar yang bisa dikembangkan ke beberapa gaya. Dengan pilihan langsung dari konsumen, arah personalisasi jadi lebih terukur,ā jelasnya.
Bagi konsumen EV, hal ini penting karena modifikasi kendaraan listrik membutuhkan pendekatan berbeda. Dengan keterlibatan pabrikan sejak awal, personalisasi dapat bergerak ke arah yang lebih aman, terintegrasi, dan sesuai karakter kendaraan.
Dampak Jangka Menengah

Meski hasil Co-Creation tidak serta-merta langsung diwujudkan dalam produk instan, pendekatan ini memberi sinyal bahwa pasar EV Indonesia mulai memasuki fase user-driven. Personal relevance menjadi faktor penting, melampaui sekadar angka spesifikasi atau teknologi terbaru.
Di IIMS 2026, JAECOO juga menampilkan lini kendaraan elektrifikasinya, termasuk J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS, serta menghadirkan pengalaman interaktif seperti test drive dan kehadiran robot humanoid AiMOGA. Namun di balik semua itu, nilai utama Co-Creation terletak pada perubahan peran konsumen: dari sekadar pengunjung pameran menjadi bagian awal proses pengambilan keputusan produk.
Bagi calon pengguna EV, inilah manfaat paling nyata dari program Co-Creationākesempatan agar mobil listrik yang hadir ke depan terasa lebih relevan, lebih personal, dan lebih dekat dengan kebutuhan sehari-hari.
Teks: Indramawan
Foto: JAECOO Indonesia




Komentar